lisensi

Jumat, 23 Oktober 2026, Oktober 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-24T00:39:39Z
Bupati way Kanan Ayu Asalasiyah

Lepas Kafilah MTQ ke-53, Bupati Ayu Dorong Generasi Qur’ani Harumkan Nama Kabupaten Way Kanan

Advertisement



Way Kanan (Pikiran Lampung) - Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Way Kanan yang akan mengikuti MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung di Nuwo Agung, Rumah Dinas Bupati Way Kanan, Jumat (23/10/2026).


Kafilah Kabupaten Way Kanan yang diberangkatkan berjumlah 51 orang, terdiri dari 31 peserta dan 20 orang pendamping, ofisial, serta pelatih. Mereka akan mengikuti MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.


Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terpilihnya para kafilah yang akan membawa nama Kabupaten Way Kanan pada ajang tingkat provinsi tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan para peserta merupakan hasil proses panjang yang melibatkan dukungan orang tua, guru, ustaz, kiai, pembina, pelatih, serta lembaga yang berperan dalam pengembangan tilawatil Qur’an, termasuk Ikatan Qori-Qoriah, Hafiz-Hafizah (IPQAH) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).


“Pembangunan daerah yang sesungguhnya adalah pembangunan yang berimbang. Kita tidak hanya membangun fisik dan material, tetapi juga membangun sumber daya manusianya, salah satunya melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an,” ujar Bupati Ayu.


Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ bukan sekadar mengikuti kompetisi tahunan, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mengukur hasil pembinaan keagamaan yang telah berjalan di Kabupaten Way Kanan.


Bupati Ayu menyebut para kafilah sebagai putra-putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif atau training center. Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampilkan kemampuan terbaik, menjaga adab dan sportivitas, serta menjunjung tinggi nama baik daerah selama mengikuti perlombaan.


“Kalian bukan hanya tampil sebagai individu, melainkan sebagai duta resmi yang membawa marwah, martabat, dan nama baik seluruh masyarakat Kabupaten Way Kanan. Jaga adab, jaga sportivitas, dan tampil dengan penuh percaya diri,” pesannya.


Ia juga meminta para ofisial, pelatih, dan pendamping memberikan perhatian serta pendampingan secara optimal, menjaga kesehatan peserta, dan mempertahankan kekompakan tim. Dengan demikian, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian perlombaan dengan kondisi fisik dan mental yang baik sehingga mampu memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Way Kanan.


Sementara itu, laporan Ketua Umum LPTQ Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Way Kanan, Akhmad Syapari, S.Ag., M.Si. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa Kafilah Way Kanan terdiri atas 31 peserta, yakni 19 laki-laki dan 12 perempuan, serta didampingi 20 orang ofisial, pelatih, dan pendamping yang berasal dari unsur Kementerian Agama, akademisi, LPTQ, dan IPQAH Kabupaten Way Kanan.


Para peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba, meliputi tilawah, qiraat, tartil, hafalan Al-Qur’an, fahmil Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta kaligrafi. Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan potensi generasi Qur’ani di Kabupaten Way Kanan.


Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa secara umum seluruh kafilah berada dalam kondisi baik dan siap mengikuti MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta, dewan pembina, dan ofisial dijadwalkan menginap di fasilitas penginapan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.


Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap keikutsertaan kafilah dalam MTQ tingkat provinsi ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(maria)