Articles by "- ekonomi"
Tampilkan postingan dengan label - ekonomi. Tampilkan semua postingan


Lampung (Pikiran Lampung) -
Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukan kinerja penjualan Desember 2023 mengalami pertumbuhan positif secara tahunan. 

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Desember 2023 sebesar 127,85 atau tumbuh sebesar 10,80% (yoy), sedikit meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan November 2023 yang sebesar 10,49% (yoy). Secara bulanan, kinerja penjualan eceran Desember 2023 tercatat tumbuh sebesar 6,62% (mtm), meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 2,13% (mtm). 

Meningkatnya kinerja penjualan eceran tahunan kota Bandar Lampung terutama didorong oleh peningkatan penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh sebesar 26,76% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan 24,05% (yoy) pada bulan sebelumnya, terutama pada kelompok bahan bakar minyak. 

Dari sisi ekspektasi harga 3 bulan dan 6 bulan yang akan datang, responden memperkirakan bahwa tekanan inflasi akan stabil pada Maret 2024 dan menurun pada Juni 2024. 

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Maret 2024 sebesar 154,90, stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pedagang eceran memprakirakan tekanan inflasi tertahan oleh pasokan berlebih serta distribusi yang lancar. 

Sementara itu, intensitas tekanan inflasi diperkirakan mereda pada Juni 2024 tercermin oleh Indeks Ekspektasi Harga Umum Juni 2024 yang tercatat sebesar 176,47, lebih rendah dibandingkan dengan 184,31 pada Mei 2024. (*) 



Lamsel (Pikiran Lampung) ---
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi  meresmikan dimulainya Revitalisasi Pembangunan Pasar Natar di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (25/1/2024).

Pembangunan ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Pasar Natar pada 5 Mei 2023. Saat itu, Arinal menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan atas instruksi Presiden Jokowi untuk dibangunnya kembali Pasar Natar ini.

"Pasar yang semula pasar tradisional menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, efektif dan tertata. Mari kita bekerjasama, membangun Pasar Natar maju dan berjaya," ujar Arinal.


Hadir Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Essy Asiah mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto.

Arinal mengatakan Pasar Natar memiliki sejarah dan keunikan tersendiri.

Menurutnya, melalui revitalisasi ini berusaha untuk mempertahankan warisan tersebut sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.

"Dengan hidupnya pasar tradisional Natar ini, tentunya dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan," katanya.

Arinal menjelaskan dengan kolaborasi dan komitmen bersama antara pemeritah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan Pasar Natar akan berdampak positif secara signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.


"Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Pasar Natar. Melalui revitalisasi pasar ini, kita berupaya menciptakan pasar tradisional yang lebih modern, nyaman, dan ramah pengunjung," katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan keinginan untuk membangun kembali Pasar Natar ini sangat direspon oleh Presiden Jokowi.

"Pak Jokowi kalau dengar keluhan rakyat itu langsung direspon. Begitu datang kemari (Pasar Natar) saya bilang kepada Presiden, pasar ini pernah terbakar, pedagangnya banyak dan jadi andalan masyarakat. Tidak lama langsung pasarnya diperintah untuk dibangun," ujar Zulhas.

Zulhas mengatakan dengan bangunan baru nantinya, Kecamatan Natar akan mempunyai pasar yang bagus, dan menjadi ikon Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Lampung Selatan.

"Ini atas kolaborasi kerjasama Pusat, Provinsi dan Kabupaten serta para pedagang sehingga pasar ini bisa kita wujudkan," katanya.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Essy Asiah mengatakan dari kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Natar beberapa waktu lalu, pihak PUPR diberikan amanah untuk langsung menyiapkan pembangunan Pasar Natar ini.

"Dalam waktu yang cukup singkat, memang kita diharuskan untuk segera menyiapkan perencanaannya. Alhamdulillah ini bisa terkontrak di akhir Desember 2023 kemarin," ujar Essy.

Essy menyebut Pembangunan Pasar Natar ini ditargetkan akan selesai pada September 2024.

"Kita akan kejar, September Insha Allah kita akan menyelesaikan kegiatan ini. Mohon doa semuanya, untuk sama-sama berkoordinasi dan membantu pelaksanaan terbangunnya pasar ini," katanya.

