Articles by "Tanggamus"
Tampilkan postingan dengan label Tanggamus. Tampilkan semua postingan


Tanggamus (Pikiran Lampung) - 
Pantai Napal di Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan Induk Kabupaten Tanggamus yang indah mulai dilirik dan dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung. 

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) provinsi Lampung, Bobby Irawan menyatakan siap membantu pengembangan Pantai Napal, Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. 

Bobby Irawan  mengungkapkan, pantai Napal kecamatan kelumbayan  memang  sangat bagus dan layak dikembangkan. 

"Kami  siap membantu untuk memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat sadar wisata dan kami  juga bisa  membantu Alat  pengeras suara untuk arahan kepada pengunjung,," ungkap Bobi didampingi  Kabid Promosi  dan publikasi  Disparekraf, Melly Rianti.pada Pikiran Lampung, di Ruang Kerjanya, Senin (19/02 2024).

Ia melanjutkan, beberapa langkah lainnya sedang dipelajari untuk pengembangan pantai Napal dan destinasi wisata lainnnya di Tanggamus. " Sektor pariwisata ini merupakan salah satu program andalan pak Gubernur Arinal, jadi harus kita dukung sama -sama untuk rakyat Lampung Berjaya, "pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rizki salah satu warga setempat mengatakan, saat ini pantai Napal sudah mulai dikunjungi oleh warga sekitar.  

"Ya udah banyak om yang datang tapi paling dari dekat -dekat sini saja," jelasnya, Sabtu (06/01/2024) kepada Pikiran Lampung. 

Menurutnya, saat ini belum. ada  fasilitas pendukung, seperti pondok atau toilet umum. Akses jalan menuju le pantai ini juga masih perlu perhatian dari pemerintah  baik pusat, provinsi maupun Kabupaten Tanggamus. 

"Ya Kami berharap ada perhatian dari pemerintah om, baik untuk akses jalan maupun fasilitas yang ada di pantai,  Jelasnya.

Untuk diketahui, Wisata Pantai Napal di  Desa Napal Kecamatan kelumbayan Tanggamus Lampung, belum dikelola oleh pihak  manapun, garis pantai  yang indah  di tutupi pasir putih yang halus bak hamparan permadani,  Air laut yang bersih,  ombak nya yang bersahabat  di tambah dengan bentuk Pantai nya yang landai, sehingga cocok untuk ber santai  dan ber swafoto. 

Namun, akses menuju pantai Napal tidak terlalu sulit, jika dari Bandar Lampung hanya memakan waktu 2 jam melalui rute Bandarlampung melalui akses jalan pesisir Kabupaten Pesawaran arah Kelumbayan dan Teluk Kiluan. (Az)


Tanggamus (Pikiran Lampung) -
Tim SAR Gabungan temukan Komariah (50) dalam kondisi meninggal dunia pada, Rabu (14/02/2024).

Sebelumnya dilaporkan bahwa korban tidak kembali saat mencari udang di aliran sungai Way Tebu pada Selasa (13/02/24) sore. Korban diduga hanyut dan terbawa arus sungai Way Tebu. 

Pada malam hari tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian hingga 1,5 km dari lokasi kejadian namun masih nihil. Selanjutnya pencarian dilaksanakan pada Rabu pagi.

Pada pencarian hari ke 2 Rabu (14/02) tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Lampung, Babinsa, Babinkamtibmas, BPBD Tanggamus, Puskesmas Sumanda, RAPI dan masyarakat sekitar melaksanakan briefing pukul 07.00 WIB dan membagi menjadi 3  SRU (SAR Rescue Unit).

SRU I melaksanakan pencarian dari lokasi kejadian menuju titik pencarian I (jarak 0,41 km). SRU II dan III melaksanakan pencarian dari titik pencarian I ke titik pencarian ke II (jarak 2,5 km dari titik I).

Sekitar pukul 09.30 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tersangkut diantara tumpukan bambu di sungai dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada koordinat 5°22'45.00"S 104°48'33.00"E atau sekitar 1.1 km dari lokasi kejadian.

Koordinator Pos SAR Tanggamus Robi Rusli melaporkan langsung kepada Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah selaku SMC (SAR Mission Coordinator).

