Metro (Pikiran Lampung)- Ditemui di Rumah Pemenangan Andi Surya di Selikur C Yosomulyo, Bacalon Walikota Metro menyinggung persoalan hunian rumah bagi kelompok keluarga yang berpenghasilan rendah di Kota Metro.

"Diperkirakan ada sekitar 20% Keluarga di Metro belum memiliki rumah yang saat ini mereka berpindah-pindah untuk menyewa rumah hunian", Ujar mantan Anggota DPD RI 2014 - 2019 ini.

Dilanjutkannya, warga masyarakat yang belum memiliki rumah ini kebanyakan dari kelompok berpenghasilan rendah sehingga belum mampu untuk memiliki rumah, Sebut Andi Surya.

Diutarakannya, ke depan diperlukan upaya pemerintah untuk merancang program perumahan sederhana dengan skema tertentu, "bisa saja kerjasama dengan Kementerian PUPR yang saat ini sedang menyusun program pengadaan rumah sederhana atau dengan pihak swasta yang bergerak di bidang pembangunan perumahan", Urai Ketua Yayasan Universitas MiTRA Indonesia ini.

"Yang paling penting adalah bagaimana membantu kelompok masyarakat ini dapat memiliki rumah dengan harga murah jika perlu dengan bunga 0%, sehingga taraf hidup mereka semakin membaik seiring dengan membaiknya ekonomi keluarga", pungkas Andi Surya menutup pembicaraan.(Lis/p1)
Bandarlampung (Pikiran Lampung) - Keluarga Besar warga Nusa Tenggara Timur (NTT), terdiri dari berbagai macam Suku (Plabomora) yang merantau di Provinsi Lampung, mengadakan acara Temu Kangen di Aula CB SUSTERAN Tanjung Seneng, Minggu (16-02-2020).

Acara dihadiri sekitar 400 orang. Tujuannya untuk menjalin keakraban bagi masyarakat Nusa Tengara Timur (NTT) yang merantau di Provinsi Lampung.

"Kami masyarakat Nusa Tengara Timur (NTT) adalah perantau yang bekerja di Provinsi Lampung, mengadakan Temu Kangen, kami beri nama Plabomora yang berarti berbagai macam Suku dari Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai wadah Jalinan Kekeluargaan," jelas Andre Muhi Pukai S.Kom, salah seorang Panitia Penyelengara.

Andre yang bekerja sebagai Guru Xaverius di Bandar Lampung mengatakan, acara ini bertukube untuk saling memberikan semangat antar warga NTT di Lampung.

 "Kami di sini berkumpul dalam satu tempat sekadar ingin temu kangen, saling memotivasi dan mensupport sesama  Anggota Plabomora dari Nusa  Tenggara Timur (NTT), yang berbeda cara kehidupannya," ungkapnya.

Lebih lanjut Andre berharap, mudah-mudahan kedepannya Perkumpulan Plabomora ini selalu diadakan." Saya berharap kalau bisa sebulan sekali, tapi berhubung anggota kami ini mungkin kehidupannya berbeda, maka cukup Kami adakan setahun sekali," pungkasnya.

Terpisah, Cicilia selaku Ketua Panitia Muda mengatakan, Plabomora Lampung sudah lama terbentuk. "Sebenarnya terbentuknya Plabomora sudah sejak sebelum saya lahir, tapi ada sesuatu hal yang saya tidak mengerti sempat terhenti dan awal mulanya terbentuk kembali, kami yang muda-muda ini berkumpul duduk bareng, lalu sepakat melanjutkan Perkumpulan ini,
Sehingga hari ini Kami dapat  bertatap muka, makan bareng dan berbahagia seperti ini.

Saya merasa tersanjung dengan adanya acara kegiatan Temu Kangen seperti ini, minimal untuk mengingatkan kepada anak-anak kita bahwa orang tuanya berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), sehingga dapat meneruskan Perkumpulan yang sudah ada ini," ungkap Charles Kase salah seorang pelopor terbentuknya Keanggotaan Plabomora ini.

Acara Temu Kangen Plabomora ini, memperkenalkan Para Petinju yang sudah mengharumkan nama Provinsi Lampung, juga menampilkan Tarian dan Nyanyian Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT), serta terakhir di isi dengan Door Prize.(Napi)