Advertisement
Pringsewu (Pikiran Lampung) - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Pelatihan Holistik Integratif dan Training of Trainers (ToT) Parenting Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Hotel Regency Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto Pamungkas, jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, serta pengurus dan anggota HIMPAUDI setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas menyoroti masih adanya sebagian masyarakat yang memandang sebelah mata pendidikan anak usia dini. Padahal, menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ia menegaskan, pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang tengah dicanangkan pemerintah.
“ Saya yakin dengan kolaborasi yang baik dan berkelanjutan, upaya kita dalam meningkatkan mutu pola asuh dan kualitas layanan PAUD akan semakin optimal,” ujar Riyanto.
Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini tidak boleh menjadi penghalang dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas serta fungsi masing-masing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan fondasi pendidikan anak, baik melalui jalur formal maupun informal.
Riyanto juga mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun gerakan bersama dengan semangat low budget, high impact. Artinya, keterbatasan sumber daya yang ada harus tetap mampu menghasilkan manfaat yang luas dan nyata bagi masyarakat.
“Bagaimana dengan keterbatasan yang ada tetap mampu menghadirkan manfaat yang luas dan nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pola asuh dan PAUD,” katanya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto Pamungkas mengatakan pengembangan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak usia dini merupakan hal yang tidak dapat ditunda.
Ia menilai masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini belum terlalu penting. Sebagian lainnya bahkan masih beranggapan bahwa pendidikan anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kelompok bermain (KB) atau taman kanak-kanak (TK).
Menurut Rahayu, pemahaman tersebut perlu diluruskan. Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena merupakan guru pertama sekaligus guru sepanjang hayat bagi anak.
“Orang tua adalah guru pertama dan sepanjang hidup bagi anaknya,” ujarnya.
Rahayu mengungkapkan, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pringsewu saat ini juga tengah menyelesaikan tiga buku panduan kelas orang tua. Buku tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan bagi guru maupun orang tua dalam berbagi pengetahuan mengenai pola asuh dan pendidikan anak.
“Kami dari Pokja Bunda PAUD juga tengah menyelesaikan tiga buku panduan kelas orang tua, yang nantinya dapat menjadi alternatif bagi para guru atau orang tua yang ingin berbagi,” katanya.
Ia meminta Dinas Pendidikan untuk menetapkan target pelaksanaan program tersebut. Sementara para camat dan kepala pekon diharapkan dapat mendorong lembaga PAUD di wilayah masing-masing untuk mengeksekusi program kelas orang tua.
“Kepada Dinas Pendidikan dimohon untuk ditetapkan targetnya, dan para camat serta para kapekon agar lembaga PAUD di bawahnya dapat mengeksekusi program ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pringsewu akan menyusun indikator keberhasilan kelas orang tua sebagai instrumen untuk mengukur pelaksanaan dan dampak program tersebut.
Melalui pelatihan Holistik Integratif dan ToT Parenting PAUD, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, serta orang tua semakin kuat dalam menciptakan layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas.(alung)