Ia menjelaskan dengan biaya konstruksi sebesar Rp44,42 Milyar dan didesain bangunan gedung hijau, pasar ini memiliki luas lahan 6.462 m2 dengan luas bangunan 6.839 m2. 

Disiapkan lapak sebanyak 496 unit, lalu ruko sebanyak 18 unit dan kios sebanyak 286 unit, dengan total jumlah pedagang sebanyak 800 pedagang.

"Hasil dari pembangunan Pasar Natar ini, tentunya akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Lampung Selatan serta memberikan nilai manfaat langsung kepada para pedagang maupun masyarakat sekitar," katanya.

Dalam kegiatan ini, dilaksanakan juga Operasi Pasar Beras Medium dalam rangka pengendalian inflasi untuk 15 Kabupaten/Kota.(tiwi)

J


akarta (Pikiran Lampung
) --- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat total pengguna pemesanan tiket online kapal ferry secara mandiri via Ferizy terus bertambah dan kini sudah mencapai 1,976 juta user.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan sebelum akhir 2008, ASDP masih menerapkan penjualan tiket secara manual di pelabuhan. Pada akhir 2008, mulai diberlakukan RFID ticketing dengan konsumen tetap membeli tiket di pelabuhan dan mendapatkan tiket keras (RFID) yang dicetak di loket pelabuhan.

Selanjutnya, pada Agustus 2018, konsumen masih membeli tiket di pelabuhan, namun sudah bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan prepaid card (cashless) di mesin EDC. "Lalu, sejak 2020, ASDP mulai menerapkan tiket online dengan konsumen dapat membeli tiket di manapun dan kapanpun melalui web dan mobile apps Ferizy atau sales cannel Ferizy lainnya," kata Shelvy.

Ia menjelaskan bahwa melalui tiket online, pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti mobile banking, e-wallet, gerai ritel, i-banking, dan lainnya. Lalu, konsumen akan menerima e-tiket secara real time dan selanjutnya dapat melakukan _check in_ di Pelabuhan sesuai jam yang telah ditentukan.

"Dengan penerapan tiket online secara mandiri via Ferizy ini, maka konsumen semakin mudah dan cepat sekaligus perjalanan menjadi lebih nyaman, aman, dan lancar," katanya.

Naik 33 Persen Tahun 2023

Shelvy merinci jumlah user Ferizy pada periode 1 Maret 2020 hingga 31 Desember 2020 tercatat mencapai 438.105 user atau 22% dari total keseluruhan. Selanjutnya, jumlah user pada periode 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2021 bertambah 354.700 user atau 18% dari total keseluruhan, disusul periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 bertambah 527.730 user atau 27% dari total keseluruhan, dan terakhir, jumlah user periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2023 mencapai 655.951 user atau 33% dari total keseluruhan. Dengan demikian, total user Ferizy sejak 1 Maret 2020 hingga 31 Desember 2023 mencapai 1.976.486 user

"Dengan terus bertambahnya _user_ setiap tahunnya sejak diluncurkan tahun 2020, kini _user_ Ferizy telah mendekati 2 juta pengguna. Artinya, ASDP sukses menjalankan inovasi digitalisasi ticketing dalam empat tahun perjalanan transformasi bisnis perusahaan," ujarnya.

Shelvy menambahkan hingga November 2023, terdapat 20 pelabuhan yang telah menerapkan sistem reservasi online, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Pototano, Kayangan, Tanjung Kalian, Gorontalo, dan Pagimana. 

Untuk pilihan pembayaran nontunai dapat dilakukan melalui 11 _virtual account_, 3 _e-wallet_, 5 gerai retail, 3 _internet banking_ dan 6 _sales channel_. Sedangkan, pembayaran tiket _go show_ dapat dilakukan melalui 13 _virtual account_, 5 _e-wallet_, dan 4 kartu uang elektronik. Serta, terdapat total 8 sales channel Ferizy melalui Alfamart, Indomaret, Alfamidi, Agen BNI 46, Agen BRILink, Agen Delima, AgenBJBBiSA!, dan Tiket.com.

