Advertisement
Lamtim (Pikiran Lampung)- Selain Kerajaan Tulang Bawang yang terkenal hingga ke Negeri China, di Provinsi Lampung sejatinya terdapat beberapa kejaraan besar yang jadi tonggak sejarah Bumi Ruwa Jurai.
Di wilayah Lampung Timur, terdapat sebuah situs purbakala
yang menyimpan jejak panjang kehidupan masyarakat masa lalu. Namanya Situs
Purbakala Pugung Raharjo, yang berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan
Sekampung Udik.
Situs ini bukan sekadar kawasan peninggalan batu kuno.
Berdasarkan catatan arkeologi, Pugung Raharjo menyimpan tinggalan dari beberapa
masa, mulai dari masa prasejarah, periode Hindu-Buddha, hingga masa Islam.
Situs ini ditemukan pada tahun 1957, ketika warga membuka kawasan hutan untuk dijadikan
lahan. Penelitian arkeologi kemudian mengungkap berbagai peninggalan, seperti
punden berundak, menhir, batu berlubang, batu bergores, serta benda-benda lain
yang menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah kawasan ini.
Namun, Pugung Raharjo juga dikenal dalam cerita asal-usul
keratuan di Lampung. Salah satu kisah yang diwariskan secara turun-temurun
adalah legenda hubungan Keratuan Pugung dengan Keratuan Melinting dan Keratuan
Darah Putih.
Menurut salah satu versi legenda, pada masa penyebaran Islam
di Lampung, seorang penguasa dari luar Lampung menjalin hubungan dengan
keluarga bangsawan Keratuan Pugung. Dalam beberapa versi cerita, tokoh yang
disebut adalah Sunan Gunung Jati atau tokoh dari lingkungan Kesultanan Banten.
Nama-nama tokoh, hubungan keluarga, dan urutan peristiwanya berbeda-beda
menurut sumber cerita.
Kisah tersebut kemudian menghubungkan keturunan dari
hubungan itu dengan lahirnya dua keratuan yang dikenal dalam tradisi masyarakat
Lampung, yaitu Keratuan Melinting di kawasan Lampung Timur dan Keratuan Darah
Putih di Lampung Selatan.
Dalam cerita rakyat, Ratu Darah Putih juga dikaitkan dengan
kisah darah berwarna putih. Bagian ini merupakan unsur legenda dan kepercayaan
tradisional, bukan peristiwa yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah.
Sementara itu, hubungan sejarah masyarakat Lampung dengan
Kesultanan Banten serta penyebaran Islam di wilayah ini merupakan bagian dari
kajian sejarah yang lebih luas. Namun, kisah persaudaraan, silsilah, dan
pembagian wilayah kedua keratuan perlu dipahami secara hati-hati karena tidak
seluruh rinciannya dapat dipastikan hanya dari bukti arkeologi di Pugung
Raharjo.
Warisan Keratuan Melinting masih dikenal melalui adat dan
Tari Melinting. Sementara itu, Keratuan Darah Putih menjadi bagian penting dari
sejarah adat Lampung Selatan dan sering dikaitkan dengan garis keturunan Raden
Intan II, pahlawan nasional dari Lampung.
Pugung Raharjo dengan demikian menyimpan dua lapisan warisan
yang saling melengkapi: peninggalan arkeologi yang dapat diteliti, serta cerita
turun-temurun yang membantu masyarakat memahami asal-usul identitas adatnya. (**)
