Advertisement
Cilegon (Pikiran Lampung) - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar pada Selasa (20/10/2026), akhirnya terbalik dan tenggelam di alur masuk penyeberangan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Rabu (21/10/2026) malam. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi, sementara otoritas terkait menyiapkan langkah pengamanan dan pengangkatan bangkai kapal.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 20.54 WIB. Posisi bangkai kapal berada di koordinat 05°56,732' Lintang Selatan dan 105°59,376' Bujur Timur, tepat di alur masuk penyeberangan Merak.
Petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak turut mengumumkan informasi tersebut melalui siaran radio navigasi untuk memperingatkan kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda. Kapal yang memasuki alur penyeberangan diminta meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi bangkai kapal.
“Peringatan keamanan, perhatian kepada semua kapal. Di sini Merak VTS. Informasi navigasi: KMP Batumandi telah tenggelam pada posisi 05°56,732'S 105°59,376'T di alur masuk kapal penyeberangan Merak,” demikian isi pengumuman petugas VTS Merak.
Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengamankan lokasi tenggelamnya kapal. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan pelampung penanda atau buoy agar posisi bangkai kapal dapat diketahui oleh kapal yang melintas dan meminimalkan risiko kecelakaan pelayaran.
ASDP juga mempersiapkan operasi pengangkatan bangkai kapal atau salvage dengan melibatkan instansi berwenang dan pihak terkait. Proses tersebut akan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Merak.
Sebelumnya, KMP Batumandi mengalami kebakaran saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak. Insiden pada Selasa sore itu memicu pengerahan sejumlah unsur, mulai dari petugas pelabuhan, kapal tunda, Basarnas, kepolisian, hingga instansi terkait untuk membantu pemadaman dan evakuasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara itu, sebanyak 11 korban dilaporkan mendapatkan penjaminan biaya perawatan dari PT Jasa Raharja setelah menjalani perawatan di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait untuk memastikan para korban memperoleh pelayanan medis sesuai ketentuan. Adapun penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian. Pemerintah meminta hasil investigasi resmi menjadi dasar untuk mengungkap penyebab kejadian serta menentukan langkah perbaikan demi meningkatkan keselamatan pelayaran.(*)
