lisensi

Sabtu, 24 Oktober 2026, Oktober 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-24T08:09:15Z
IteraPendidikan

Itera dan UI Jajaki Kolaborasi Pengembangan Teknologi Kosmetik hingga Hilirisasi Riset

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Universitas Indonesia (UI) menjajaki kerja sama pengembangan teknologi kosmetik melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini juga diarahkan pada pemanfaatan bahan alam serta hilirisasi hasil riset menjadi produk yang berpotensi dikembangkan bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Penjajakan tersebut berlangsung dalam kunjungan akademik delegasi Fakultas Farmasi UI ke Program Studi Rekayasa Kosmetik, Fakultas Teknologi Industri Itera, di Lampung Selatan, Jumat (23/10/2026).


Dalam pertemuan itu, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan pendidikan pascasarjana, penguatan pembelajaran berbasis laboratorium, peningkatan kapasitas penelitian, hingga pengembangan produk kosmetik bersama UMKM.


Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D., yang menyambut delegasi Fakultas Farmasi UI sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik Itera. Selanjutnya, Ketua Klaster Riset Cosmetic and Health Supplements Fakultas Farmasi UI, Prof. Dr. apt. Berna Elya, M.Si., memaparkan fokus dan kegiatan penelitian klaster tersebut.


Koordinator Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera, Dr. Annisa Siti Zulaicha, M.Si., turut memaparkan profil program studi, kegiatan akademik, serta arah pengembangan penelitian di bidang rekayasa kosmetik. Pemaparan tersebut menjadi dasar diskusi mengenai penguatan kompetensi sivitas akademika, pengembangan fasilitas penelitian, dan peningkatan pengalaman belajar mahasiswa.


Salah satu agenda pembahasan ialah peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S-3). Delegasi UI memperkenalkan skema gelar ganda (double degree) yang melibatkan UI dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta program doktor berbasis riset (by research).


Selain pendidikan lanjutan, kedua pihak menyoroti pentingnya pengalaman praktis dalam pembelajaran. Kunjungan akademik maupun industri dinilai dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal instrumen, fasilitas, serta prosedur pengujian kosmetik secara langsung di laboratorium Fakultas Farmasi UI.


Dalam bidang penelitian, pembahasan mencakup pengembangan produk dalam skala lebih besar (scale-up) dan potensi riset berbasis mikroalga. Kedua institusi juga bertukar informasi mengenai fasilitas pengujian kosmetik dan suplemen, termasuk sel difusi Franz untuk pengujian penetrasi atau pelepasan bahan serta instrumen pengukuran faktor perlindungan matahari (Sun Protection Factor/SPF).


Peluang penelitian lainnya berkaitan dengan pemanfaatan bahan alam untuk pengembangan produk kosmetik dan parfum, seperti madu, propolis, dan nilam. Selain itu, dibahas potensi pengembangan bahan penyaring ultraviolet (UV) dari daun singkong bersama mitra industri serta pemanfaatan kromatografi gas–spektrometri massa (Gas Chromatography–Mass Spectrometry/GC–MS) yang terintegrasi dengan analisis berbasis sains data.


Penjajakan kerja sama juga menyasar hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha. Dr. Achmad Gus Fahmi menyampaikan bahwa pengembangan produk melalui proses scale-up tengah dilakukan dengan melibatkan UMKM setempat, termasuk inisiatif yang sedang dijajaki bersama pimpinan Itera.


“Pengembangan produk kosmetik perlu didukung melalui proses scale-up agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk yang siap diproduksi dalam skala lebih besar. Pelibatan UMKM menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha,” ujar Dr. Fahmi.


Keterlibatan UMKM diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan pelaku usaha, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi produk, pengujian, hingga persiapan produksi dalam skala lebih besar.


Melalui kunjungan akademik ini, Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera dan Fakultas Farmasi UI menjajaki peluang kemitraan berkelanjutan yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengembangan produk. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian terapan, dan mendorong hilirisasi inovasi untuk mendukung pertumbuhan industri kosmetik Indonesia.(salsabila)