lisensi

Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-09T07:20:02Z
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi PratamaDaerah

Pemkab Lampung Selatan Gandeng Itera Susun Rencana Aksi Penanggulangan Banjir

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Upaya penanganan banjir di Kabupaten Lampung Selatan kini mulai diarahkan secara lebih terstruktur dengan menggandeng kalangan akademisi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal penyusunan dokumen rencana aksi penanggulangan banjir, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Supriyanto, para kepala perangkat daerah, camat, serta tim akademisi Itera yang mengikuti secara daring.


Dalam paparannya, Tim Leader Itera, Arif Rohman, mengungkapkan bahwa frekuensi banjir di wilayah Lampung Selatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah.


Ia menjelaskan, sejumlah faktor utama penyebab banjir antara lain kondisi geografis wilayah yang relatif datar, keterkaitan sistem daerah aliran sungai (DAS) lintas wilayah, serta belum optimalnya sistem drainase di sejumlah kawasan.


Selain itu, perubahan tata guna lahan juga menjadi pemicu meningkatnya risiko banjir. Alih fungsi lahan dari area terbuka seperti persawahan dan perkebunan menjadi kawasan permukiman dinilai telah mengurangi daya serap tanah terhadap air.


“Akibatnya, limpasan air permukaan meningkat dan berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama di wilayah hilir,” jelas Arif.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis kajian ilmiah dan perencanaan yang matang.


“Kita harus merancang langkah mitigasi yang jelas, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Karena itu persoalan banjir ini perlu melibatkan para ahli agar penanganannya tepat,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana, dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, hingga akademisi.


Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan kunci utama dalam mencegah bencana di masa mendatang.

“Kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita. Karena itu persoalan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


Lebih lanjut, Bupati Egi menginstruksikan para camat untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing, termasuk potensi kerusakan akibat aktivitas seperti penambangan.


Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama guna menekan risiko bencana yang lebih besar.

“Lebih baik kita melakukan pencegahan daripada menyesal setelah bencana terjadi. Saya minta potensi kerusakan lingkungan segera dideteksi dan dilaporkan agar bisa cepat ditindaklanjuti,” katanya.


Melalui penyusunan dokumen rencana aksi ini, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memiliki strategi penanggulangan banjir yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan, sehingga potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini tanpa menghambat pembangunan daerah.(*)