Lebih jauh Shelvy mengatakan bahwa ASDP  memahami pentingnya untuk terus beradaptasi  dengan tren teknologi yang terus berkembang, yang diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada seluruh pengguna jasa."Digitalisasi telah menjadi keharusan dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi pembayaran pada layanan transportasi," ujarnya. 

Menurutnya, digitalisasi sebagai bukti kontribusi ASDP dalam memperlancar konektivitas antar wilayah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tujuannya, tentu saja untuk turut serta dalam pengembangan ekonomi daerah melalui sektor logistik dan pariwisata," tutur Shelvy menandaskan.(Bong Lubis) 


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - Pemprov Lampung di bawah komando Gubernur Arinal Djunaedi terus mengembangkan program Wisata berjaya. Yang tujuannya untuk tetus mengembangkan sektor Pariwisata Lampung agar semakin maju dan membawa dampak ekonomi Lampung secara keseluruhan. 

Oleh Karenanya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan promosi beragam destinasi wisata. Salah satunya di Kabupaten Pesisir Barat dan sekitarnya untuk menambah jumlah pilihan destinasi wisata serta menarik kunjungan wisata.


"Sebenarnya di Provinsi Lampung ini sudah mulai menyebar wisatawannya, dari sebelumnya hanya ke tempat wisata serta pantai-pantai yang ada di Kabupaten Pesawaran sekarang sudah mulai ke Lampung Selatan dan sekitarnya," ujar Bobby Irawan, di Bandarlampung, kemarin. 

Ia mengatakan, untuk menarik kunjungan wisata sekaligus menambah jumlah pilihan destinasi wisata bagi wisatawan, pemerintah daerah pun akan meningkatkan promosi beragam destinasi wisata di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat dan sekitarnya.

“Pasar wisata di Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat peminatnya banyak dari turis mancanegara. Tapi domestik pun banyak kemarin di musim libur akhir tahun banyak wisatawan dari Bengkulu, Sumatera Selatan tepatnya Baturaja dan Martapura berwisata ke Pesisir Barat,” katanya.

Selain promosi dalam mengoptimalkan kunjungan wisata, pemerintah daerah juga akan melaksanakan banyak kegiatan yang menarik minat wisatawan, sekaligus mempermudah aksesibilitas menuju ke berbagai destinasi wisata di Pesisir Barat dan Lampung Barat.

“Sekarang memang masih terbatas yang mau ke Pesisir Barat karena jaraknya cukup jauh. Jadi kami coba untuk meningkatkan aksesibilitas dari udara yang diintensifkan dengan memanjangkan landasan, akan lebih baik lagi kalau penerbangan bisa berlanjut dari Bali-Lampung-Krui," ujarnya.

Sebab, kata Bobby, dengan panjang garis pantai lebih dari 280 kilometer, keindahan pantai serta pegunungan di Pesisir Barat serta Lampung Barat sudah tidak bisa diragukan lagi.

Menurut dia, melalui upaya pemerintah daerah untuk menarik kunjungan serta memperluas pilihan destinasi wisata di Provinsi Lampung terutama di Pesisir Barat dan Lampung Barat, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2024.

“Mudah-mudahan Pesisir Barat dan Lampung Barat ini menjadi potensi besar pariwisata Lampung ke depan serta menjadi pusat destinasi wisata di Lampung yang menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara,” tambahnya. (ant/p1) 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) -
Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukan kinerja penjualan November 2023 mengalami pertumbuhan positif secara tahunan. 

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan November 2023 sebesar 119,91 atau tumbuh sebesar 10,49% (yoy), meskipun melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan Oktober 2023 yang sebesar 11,60% (yoy).

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran November 2023 tercatat sebesar 2,13% (mtm), meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,53% (mtm).

Meningkatnya kinerja penjualan eceran kota Bandar Lampung terutama disebabkan oleh penjualan suku cadang dan aksesori yang tumbuh sebesar 6,79% (mtm), meningkat jika dibandingkan dengan 1,90% (mtm) pada bulan sebelumnya, terutama didorong oleh suku cadang dan aksesori mobil.

