Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menunjang kesehatan siswa di Kota Bandar Lampung justru berujung petaka. Sejumlah anak didik dari SMPN 31 Campang Raya dan SDN 2 Campang Raya mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (28/08/2025) siang.
*"Anak Saya Mulas, Mual, dan Diare"*
"Saya beli obat mencret di warung buat Janes untuk mencegah. Anak saya yang satu lagi di SDN 2 Campang Raya, Askha, juga dapat MBG tapi dibawa pulang ke rumah karena nggak suka lauknya. Dia tidak apa-apa," kata Rudi Safei, orangtua murid, saat dihubungi di Bandar Lampung.
*Gejala Keracunan*
Gejala keracunan yang dialami siswa beragam, mulai dari mulas, mual, diare, pusing, hingga muntah-muntah. Beberapa siswa bahkan tidak bisa masuk sekolah dan kondisinya lemas.
*Tanggapan Disdikbud*
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri, membenarkan adanya dugaan keracunan MBG. Ia menerima kabar dari Kepala SMPN 31 Bandar Lampung pada sore hari insiden terjadi.
*"Program MBG Dihentikan Sementara"*
Mulyadi berharap jika belum ada kesimpulan dari hasil uji sampel, program MBG dari dapur gizi tersebut sebaiknya dihentikan sementara waktu. "Harapan kami, jika belum ada kesimpulan dari hasil uji sampel, program MBG dari dapur gizi tersebut sebaiknya dihentikan sementara waktu," pungkas Mulyadi. (*)
*Sampel Makanan Diuji Laboratorium*
Pihak sekolah telah menyerahkan sampel makanan kepada BPOM untuk diuji laboratorium, dan hasilnya masih menunggu. Disdikbud Kota Bandar Lampung dan pihak sekolah menegaskan bahwa mereka hanya sebagai penerima manfaat MBG.
