lisensi

Jumat, 23 Oktober 2026, Oktober 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-24T05:08:16Z
Keratuan LampungSejarahSitus Pugung Raharjo

Jejak Dua Keratuan Lampung di Situs Purbakala Pugung Raharjo

Advertisement

 


Lamtim (Pikiran Lampung)- Selain Kerajaan Tulang Bawang yang terkenal hingga ke Negeri China, di Provinsi Lampung sejatinya terdapat beberapa kejaraan besar yang jadi tonggak sejarah Bumi Ruwa Jurai. 


Di wilayah Lampung Timur, terdapat sebuah situs purbakala yang menyimpan jejak panjang kehidupan masyarakat masa lalu. Namanya Situs Purbakala Pugung Raharjo, yang berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik.


Situs ini bukan sekadar kawasan peninggalan batu kuno. Berdasarkan catatan arkeologi, Pugung Raharjo menyimpan tinggalan dari beberapa masa, mulai dari masa prasejarah, periode Hindu-Buddha, hingga masa Islam. Situs ini ditemukan pada tahun 1957, ketika warga membuka kawasan hutan untuk dijadikan lahan. Penelitian arkeologi kemudian mengungkap berbagai peninggalan, seperti punden berundak, menhir, batu berlubang, batu bergores, serta benda-benda lain yang menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah kawasan ini.


Namun, Pugung Raharjo juga dikenal dalam cerita asal-usul keratuan di Lampung. Salah satu kisah yang diwariskan secara turun-temurun adalah legenda hubungan Keratuan Pugung dengan Keratuan Melinting dan Keratuan Darah Putih.


Menurut salah satu versi legenda, pada masa penyebaran Islam di Lampung, seorang penguasa dari luar Lampung menjalin hubungan dengan keluarga bangsawan Keratuan Pugung. Dalam beberapa versi cerita, tokoh yang disebut adalah Sunan Gunung Jati atau tokoh dari lingkungan Kesultanan Banten. Nama-nama tokoh, hubungan keluarga, dan urutan peristiwanya berbeda-beda menurut sumber cerita.


Kisah tersebut kemudian menghubungkan keturunan dari hubungan itu dengan lahirnya dua keratuan yang dikenal dalam tradisi masyarakat Lampung, yaitu Keratuan Melinting di kawasan Lampung Timur dan Keratuan Darah Putih di Lampung Selatan.


Dalam cerita rakyat, Ratu Darah Putih juga dikaitkan dengan kisah darah berwarna putih. Bagian ini merupakan unsur legenda dan kepercayaan tradisional, bukan peristiwa yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah.


Sementara itu, hubungan sejarah masyarakat Lampung dengan Kesultanan Banten serta penyebaran Islam di wilayah ini merupakan bagian dari kajian sejarah yang lebih luas. Namun, kisah persaudaraan, silsilah, dan pembagian wilayah kedua keratuan perlu dipahami secara hati-hati karena tidak seluruh rinciannya dapat dipastikan hanya dari bukti arkeologi di Pugung Raharjo.


Warisan Keratuan Melinting masih dikenal melalui adat dan Tari Melinting. Sementara itu, Keratuan Darah Putih menjadi bagian penting dari sejarah adat Lampung Selatan dan sering dikaitkan dengan garis keturunan Raden Intan II, pahlawan nasional dari Lampung.


Pugung Raharjo dengan demikian menyimpan dua lapisan warisan yang saling melengkapi: peninggalan arkeologi yang dapat diteliti, serta cerita turun-temurun yang membantu masyarakat memahami asal-usul identitas adatnya. (**)