Dari sisi ekspektasi harga tiga bulan dan 6 bulan yang akan datang, responden memperkirakan bahwa tekanan inflasi akan meningkat pada Februari 2024 dan Mei 2024.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Februari dan Mei 2024 masing-masing sebesar 154,90 dan 184,31, lebih tinggi jika dibandingkan dengan 152,94 dan 170,59 pada Januari 2024. Pedagang eceran memprakirakan bahwa kenaikan harga tersebut terutama didorong oleh harga bahan baku yang semakin meningkat. (*)




Lamsel (Pikiran Lampung
)-----Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung melakukan senam bersama di Kebun PKK Agropark Provinsi Lampung, Sabah Balau, Lampung Selatan, Jum'at (12/01/2023). Kegiatan ini sebagai salah satu langkah Gubernur Arinal dalam meningkatkan sektor pariwisata di Bumi Ruwa Jurai. 

Senam tersebut berlangsung meriah dan lancar dibalut dengan suasana bertajuk Jumat Ceria.


Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal meminta kepada seluruh jajaran OPD terkait untuk dapat mempromosikan Kebun Wisata dan Edukasi PKK Agropark Lampung ke masyarakat luas.

"Lokasi ini memiliki potensi yang besar untuk dijadikan destinasi wisata edukasi dengan mengajak anak-anak," ujar Arinal. 

Seperti diketahui, PKK Agropark Lampung merupakan wisata dengan nuansa taman yang bertujuan untuk mengedukasi dan memperkenalkan pertanian. 

PKK Agropark Lampung berlokasi di Jalan Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Provonsi  Lampung, di lokasi tersebut pengunjung dapat mencicipi buah-buahan yang ditanam di sana secara gratis pada masa panen tiba. 

Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa Agro Park ini harus diinisiasi dengan baik oleh semua pihak, seperti Perguruan Tinggi, Dinas terkait dan seluruh pemangku kepentingan dan secara bersama melakukan pengembangan yang pada akhirnya akan menjadi lokasi wisata, Edu wisata, dan pengembangan lainnya.


Gubernur Arinal berharap agar pengembangan dan inovasi berbagai hal  dapat dilakukan, sehingga lahan ini dapat menjadi pusat wisata yang diminati.

"Nantinya di tempat ini akan dikembangkan juga beberapa fasilitas pendukung, diantaranya dibidang perikanan, peternakan dan kuliner," ujar Arinal. 

Mengakhiri kegiatan Jum'at Ceria tersebut, Gubernur Arinal bersana jajaran Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Provinsi Lampung menanam bibit pohon di kawasan Kebun Agropark PKK Provinsi Lampung.

Kemudian meninjau lokasi sekitar Kebun PKK Agropark Lampung, antara lain kolam ikan, kebun mentimun, kebun cabai, kebun jambu, kebun terong, rumah pembibitan tanaman, serta kolam pembibitan ikan nila, dan kandang ternak. (tiwi)


LAMTIM ( Pikiran
Lampung )- Para nelayan. yang ada di Kabupaten Lampung Timur 'menjerit'. Hal ini disebabkan turunnya harga penjualan hasil komoditas nelayan, yakni ikan teri. 

Dimana, penurunan harga teri  nasi sejak satu minggu belakangan dikeluhkan para buruh nelayan dan pengepul di Kabupaten Lampung Timur. 

Saiful (31), buruh nelayan di Desa Muara Gadingmas, Labuhan Maringgai, mengatakan, harga teri nasi sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp6 ribu per kg.

"Sudah satu pekan ini harga teri nasi anjlok menjadi Rp6 ribu per kilo, sebagai buruh nelayan tidak akan mampu menolak harga yang ditentukan oleh pengepul," kata dia, Rabu (10/1/2024).

Dengan harga Rp6 ribu, keuntungan yang harus dibawa Saiful pulang tidak lebih dari Rp50 ribu. Uang segitu kata dia, hanya untuk keperluan makan bersama keluarga di rumah.

Saiful mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak mengenai harga yang ditentukan pengepul sebab keterikatan modal usaha tergantung dengan tengkulak atau pengepul.

"Kami tidak mungkin berani menawar harga, berapapun harga tetap kami terima, apalagi kapal yang kami gunakan juga kapal milik bos yang membeli teri nasi hasil tangkapan kami," terangnya.

Anjloknya harga teri nasi disebabkan kualitas teri yang dinilai buruk. Ukuran teri yang terlalu kecil membuat penampung besar yang ada di Jakarta menurunkan harga.

