Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mulai mematangkan persiapan untuk meraih akreditasi internasional Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) yang ditargetkan pada 2027.
Langkah awal persiapan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center, Senin (14/9/2026).
Ketua LPM UIN Raden Intan Lampung Bambang Irfani, Ph.D. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk merealisasikan target akreditasi internasional yang telah direncanakan institusi.
“FGD persiapan untuk ACQUIN ini langkah pertama kita yang selama ini digadang-gadang,” ujar Bambang.
Menurutnya, persiapan akreditasi internasional merupakan bagian dari program internasionalisasi yang menjadi salah satu pilar program Rektor UIN Raden Intan Lampung.
Pada tahap awal, proses akreditasi akan difokuskan pada dua Unit Pengelola Program Studi (UPPS), yakni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Pascasarjana.
LPM UIN Raden Intan Lampung melibatkan 10 program studi di lingkungan FTK dan 14 program studi Pascasarjana dalam persiapan tersebut, termasuk program studi baru yang berada di Pascasarjana.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. menekankan pentingnya melakukan persiapan sejak jauh hari meskipun pelaksanaan target akreditasi baru akan dilakukan pada 2027.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan akreditasi internasional tersebut. Menurutnya, keterlibatan bersama menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan target institusi.
Rektor menegaskan, akreditasi internasional tidak seharusnya dipandang sebatas pemenuhan administrasi atau formalitas. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi cerminan kesiapan institusi dalam mempertanggungjawabkan kualitas pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.
“Bukan sekadar administrasi formalitas, tetapi cerminan bersama. Kalau kita punya mimpi besar, kita perlu persiapkan bahwa mimpi besar kita itu bisa dipertanggungjawabkan, dipersiapkan, dan bagaimana strategi mencapainya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk bekerja bersama dalam mempersiapkan akreditasi ACQUIN sehingga target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan secara optimal.
Wan Jamaluddin juga mengingatkan pengalaman UIN Raden Intan Lampung dalam mempersiapkan akreditasi FIBAA sejak 2023 hingga berhasil meraih akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama seluruh unsur kampus.
“Hari ini kita memulai dalam mempersiapkan prodi dengan akreditasi internasional ACQUIN pada 2027 mendatang,” katanya.
Ia menegaskan UIN Raden Intan Lampung tidak boleh berhenti pada berbagai capaian yang telah diraih. Pembenahan dan peningkatan kualitas harus terus dilakukan, termasuk dalam mengejar berbagai pemeringkatan perguruan tinggi.
Menurutnya, keseriusan mempersiapkan akreditasi internasional juga menjadi salah satu indikator komitmen seluruh unsur kampus dalam menjalankan amanah dan meningkatkan kualitas institusi.
Rektor turut mendorong agar mutu menjadi budaya yang melekat dalam seluruh aktivitas akademik dan tata kelola UIN Raden Intan Lampung. Hal tersebut sejalan dengan semangat kampus sebagai Safinatul Ulum, yakni bahtera ilmu yang terus bergerak meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.
Selain akreditasi internasional, Wan Jamaluddin menyampaikan sejumlah program prioritas UIN Raden Intan Lampung, di antaranya pengembangan Fakultas Kedokteran setelah proses perizinan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, pemanfaatan lahan di kawasan Kota Baru untuk pengembangan Fakultas Kedokteran, serta target masuk dalam World University Ranking (WUR).
FGD persiapan akreditasi ACQUIN tersebut menghadirkan Ir. Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D. dari Universitas Bengkulu sebagai narasumber secara daring.
Pakar Outcome Based Education (OBE) dan akreditasi internasional ACQUIN tersebut menyampaikan materi bertajuk “Langkah Strategis Akreditasi Internasional ACQUIN UIN RIL”.
Melalui akreditasi internasional, UIN Raden Intan Lampung menargetkan pengakuan terhadap mutu program studi sekaligus peningkatan kepercayaan dari pemangku kepentingan eksternal.
Pengakuan internasional tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pendidikan, membuka peluang kerja sama internasional, serta memperluas jejaring akademik.
Selain itu, proses akreditasi diharapkan mendorong program studi melakukan perbaikan berkelanjutan dengan memenuhi standar pendidikan yang lebih luas. Dengan demikian, daya saing lulusan dan reputasi UIN Raden Intan Lampung di tingkat nasional maupun internasional dapat semakin diperkuat.(salsabila)