"Korban hanyut di Sungai Way Tebu telah ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sumanda untuk diserahkan kepada pihak keluarga.", jelas Robi. (Ady)


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - Keinginan warga Lampung Peminggir yang ada di Kabupaten Tanggamus  untuk punya 'Rumah Sendiri' alias kabupaten baru terpisah dari induk, sangat besar. Para tokoh di daerah ini juga telah membentuk panitia untuk mewujudkan impian mereka punya kabupaten serndiri. 

 Banyak rencana pemekaran daerah atau Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) yang telah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri. Pemekaran daerah adalah pemecahan Daerah Provinsi atau Labupaten/Kota menjadi dua atau lebih daerah baru.

Peraturan terbaru yang mengatur tentang pemekaran Daerah adalah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemekaran daerah semakin banyak dilakukan setelah diberlakukannya otonomi daerah agar daerah dapat mengelola wilayah secara maksimal.

Pemekaran daerah baru atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Lampung menjadi topik hangat dengan berbagai manfaatnya untuk generasi penerus, pun demikian halnya untuk Kabupaten Tanggamus.

Para tokoh Adat dan tokoh Masyarakat yang bermukim di 5 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Bulok, Kecamatan limau, Kecamatan Cukuh Balak, Kecamatan Kulumbayan, dan Kelumbayan Barat yang berada di wilayah Kabupaten Tanggamus telah lama memimpikan DOB di wilayahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para tokoh-tokoh di lima Kecamatan tersebut dengan membentuk tim kecil kepanitiaan serta terus berupaya untuk mencari solusi agar dapat mewujudkan impian lahirnya kabupaten baru di wilayah Lampung Peminggir.

"Upaya para tokoh tersebut salah satunya adalah dengan membentuk Presidium dan mendaulat Siruaya Utamawan, S.E., CACP. sebagai Ketua Umum (Ketum), Dr. Wahyan, S.E., M.M. sebagai Sekretaris Umum, juga menunjuk Drs. Rusli Soheh, M.M. sebagai Ketua Harian," ungkap Wahyan dalam bincang santai melalui sambungan telepon, Minggu (04/02/2024).

Di tempat terpisah, Siruaya ketika diminta tanggapannya menyampaikan terima kasih dan terharu, serta kesediaannya untuk menakhodai Presidium Penyambutan Kabupaten Cukuh Bandakh Lima. 

Menurut Siruaya, gagasan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru dikarenakan banyak yang lupa akan sejarah, wilayah di 5 Kecamatan ini terdiri dari kampung-kampung tua yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Lampung, tapi ironi karena tidak mendapat perhatian yang cukup sehingga menjadi daerah terisolir dan lambatnya pembangunan.

"Dengan lahirnya Presidium Daerah Otonomi Baru, akan menstimulasi gagasan guna mewujudkan harapan masyarakat akan hadirnya pemerataan pembangunan, dan mempermudah akses layanan publik serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Siruaya Utamawan, pria kelahiran Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak ini.

Senada dengan Siruaya, Wahyan mengatakan bahwa pemekaran wilayah di Kabupaten Tanggamus akan memberi kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang.

"Dengan adanya pemekaran wilayah, maka akan dibangun fasilitas-fasilitas penunjang untuk meningkatkan kemampuan generasi muda,"pungkas Wahyan. (Ady)

Direktur LCW Juendi Leksa Utama, S.H. Foto Dok Pikiran Lampung

Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - lembaga yang selama ini aktif dan konsen menyuarakan pemberantasan korupsi Lampung Corruption Watch (LCW), ikut angkat suara dengan munculnya dugaan penyelewengan dana desa di Tanggamus. 

Oleh karenanya, LCW meminta agar dugaan korupsi dana Desa di Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan Induk, kabupaten Tanggamus diusut hingga tuntas. " Kami ikut mantau berita dugaan korupsi dana desa Napal di harian Pikiran Lampung,  kami minta agar ini diusut hingga tuntas, termasuk semua yang terlibat, "jelas Direktur LCW Juendi Leksa Utama, di Bandarlampung, Minggu (4/2/2024).

Pihaknya juga kata Wendi, akan terus memantau kasus ini, dan akan menurunkan tim sebagai bahan laporan LCW. " Kita akan pantau terus dan rencananya kami akan turunkan tim, kami akan ikut kawal masalah ini di Kejari, bila perlu ke Kejati dan ke KPK, sebab ini uang rakyat tidak bisa dibuat main - main, "tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kakon Napal Amin belum merespon konfirmasi yang dilayangkan oleh Pikiran Lampung melalui WhatsApp. 