"Bagaimana kami tidak membeli murah dengan nelayan, sementara penampung besar di Jakarta sana menurunkan harga, kalau kami tidak ikut pangsa pasar, kami bisa gulung tikar, karena tidak ada tempat menampung lagi," terang pengepul teri nasi di Muara Gadingmas, Hardiansyah.

Bukan hanya turunnya harga teri nasi yang menjadi kendala, Hardiansyah mengatakan, musim hujan juga berdampak pada pengepul seperti dirinya. Dengan musim hujan biaya produksi pengolahan teri nasi bertambah besar.

"Kalau kami pinginnya harga teri nasi normal, kenapa? keuntungan juga akan bertambah, apalagi sekarang musim hujan upah penjemuran meningkat, yang tadinya sehari bisa kering sekarang bisa tiga hari," kata Hardiansyah.

Sebagai pengepul, Hardiansyah tidak akan mungkin menolak pelanggannya berapapun jumlahnya harus tetap dibeli. Sementara saat ini hasil tangkap teri nasi berlimpah. Hardiansyah bisa membeli 7 ton dalam sehari.

Kepala Desa Muara Gadingmas Wahyono mengatakan, di desanya jumlah perahu kusus berburu teri nasi ada 200 unit, sehingga wajar produksi teri cukup berlimpah di musim baratan ini.

Dengan berlimpahnya hasil tangkap teri nasi dan murahnya harga teri saat ini, bukan hanya nelayan yang memiliki dampak, tapi pengepul juga berdampak .

Bahkan dampaknya bukan dari faktor harga saja melainkan fenomena cuaca juga menjadi faktor keluhan pengepul.

"Kalau nelayan mengeluh harga murah sehingga keuntungan sedikit. Pengepul juga mendapat harga rendah di Jakarta sana dan harus membeli dengan jumlah besar," kata Wahyono.

Pengaruh dari musim hujan, pengepul harus mengolah lebih dulu teri nasi yang di beli dari nelayan, jika sehari tidak bisa kering maka pengepul merugi sebab teri nasi tidak bisa dijual ke Jakarta. ( Supriyadi )


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - Program Unggulan Gubernur Lampung Dr Ir. H. Arinal Djunaidi salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan produksi Perikanan di Bumi Ruwa jurai. Hal ini untuk mewujudkan nelayan yang sejahtera dan berjaya. 

 Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengembangkan budidaya lobster air tawar untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya sekaligus menjaga kelestarian lobster.


"Budidaya lobster di air tawar ini sudah kami coba, salah satunya di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan saat ini diperbolehkan untuk membudidayakan lobster, tetapi benih bening lobster tidak boleh keluar dari daerah asal, harus tetap di daerah hasil tangkapan. Jika ingin dibawa keluar untuk keperluan penelitian harus ada surat keterangan asal (SKA) benih bening lobster.

Dia menjelaskan budidaya lobster air tawar selain dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, juga telah coba dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan serta nelayan binaan dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA).

"Budidaya lobster ini dicoba di kelompok nelayan budidaya dan dilakukan di keramba jaring apung yang ada di Teluk Semangka, di perairan dekat Bandarlampung dan Bengkunat di Kabupaten Pesisir Barat. Yang dibudidayakan ini juga semua ada aturannya, untuk pendederan pertama benih bening lobster ukurannya harus lima gram," ucapnya.

Kemudian untuk pendederan level dua ukuran benih bening lobster harus 5--30 gram, dan untuk pembesaran level pertama ukuran benih bening lobster harus lebih dari 30--150 gram, sedangkan pembesaran tingkat dua harus di atas 150 gram dan tidak boleh yang sedang bertelur.

"Yang sedang diujicobakan untuk dibudidayakan serta dikembangbiakkan saat ini kebanyakan adalah benih bening lobster hasil tangkapan ilegal. Jadi ada sebagian yang dilepasliarkan ke alam dan sebagian untuk penelitian serta budidaya di air tawar," tambahnya. 

