Advertisement
Way Kanan (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kabupaten Way Kanan mendorong perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta perusahaan swasta memperkuat kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) di Ruang Buway Pemuka Pengiran Tuha, Pemkab Way Kanan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha agar program CSR berjalan lebih terarah, terintegrasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., yang menghadiri kegiatan tersebut, mengapresiasi jajaran BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang telah menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Way Kanan. Menurutnya, keberadaan dunia usaha tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, kontribusi perusahaan perlu diarahkan melalui program CSR yang terkoordinasi dengan prioritas pembangunan daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Way Kanan memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun dan merencanakan kontribusi CSR sebesar Rp4,3 miliar pada 2025. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 34,25 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), sedangkan sektor perdagangan menyumbang 15,97 persen.
Adapun sektor tenaga kerja, indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 71,98 dan angka kemiskinan tercatat sebesar 10,96 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah program CSR agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi daerah.
Bupati Ayu menyampaikan, pengelolaan CSR perlu diarahkan tidak hanya untuk mendukung kegiatan sosial, tetapi juga memperkuat sektor produktif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membantu pembangunan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan pun mendorong kontribusi CSR pada empat klaster prioritas, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan penanganan stunting, penguatan agribisnis serta UMKM, dan pengembangan potensi lokal. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi.
Pada sektor sumber daya manusia, perusahaan diharapkan berkontribusi dalam mendukung pendidikan dan peningkatan keterampilan masyarakat. Sementara di bidang kesehatan, dukungan CSR dapat diarahkan pada percepatan penurunan stunting, penyediaan fasilitas pelayanan dasar, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Di sektor ekonomi, kemitraan dengan petani dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat rantai pasok komoditas unggulan daerah serta meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Adapun pada sektor lingkungan dan permukiman, program CSR dapat difokuskan pada penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, peningkatan sanitasi, serta penguatan kesiapsiagaan terhadap bencana di tingkat kampung.
“Saya juga menekankan pentingnya penyaluran program CSR berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Untuk mendukung ketepatan sasaran, Pemkab Way Kanan menyiapkan data berbasis by name by address melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program perusahaan dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memperkecil potensi tumpang tindih bantuan,” ujar Bupati Ayu.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Way Kanan berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat sehingga program CSR tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(maria)