Diberitakan sebelumnya, dugaan Kepala Pekon (Kades) Napal, Kecamatan Kelumbayan Induk Kabupaten Tanggamus terus mencuat. 


Merespon ini, pihak Kejari Tanggamus langsung melayangkan surat panggilan terhadap oknum kakon dimaksud. 

 Tindakan Kejari Tanggamus ini merespion dari pengaduan masyarakat Pekon Napal yang dilayangkan secara resmi beberapa waktu lalu. Bahkan sumber Pikiran Lampung menyebutkan, indikasinya, jika selain kakon napal, ada dua kakon lain serta satu oknum anggota dewan dapil setempat yang juga ikut dipanggil. 

Informasi yang diperoleh pikiran Lampung dari warga setempat membenarkan jika pihak  Kejari Tanggamus" membenarkan  bahwa telah  memanggil Kepala Pekon  Napal Kecamatan kelumbayan induk ,beserta aparat lainnya.

" Ya benar, kami akan memanggil  juga aparat  Pekon lainnnya, baik dari Pekon Napal dan yang lain," ujar Budi, salah satu jaksa penyidik di Kejari Tanggamus Lampung Saat dihubungi Pikiran Lampung. kemarin. Namun, pihak kejari Tanggamus belum membeberkan secara lengkap  hasil dari pemanggilan tersebut.

 Seperti diberitakan sebelumnya, ibarat Gula dan Madu, dana desa memang terasa sangat manis. Sehingga terkadang, para kepala desa sampai lupa alas khilaf untuk merealisasikan uang negara tersebut dengan benar. 

Salah satunya yang terjadi di Desa atau pekon Napal induk, Kecamatan Kelumbayan Induk, Kabupaten Tanggamus. Dimana, terindikasi telah 'Mainkan' alias korupsi  Dana Desa, Kepala Pekon Napal, Kecamatan kelumbayan induk, Kabupaten Tanggamua  dilaporkan ke Kejari Tanggamus, Lampung oleh warga pekon setempat, pada 11 Januari  2024 lalu.

" Saudara Amin Rosid  Kepala Pekon Napal  Kami laporan ke  Kejari Tanggamus, satu pekan yang lalu,"jelas Ansori perwakilan warga setempat, Rabu (17/1/2024). Atas laporan dugaan telah kantongi Dana Desa Selama 1 Tahun ini. 

Namun, laporan tersebut belum ditanggapi oleh pihak kejari Tanggamus. "Tapi, setelah laporan tersebut dibuat sampai sekarang belum ada tindak  lanjut dari pihak  Kejari,"kata warg. (zai/ady)


Tanggamus (Pikiran Lampung
)- Dugaan Kepala Pekon (Kades) Napal, Kecamatan Kelumbayan Induk Kabupaten Tanggamus terus mencuat. 

Merespon ini, pihak Kejari Tanggamus langsung melayangkan surat panggilan terhadap oknum kakon dimaksud. 

 Tindakan Kejari Tanggamus ini merespion dari pengaduan masyarakat Pekon Napal yang dilayangkan secara resmi beberapa waktu lalu. Bahkan sumber Pikiran Lampung menyebutkan, indikasinya, jika selain kakon napal, ada dua kakon lain serta satu oknum anggota dewan dapil setempat yang juga ikut dipanggil. 

Informasi yang diperoleh pikiran Lampung dari warga setempat membenarkan jika pihak  Kejari Tanggamus" membenarkan  bahwa telah  memanggil Kepala Pekon  Napal Kecamatan kelumbayan induk ,beserta aparat lainnya.

" Ya benar, kami akan memanggil  juga aparat  Pekon lainnnya, baik dari Pekon Napal dan yang lain," ujar Budi, salah satu jaksa penyidik di Kejari Tanggamus Lampung Saat dihubungi Pikiran Lampung. kemarin. Namun, pihak kejari Tanggamus belum membeberkan secara lengkap  hasil dari pemanggilan tersebut.

 Seperti diberitakan sebelumnya, ibarat Gula dan Madu, dana desa memang terasa sangat manis. Sehingga terkadang, para kepala desa sampai lupa alas khilaf untuk merealisasikan uang negara tersebut dengan benar. 

