Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)— Kantor Perwakilan Bank Indonesia KPwBI menyelenggarakan program Capacity Building Jurnalistik untuk puluhan jurnalis dari berbagai media daerah, Rabu 26 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman wartawan mengenai isu-isu ekonomi, sistem pembayaran digital, serta perkembangan inflasi daerah.
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Achmad P Subarkah menyampaikan bahwa akurasi dan kualitas pemberitaan ekonomi menjadi faktor penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik. “Jurnalis merupakan mitra strategis dalam menyebarkan informasi kebijakan yang benar, mudah dipahami, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
"Dengan adanya kegiatan Capacity Building ini para rekan media diharapkan untuk menyampaikan opini serta pertanyaan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai kode etik jurnalistik yang berlaku, " tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Salah satu rekan BI Lampung Shaumi Gahara memaparkan perkembangan inflasi terkini serta tantangan yang dihadapi daerah, seperti kenaikan harga komoditas pangan strategis, distribusi barang, dan redenominasi.
Tidak hanya itu BI Lampung juga berkolaborasi dengan pemateri utama Stefanus Pramono yang merupakan Redaktur Pelaksana Investigasi, Wawancara, sekaligus Kepala Tempo Media Lab.
Ia memaparkan berbagai materi, mulai dari teknik menulis berita, penyusunan kalimat efektif, etika jurnalistik, penulisan berita feature hingga praktik penulisan berita ekonomi.
Dengan adanya kegiatan pelatihan jurnalistik ini diharapkan kepada rekan media dapat mengaplikasikan ilmu yang disampaikan dalam tugas sehari hari serta lebih bijak lagi dalam menulis berita menggunakan kode etik jurnalistik yang baik.(*)


