Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial AD, warga Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, meninggal dunia dalam peristiwa tragis saat bermain di saluran air pada Selasa (13/1/2026) sore. Korban diduga tersangkut di gorong-gorong siring ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan By Pass Raya 2, Kelurahan Rajabasa Raya, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat hujan turun, korban bersama sejumlah temannya diketahui bermain di siring atau saluran air yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menjelaskan, korban diduga bermain perosotan di siring yang dialiri air hujan. Aktivitas tersebut sebelumnya telah berulang kali dilarang oleh pihak kelurahan maupun warga sekitar karena dinilai membahayakan keselamatan anak-anak.
“Dari laporan yang kami terima, setelah hujan anak-anak itu bermain perosotan di siring, padahal hal tersebut sudah sering ditegur,” ujar Yuni, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, meski arus air di siring saat kejadian tidak terlalu deras, kondisi saluran yang mengarah ke gorong-gorong rumah warga membuat korban tersangkut dan tidak mampu menyelamatkan diri. “Airnya tidak besar, hanya setinggi badan anak-anak. Namun korban tersangkut di coran siring yang mengarah ke pintu masuk rumah warga, seperti gorong-gorong menuju garasi,” jelasnya.
Saat kejadian, korban bermain bersama beberapa orang temannya. Ketika korban tidak lagi terlihat, tiga orang temannya berinisiatif meminta pertolongan kepada warga sekitar “Tiga teman korban datang melapor kepada warga karena korban tersangkut di gorong-gorong,” tuturnya.
Warga bersama petugas keamanan setempat kemudian melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan setelah aliran air di siring terlihat tersumbat oleh tubuh korban. “Korban diketahui tersangkut karena air muncrat dan tertahan oleh badan korban. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ungkap Yuni.
Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga “Jenazah korban saat ini berada di rumah duka di kawasan Atala 8, dekat Masjid Miftahul Jannah,” pungkasny.(Budi)