Salah satunya yang terjadi di Desa atau pekon Napal induk, Kecamatan Kelumbayan Induk, Kabupaten Tanggamus. Dimana, terindikasi telah 'Mainkan' alias korupsi  Dana Desa, Kepala Pekon Napal, Kecamatan kelumbayan induk, Kabupaten Tanggamua  dilaporkan ke Kejari Tanggamus, Lampung oleh warga pekon setempat, pada 11 Januari  2024 lalu. 

" Saudara Amin Rosid  Kepala Pekon Napal  Kami laporan ke  Kejari Tanggamus, satu pekan yang lalu,"jelas Ansori perwakilan warga setempat, Rabu (17/1/2024). Atas laporan dugaan telah kantongi Dana Desa Selama 1 Tahun ini. 

Namun, laporan tersebut belum ditanggapi oleh pihak kejari Tanggamus. "Tapi, setelah laporan tersebut dibuat sampai sekarang belum ada tindak  lanjut dari pihak  Kejari,"kata warg. (zai/ady) 


Tanggamus (Pikiran Lampung) -
Kondisi jalan tanjakan di Pekon/Desa Taman sari Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung rusak parah, tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah setempat, Sabtu (27/01/2024). 

Warga Dusun Bojong atas mengatakan, kondisi jalan tersebut saat ini sudah tanah campur batu dan lobang yang dalam yang dulu pernah di bangun beton oleh pihak Pekon melalui anggaran dana desa ADD  sehingga dapat membahayakan dan sulit dilalui para pengendara jika jalan tersebut tidak ditimbun.

Saleh warga dusun Bojong atas mengatakan, "Jalan yang paling parah berada di titik tanjakan Dusun Bojong Atas. Jalan tersebut tampak hanya tersisa beberapa bagian yang masih memiliki beton, sedangkan selebihnya sudah berupa tanah dan bebatuan"ungkapnya.

Kondisi jalan yang rusak itu membuat masyarakat harus ekstra hati-hati, sebab tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh dan mobil yang kembali mundur lantaran tak kuat menanjak akibat kondisi jalan yang rusak.

"Cekungan di pendakian jalan sudah dalam, sehingga membuat pengendara kesulitan katanya.

Dia menyebut, di lokasi tersebut pengendara roda dua sudah sering terpeleset dan terjatuh, sehingga mengalami luka lecet, terlebih bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi jalan tersebut, dikarenakan mereka tidak mengetahui kondisi jalan

“Sudah banyak pengendara yang jatuh di jalan tersebut dan kendaraan roda dua sering terpeleset," katanya.

Disisi lain warga sekitar mengatakan masyarakat ingin pihak terkait memberi perhatian terkait rusaknya jalan tersebut. Pasalnya, kata dia, kondisi jalan tanjakan menghambat aktivitas, terutama perekonomian.

"Warga mengungkapkan, jalan di Kampung ini terutama di tanjakannya dicueki sama pemerintah, tidak Ada kebijakan untuk warga masyarakat, masyarakat ingin maju jalannya ingin diperbaiki dan bagus," Ungkap warga. (Nuri) 


Tanggamus (Pikiran Lampung
)- Sungguh sangat miris dan memperihatinkan kondisi SDN 1 Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayaan Induk, Kabupaten Tanggamua dalam kondisi rusak berat. Kondisi ini semakin menjadi-jadi, sebab pemerintah kabupaten Tanggamus terindikasi minim perhatian dengan gedung tempat mencetak generasi muda ini. 

Dalam penelusuran wartawan Pikiran Lampung. kondisi bamgunan, terutama  lantai, ruang kelas,dan pelaponnya sudah  hancur lantainya. 

"Pelapon sudah pada bolong akibat tetesan hujan, Sehingga sangat mengganggu  Kenyamanan guru dan siswa dalam melaksanakan proses engajar,dan Belajar,"ujar Aris salah seorang warga setempat, yang diaminkan juga oleh Fikar dan Makmur warga lainnnya, Sabtu (20/1/2024). 

Bahkan, kata dia, jika hujan beberapa baju siswa dan guru basah karena beberapa atap juga sudah rusak. 

Menurut, Mazdalena, warga lainnya,  satu tahun lalu bangunan ininpernah diusulkan warga tapi hongga kini belum dilirij oleh Pemkab Tanggamus. 

" Tahun lalu sudah disurveu dari pihak dinas PU Tanggamus, ,tapi hingga  sekarang Belum ada tindakan selnjutnya,," jelas Zainul Aini, warga Napal lainnya. 

