Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), memberikan pengarahan kepada Perwira Pertama (Pama) Abituren Pendidikan Pembentukan Perwira (Dik Tuk PA) Tahun 2025 dan Pama Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula A. Yani Makodam XXI/Radin Inten, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Penengahan Kota, Bandar Lampung, Jumat (30/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., serta para Asisten Kasdam XXI/RI, di antaranya Asintel Kolonel Inf Erwin A. T. Wiyono, Aspers Kolonel Inf Faisal Amri, S.E., M.I.Pol., Aslog Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo, S.E., M.M., Asrendam Kolonel Arh Aji Prasetyo Nugroho, S.Sos., M.M., Asops Kolonel Inf Triyono, S.E., dan Aster Kolonel Inf Anang Sofyan Effendy.
Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten mengucapkan selamat kepada para Perwira Muda lulusan Dik Tuk PA dan Akmil Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya sebagai pemimpin di satuan.
“Sebagai Perwira TNI AD, saudara harus memahami dan menghayati jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional. Junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menekankan pentingnya keteladanan perwira dalam membangun keberhasilan satuan. Menurutnya, seorang perwira harus mampu menjadi contoh dalam sikap, tutur kata, dan tindakan bagi para prajurit yang dipimpinnya.
Terkait kepemimpinan, Pangdam menjelaskan bahwa perwira pertama akan berhadapan langsung dengan prajurit di lapangan. Prajurit, lanjutnya, tidak hanya membutuhkan perintah, tetapi juga perhatian dan kepedulian dari pemimpinnya.
“Pemimpin yang baik adalah yang hadir, peduli, dan bertanggung jawab. Bangun hubungan emosional yang sehat tanpa mengurangi wibawa kepemimpinan, serta jangan ragu mengambil keputusan dengan tetap berpedoman pada aturan, logika, dan hati nurani,” ujarnya.
Selain itu, Pangdam mengingatkan para perwira muda untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan diri, seiring semakin kompleksnya tantangan tugas TNI AD ke depan, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Ia juga menekankan pentingnya bijak dalam penggunaan media sosial. “Gunakan media sosial secara bertanggung jawab dan jaga nama baik institusi. Jangan sampai satu kesalahan kecil merusak karier dan mencoreng satuan,” pesan Pangdam.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan pentingnya loyalitas dan netralitas TNI. Ia meminta para perwira muda untuk memegang teguh loyalitas kepada negara, TNI, dan pimpinan, serta menjaga netralitas TNI dalam dinamika sosial dan politik di wilayah tugas.
Pengarahan Pangdam XXI/Radin Inten ini diharapkan dapat meningkatkan semangat, rasa tanggung jawab, serta kematangan para perwira muda dalam mengambil keputusan dan kebijakan di satuan, sehingga mampu menjalankan tugas dan pengabdian secara profesional sebagai pemimpin TNI AD.(Budi)