Ia mengatakan selain melakukan budidaya lobster air tawar untuk tetap menjaga kelestarian lobster di habitatnya, pihaknya telah bekerja sama dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) perikanan untuk mencegah penyelundupan benih bening lobster di daerah-daerah habitat lobster di Provinsi Lampung. (ant/pl) 


Bandarlampung (Pikiran Lampung
)-Mengawali tahun 2024, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menunjukkan konsistensinya dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060. Pasalnya, PLN UID Lampung bersama PT Uway Energi Perdana berhasil mengoperasikan 2 unit Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Besai Kemu di Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara pada hari Senin (8/1).

Pengoperasian 2 unit pembangkit yang berkapasitas 2 x 3,5 Megawatt (MW) tersebut berdasarkan pada Berita Acara Tanggal Operasi Komersial yang ditandatangani antara PLN UID Lampung dan PT Uway Energi Perdana pada hari Jumat (5/1) lalu.

Saleh Siswanto, General Manager PLN UID Lampung mengatakan, saat ini bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada subsistem Lampung berada pada kisaran 42%. Hal itu menurutnya sudah diatas target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) pada tahun 2033 bauran Energi Terbarukan dan Energi Baru (ETEB) sebesar 26,8%.

"Kita bersyukur hari ini telah sukses beroperasi PLTM Besai Kemu berkapasitas 2 x 3,5 MW yang merupakan pembangkit EBT di Lampung. Sehingga dapat berkontribusi menaikkan rasio bauran EBT atau energi hijau khususnya di Provinsi Lampung," ujar Saleh Siswanto.

Menurut Saleh, pada kondisi normal PLTM Besai Kemu dengan kapasitas 2 x 3,5 MW mampu menghasilkan energi bersih sebanyak 39 Gigawatt Hour (GWH) per tahun. 

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) merupakan teknologi yang memanfaatkan aliran air untuk dirubah menjadi energi mekanik dengan menggerakkan turbin generator hingga menghasilkan energi listrik yang bersih dan ramah lingkungan. PLTM Besai Kemu adalah salah satu pembangkit _Independent Power Producer_ (IPP) dan merupakan PLTM ketiga yang beroperasi di Lampung setelah PLTM Batu Brak dan PLTM Sukarame.

Sementara, Asep Iwan Gunawan selaku Presiden Direktur PT Uway Energi Perdana mengatakan, pihaknya bersyukur telah menyelesaikan pembangunan hingga PLTM Besai Kemu mampu beroperasi 100% dengan baik. Menurutnya, PLTM Besai Kemu sukses dalam pembangunan hingga beroperasi dengan baik, tentunya atas dukungan dan kerjasama dari semua pihak yang ada di Lampung.

"PLTM Besai Kemu diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung terutama bagi masyarakat sekitar. Pertama, sebagai usaha penyediaan energi bersih, listrik yang dihasilkan PLTM Besai Kemu ini menjadi penguatan pasokan bagi subsistem kelistrikan di Lampung. Kedua, hadirnya PLTM Besai Kemu juga menyerap tenaga kerja baru dari masyarakat sekitar di Kecamatan Bukit Kemuning," ungkap Asep. (sap) 


 Bandarlampung (Pikiran Lampung) - Gubernur Lampung terus berpacu dengan berbagai program untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui pembangunan dan pengelolaan kapal penyeberangan eksekutif. 

Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan kesiapan untuk mengelola kapal penyeberangan milik pemerintah daerah pada 2025 melalui skema kerja sama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan pihak swasta.

"Pemerintah Provinsi Lampung melalui BUMD sudah melakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaan penyeberangan Bakauheni-Merak melalui pengoperasian kapal penyeberangan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan pengoperasian kapal penyeberangan jenis eksekutif yang akan dikelola pemerintah daerah itu dilakukan usai selesainya pengerjaan pembangunan kapal tersebut.

"Operasional akan dilakukan pada 1 tahun mendatang, sebab saat ini kapal masih dibuat dengan waktu pengerjaan delapan bulan sampai 1 tahun ini," katanya.

Bambang menjelaskan kapal dengan kapasitas di atas 5.000 GT yang direncanakan bisa menampung 150 kendaraan itu akan diberi nama Dalom Lintas Berjaya.

"Kapal ini akan diberi nama Dalom Lintas Berjaya, kapasitas besar lebih besar dari Kapal Legundi. Dan kapal ini akan bernuansa Lampung di semua ruangan, kalau bisa ada ruang untuk bisa mengadakan kegiatan disana," ucapnya.