Wali dari salah satu murid di sekolah tersebut ini berharap, ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Tangamus dan Provinsi bahkan Pusat. " Kami hanya bisa berharap sama Pak PJ Bupati dan Gubernur Lampung agar sekolah kami ini bisa segera diperbaiki, "harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan para pengajar/guru SDN 1 pekon Napal agar pemerintah bisa segera memperbaiki sekolah ini. (.zainiri/ady)




Tanggamus (PIKIRAN LAMPUNG
) -Ibarat Gula dan Madu, dana desa memang terasa sangat manis. Sehingga terkadang, para kepala desa sampai lupa alas khilaf untuk merealisasikan uang negara tersebut dengan benar. 

Salah satunya yang terjadi di Desa atau pekon Napal induk, Kecamatan Kelumbayan Induk, Kabupaten Tanggamus. Dimana, terindikasi telah 'Mainkan' alias korupsi  Dana Desa, Kepala Pekon Napal, Kecamatan kelumbayan induk, Kabupaten Tanggamua  dilaporkan ke Kejari Tanggamus, Lampung oleh warga pekon setempat, pada 11 Januari  2024 lalu. 

" Saudara Amin Rosid  Kepala Pekon Napal  Kami laporan ke  Kejari Tanggamus, satu pekan yang lalu,"jelas Ansori perwakilan warga setempat, Rabu (17/1/2024). Atas laporan dugaan telah kantongi Dana Desa Selama 1 Tahun ini. 

Namun, laporan tersebut belum ditanggapi oleh pihak kejari Tanggamus. "Tapi, setelah laporan tersebut dibuat sampai sekarang belum ada tindak  lanjut dari pihak  Kejari,"kata warga  Napal  tersebut.

 Pihaknya berharap banyak kepada aparat Kejari agar secepatnya oknum kepala pekon  tersebut bisa diproses. "Karena kami tidak tahan atas perlakuan semena-mena l Amin Rosid  dan sudah 1 tahun ini Kakon Amin Rosdi tidak Ada di tempat, " jelas. mereka. 

"Kami juga ingin ada pembangunan di desa kami agar ada kemajuan dan juga ada sedikit kesejahteraan seperti Desa yang lain,"cap Ansori dan warga.

Dengan adanya pemberitaan dan laporan yang sudah masuk, Pihaknya sangat mengharapkan kepada Dinas Kejari Tanggamus dapat merespon cepat untuk proses aduan ini. 

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kakon belum bisa dihubungi dan belum memberikan klarifikasi. AZ)


Tanggamus (Pikiran Lampung
)-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kota Agung menerima kunjungan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanggamus, AKBP Rinaldo Aser yang disambut oleh Kepala Rutan (Karutan) Kota Agung, Benny M Saefullah beserta jajaran, Jumat (12/01).

Kunjungan Kapolres ini dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus berkoordinasi guna memperkuat sinergitas antar Aparat Penegak Hukum (APH) dan juga sekaligus memastikan keamanan dalam menghadapi pemilu.

Karutan menyampaikan terima kasih kepada Kapolres telah melakukan kunjungan ke Rutan Kota Agung untuk mempererat sinergitas. Selain itu sebagai bagian untuk menciptakan suasana yang aman dan damai menghadapi Pemilu mendatang di Rutan Kota Agung.

"kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres Tanggamus telah menyempatkan diri untuk berkunjung ke Rutan Kota Agung. Kami berharap dukungan dan bantuan keamanan dari Polres Tanggamus yang selama ini telah berjalan dengan baik dapat dilanjutkan demi kondisi keamanan dan ketertiban (kamtib) di Rutan Kota Agung ini apa lagi untuk menghadapi Pemilu mendatang" ucap Benny.

Sementa itu , AKBP Rinaldo menerangkan bahwa dirinya sebagai Kapolres Tanggamus selalu siap membantu keamanan di Rutan Kota Agung dengan memerintahkan baik jajaran Polres maupun Polsek untuk menggerakkan personilnya untuk melakukan Patroli ke Rutan Kota Agung.

“Terimakasih Pak Karutan dan jajaran sudah menerima kedatangan kami untuk bersilaturahmi. Kami siap membantu untuk melakukan Patroli sambang ke Rutan Kota Agung untuk memastikan keamanan dan keterlibatan di Rutan Kota Agung menjelang pemilu," terang AKBP Rinaldo.

