Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pengerjaan proyek rigid beton dan drainase di Jalan Pulau Singkep, Sukarame, menjadi sorotan warga. Pasalnya, rigid beton yang baru selesai dikerjakan di simpang tiga Jalan Pulau Singkep kembali ditimpa material batu dan tanah untuk pekerjaan drainase.
Warga mempertanyakan koordinasi antara kedua pelaksana proyek tersebut, terlebih kondisi beton disebut belum sepenuhnya kering.
“Jalan itu baru selesai dicor dan belum kering, kenapa sudah ditimpa batu dan tanah untuk drainase. Harusnya dua pemborong saling koordinasi. Kalau seperti itu bagaimana dengan kualitas jalannya,” ujar seorang warga, sabtu (03/09/2026).
Selain persoalan pekerjaan, warga juga mengeluhkan akses jalan yang terganggu akibat dua proyek dikerjakan secara bersamaan. Pertigaan Jalan Pulau Singkep merupakan salah satu akses utama dari Sukarame menuju Sukabumi dan sebagian wilayah Lampung Selatan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pasar sore yang selalu ramai dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekitar.
Proyek rigid beton dikerjakan CV RRR Brothers dengan nilai kontrak Rp4.912.516.000. Sementara proyek pembangunan drainase Jalan Pulau Singkep Gg. AMD Rupi, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, dikerjakan CV Tunas Jaya dengan nilai kontrak Rp760.661.040,77.
Pengerjaan dua proyek secara bersamaan di lokasi yang sama dinilai warga perlu mendapat perhatian Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, terutama terkait koordinasi, kualitas pekerjaan, serta kelancaran akses masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak kontraktor maupun Dinas PU Kota Bandar Lampung terkait kondisi tersebut.(red)