Karutan Kelas IIB Kota Agung menyebut pihaknya salah satu UPT Pemasyarakatan yang memiliki tempat pemungutan suara (TPS). Khususnya untuk memenuhi hak pilih Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Karena mengingat di Rutan Kelas IIB Kota Agung sendiri memiliki 2 (dua) TPS khusus dengan banyaknya jumlah pemilih yang dapat ikut andil dalam memberikan suaranya," kata Benny. (ady) 


Tanggamus (Pikiran Lampung
)- Saat Imi kondisi jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tanggamus rusak parah. Terutama yang ada di kecamatan  Kelumbayan Barat dan Kelumbayan Induk.

Dari penelusuran tim Pikiran Lampung, Kerusakan jalan provinsi tersebut  mulai Way Rate Pesawaran. "Yang paling parah tepa nya di desa Sidoharjo sepanjang jalan menuju daerah  Upang upang menuju kabupaten Tanggamus, "ujar Zainul Ani warga setempat, Ahad (7/1/2024). 

Dikatakannya, dia dan keluarga beserta warga lainnya, hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. 


"Saya hampir setiap hari melalu jalan ini bang, dari kelumbayan induk merasa kesusahan ijika melewati jalan ini, " jelasnya. 

Bahkan, lanjutnya, tidak jarang mobil mogok di tengah tengah tanjakan Upang  upang. " Jalannya rusak parah pak, bahkan banyak mobil yang mogok," tambah  Rafi Uddin warga setempat. 


Padahal, kata warga tersebut, jika jalan ini bagus, bisa melancarkan kunjungan le objek wisata dan angkutan hasil pertanian. 

" Pak Gubernur Arinal kami baca di media Pikiran Lampung kan saat ini lagi giat membangun serta memperbaiki jalan, nah tolong dong pak tempat kami ini diperbaiki juga ya, " ujar Mahdalena dan Susi Pratiwi warga setempat. 


Sementara itu, kepada Pikiran Lampung, Kadis BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah mengatakan bahwa jalur pantai pesisir Pesawaran hingga Tanggamus, termasuk di Kelumbayan ini akan jadi prioritas untuk dibangun dan diperbaiki pada tahun 2024 ini. "Ya doakan saja, 2024 kita akan prioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan di sekitar Kelumbayan hingga perbatasan Pesawaran, " tegasnya baru -baru ini. (Zainiri



 Polsek Talang Padang Tangkap Seorang Tersangka Pembobol Toko Jhon Yakub


Tanggamus - Polsek Talang Padang berhasil mengungkap kasus pembobolan toko Jhon Yakub di Pekon Sukarame Kecamatan Talang Padang. Pada Jumat, 27 Oktober 2023, RF (30), seorang karyawan, ditangkap karena terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

RF, (Rifki) bersama seorang pelaku lainnya yang masih buron diketahui memiliki pengetahuan mendalam tentang toko korban sehingga berhasil menggondol barang berharga, termasuk uang tunai senilai Rp12 juta dan berbagai jenis rokok.

Korban, John Hartono, merasa heran karena tokonya sudah empat kali menjadi target pencurian. Meski wajah pelaku tertutup dalam rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi RF melalui upaya penyelidikan yang intensif.


Tanggamus (Pikiran Lampung)-
Kapolsek Talang Padang AKP Bambang Sugiono, S.H mengatakan, tersangka RF ditangkap saat berada di Bekasi Jawa Barat dengan barang bukti yang diamankan berupa handphone Samsung yang hilang dari toko korban.

Selain menangkap RF, pihaknya juga berhasil mengidentifikasi pelaku lain yakni inisial WA merupakan rekan kerja RF yang saat ini masih dilakukan pencarian sebab kabur dari wilayah Talang Padang dan ditetapkan DPO.

"Untuk tersangka RF, ditangkap saat berada di Bekasi, Jawa Barat,"  kata AKP Bambang Sugiono, mewakili Kapolres Tangggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K., Kamis 4 Januari 2024.

AKP Bambang menjelaskan, kronologi kejadian pada 27 Oktober 2023 sekitar pukul 00.30 WIB, dua pelaku RF diduga masuk ke toko milik korban melalui atap. Mereka menggasak uang, rokok, handphone samsung dan kamera Sony.

"Dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp17 juta sehingga melapor ke Polsek Talang Padang," jelasnya.

Kapolsek mengungkapkan, awalnya para pelaku merasa tidak dikenali, sehingga kedua pelaku tetap bekerja di toko tersebut, namun korban merasa aneh, ketiga hendak mengambil rekaman video CCTV ternyata dekoder CCTV juga hilanh, beruntung korban sempat mengcapture rekaman pelaku yang masuk ke toko melalui handphonenya.

"Berdasarkan kecurigaan itu, dan foto pelaku yang masuk ke toko dan tim berusaha melakukan penangkapan. Namun saat itu kedua pelaku sadar sedang dicari sehingga mereka terlebih dahulu kabur," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dalam perkara tersebut berupa kotak handphone  Samsung type A71 warna hitam disita dari korban saat melapor hand phone Samsung type A71 warna hitam disita dari pelaku RF.

"Untuk uang tunai telah habis dipakai tersangka dan barang-barang juga telah habis dijual, oleh para pelaku," ujarnya.

Saat ini, tersangka RF dan barang bukti ditahan di Mapolsek Talang Padang. Terhadapnya dijerat pasal 363 ayat 2 KUHPidana. "Ancaman hukuman 9 tahun penjara," tandasnya. (ady)


Tanggamus (Pikiran Lampung)
- Ahmad Rizki Alghoni " Balita laki laki (5) tahun mengalami disabilitas Celebral Falsy (Lumpuh Otak). Balita tersebut dari pasangan suami istri (Pasutri) Alhamuddin dan Rohana di Pekon Tebabunuk, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung.

Ahmad Rizki Alghoni " Balita disabilitas Celebral Falsy tersebut membutuhkan uluran tangan dari para dermawan dan Pemerintah terkait di kabupaten setempat.

Saat disambangi di kediamannya, Alhamuddin, mengatakan sebagaimana layak orang tua selalu penuh kasih sayang merawat buah hati cinta mereka dengan penuh kasih sayang dan sabar.

“Kami merawat anak kami penuh dengan kesabaran. Berbagai tantangan dalam mengasuh anak sudah menjadi hal yang biasa di dalam sebuah rumah tangga, sebagai keluarga kita harus selalu siap sigap dalam menghadapi apapun resikonya,” kata dia, 

Dia menuturkan, beberapa tantangan yang di alaminya merasakan khawatir di tengah kesibukannya sebagai buruh tani serabutan dan juga harus membawa terapi untuk anak mereka.

“Saya seorang buruh ekonomi keuangan pas-pasan harus rutin membawa berobat terapi sebulan dua kali ke Rumah Sakit Umum Daerah Mitra Husada Pringsewu untuk buah hati saya yang mengidap Celebral Falsy. Namun, saya tidak patah semangat untuk kesembuhan anak saya,” ujar dia.

Dirinya berharap, atas nama kemanusiaan semoga ada orang baik memberikan bantuan bisa meringankan beban yang dipikul oleh keluarganya.

“Semoga ada dermawan yang bisa membantu biaya pengobatan anak saya,” harapan dia.(*)





Tanggamus (Pikiran Lampung) -
Seorang petani dari Pekon Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, ditemukan meninggal dunia di bawah pohon bambu dekat sungai Way Semaka, Pekon Sudimoro Induk, pada Minggu 10/12/2023.

Kapolsek Semaka, Iptu Lusiyanto, S.H, menyatakan bahwa pihaknya, setelah mendapatkan informasi  tersebut, melakukan identifikasi dan evakuasi korban dengan bantuan warga setempat menuju rumah duka sekitar pukul 18.30 WIB.

"Korban bernama Wagiman (68), warga Pekon Sudimoro Bangun, Semaka," kata Iptu Lusiyanto, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K.

Kapolsek menjelaskan, bahwa pihaknya berkolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan tidak ada luka atau tanda penganiayaan, nadi tidak teraba, tidak ada nafas, dan tubuh sudah mulai kaku.

"Korban diperkirakan meninggal di tempat selama lebih dari 4 jam, diduga akibat sakit," jelasnya.

Kronologi kejadian dimulai pada siang hari sekitar pukul 10.00 WIB, ketika keluarga mengetahui Wagiman beraktivitas di sekitar sungai Semaka dekat tempat tinggalnya. Namun, hingga pukul 18.00 WIB, Wagiman tidak kembali pulang.

Keluarga yang merasa khawatir kemudian melakukan pencarian, dan dalam waktu kurang dari satu jam, mereka menemukan Wagiman tidak bergerak dan tubuhnya kaku di bawah pohon bambu dekat sungai Way Semaka Pekon Sudimoro.

"Keluarga meminta bantuan warga untuk evakuasi mayat dan membawanya pulang, serta melaporkan kepada kepala pekon dan meneruskan ke Polsek Semaka," ungkapnya.

Iptu Lusiyanto menambahkan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, Wagiman memiliki riwayat penyakit asma dan sering merasa lemas saat beraktivitas berlebihan.

"Keluarga menerima dengan lapang dada kepergian Wagiman. Proses pemakaman dijadwalkan pada hari Senin, 11 Desember 2023," tandasnya. (*)




Tanggamus (Pikiran Lampung) - Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Tanggamus Provinsi Lampung sejak pukul 18 sore Wib, Kamis (30/11/2024) menyebabkan kebanjiran. 

Hingga pukul 21 malam ini hujan belum reda dan masih terus mengguyur beberapa wilayah Tanggamus. Bahkan  debit air semakin membesar hingga masuk ke rumah warga. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun Pikiran Lampung menyebutkan jika beberapa wilayah banjir mulai mengkhawatirkan.  Salah satunya di Pekon (Desa) Tegokh Kecamatan Cukuh Balak. 
Terlihat warga yang ada di pekon itu, mulai. siaga keluar rumah. 
Menurut Rizky salah satu warga pekon tersebut, hujan mulai mengguyur wilayah itu sejak sore hari hingga malam ini. ' Iya pak sejak sore hujannya sangat deras, ini banjir di kampung kami, air sudah masuk. rumah, "jelasnya saat dihubungi Pikiran Lampung malam ini. 

Hingga saat ini belum ada pihak betwajib yang bisa dihubungi atau memberikan keterangan terkait musibah banjir ini. (Zainiri) 



Tanggamus (Pikiran Lampung)-
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) Dinas Sosial Provinsi Lampung, melaksanakan penjangkauan dan rehabilitasi sosial langsung kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Tanggamus, Rabu (22/11/2023).

Pelaksanaan yang dipusatkan di Aula GSG Islamic Center Desa Kedamaian, Kecamatan Kota Agung tersebut, telah menyentuh langsung sebanyak 110 penyandang disabilitas, serta dilaksanakan penyerahan alat bantu kursi roda 20 buah, Kruk ketiak 2 buah, alat bantu dengar 7 buah, tongkat netra 2 buah, kursi roda khusus 1 buah, dan tripod 2 buah.

Program inovasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sebagai bentuk kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas itu, mendapat apresiasi dari Pj. Bupati melalui Sekda Kabupaten Tanggamus Drs. Hamid Heriansyah Lubis M.Si, yang hadir pada penutupan kegiatan tersebut, sekaligus turut menyerahkan alat bantu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung, melalui Dinas Sosial Provinsi lampung yang telah memberikan bantuan kepada Penyandang Disabilitas yang ada di Kabupaten Tanggamus. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang kurang beruntung karena mengalami disabilitas, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan aksesibilitasnya seperti Alat bantu dengar, tongkat, kursi roda, kaki dan tangan palsu, dan lain sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si mengatakan, Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) adalah kegiatan jemput bola dimana Dinas Sosial sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) memberikan layanan rehabilitasi di dalam panti, yang sifatnya menunggu kehadiran penyandang disabilitas.

Pada kegiatan Yansos Jejama ini tim mencari dan mendatangi para penyandang disabilitas, di desa dan kecamatan untuk diberikan layanan rehabilitasi yang sama seperti layanan rehabilitasi di dalam panti.

Tim Yansos Jejama terdiri dari tenaga medis (dokter) RSU Abdoel Moeloek, Perawat Kejiwaan dari RSJ, Psikolog dan pekerja sosial, bekerja diawali dengan pemeriksaan oleh tim medis untuk menentukan derajat kedisabilitasan, dilanjutkan assesment oleh psikolog dan pekerja sosial, yang hasilnya dalam bentuk rekomendasi jenis intervensi yang diberikan kepada penyandang disabilitas.


Pelaksanaan kegiatan itu sesuai dengan misi ketiga Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas, guna mewujudkan rakyat Lampung berjaya.

Perlu diketahui dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DWP Tanggamus Ibu Nuraini, Kepala Desa Setempat, beserta perangkat desa, kecamatan, dan Pejabat di Kabupaten Tanggamus. (*)