Menurut dia, melalui pengelolaan tersebut, maka Pemerintah Provinsi Lampung akan memiliki bisnis penyeberangan dan kapal penyeberangan sendiri untuk melayani penyeberangan rute Bakauheni-Merak.

"Kerja sama ini menggunakan sistem build operate transfer. Jadi selama 20 tahun operasional nanti kapal akan menjadi milik pemerintah daerah sebab usia kapal ini kan bisa 40-50 tahun dan selama 20 tahun operasional pemerintah daerah mendapatkan pendapatan dari situ ini menjadi potensi bisnis untuk daerah juga," tambahnya.

Menurut dia, bisnis pemerintah daerah melalui kerja sama BUMD dengan swasta di bidang pelayaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah di kemudian hari.

"Operasional kapal ini dalam 1 tahun mendatang pasti akan menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian. Kalau memang memungkinkan akan ada penyeberangan-penyeberangan lain yang bisa dioperasikan seperti Mesuji-Bangka Belitung dan rute lainnya untuk meningkatkan pendapatan daerah," ucapnya. (ant/p1) 


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - Catatan Pengelolaan Pemprov Lampung di bawah kendali Gubernur Arinal Djunaidi pada tahun 2023 melalui BPKAD dinilai sangat baik. Dimana, Pemprov Lampung merah WPP ke-9 pada tahun 2023 serta penghargaan utama dari Kantor berita Pikiran Lampung. Ini menjadi salah satu deretan prestasi yang berasil diraih Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. 

Untuk sekadar mengingatkan, Anggota V BPK RI selaku Pimpinan Keuangan Negara V Ir. H. Ahmadi Noor Supit menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022 kepada Gubernur Lampung yang disaksikan Ketua DPRD Provinsi Lampung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Lampung, di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Senin (08/05/2023) lalu.

Pemerintah Provinsi Lampung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-9 kalinya secara berturut-turut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022. 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan bahwa Opini BPK RI tersebut adalah bentuk dari tanggung jawab dan hasil kerja keras seluruh pihak, baik dari OPD selaku entitas akuntansi, OPD selaku entitas pelaporan dan DPRD sebagai pihak legislatif.

“Opini WTP terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022 yang diberikan oleh BPK RI, pada hakekatnya merupakan suatu pencapaian atas kinerja Pengelola Keuangan Pemerintah Provinsi Lampung yang selama ini kita lakukan,” kata Gubernur Arinal Djunaidi.

Gubernur mengungkapkan, Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022 telah selesai disusun dan telah diaudit sesuai prosedur oleh BPK RI sebelum batas waktu maksimal yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

“Apresiasi terhadap semua pihak yang melaksanakan proses tersebut menjadi lebih cepat, dan tepat waktu. Harapan kami, dimasa yang akan datang, kualitas laporan keuangan juga dapat terus ditingkatkan,” kata Gubernur.

Raih Penghargaan Utama Pikiran Lampung

Kemudian untuk mengingatkan kembali, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi diberikan anugerah penghargaan khusus dari jajaran Media Pikiran Lampung Group.. 
Penghargaan ini diberikan kepada Gubernur Arinal Djunaidi atas berbagai prestasi yang diraihnya untuk Provinsi Lampung. Terutama di sektor Pertanian melalui kartu Petani Berjaya, sektor Ekonomi, pembangunan di berbagai  bidang serta pengelolaan keuangan yang baik. Dengan diraihnya opini WTP 9 kali berturut-turut. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO Pikiran Lampung grup Hersoli Rizwan Nunyai atau biasa disapa wawan Nunyai Kepada Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala BPKAD Lampung Marlindo Kurniawan, ST, MM, di  kantor Pemprov Lampung, Rabu (30/8/2023).lalu. 

Menurut Wawan, penghargaan ini diberikan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi murni sebagai bentuk apresiasi atas kinerja serta prestasi yang sudah ditorehkan sang Gubernur untuk  kemajuan Provinsi Lampung. 
" Penghargaan ini kami berikan ke pak Arinal Djunaidi sebagai bentuk apresiasi kami selaku insan pers khususnya jajaran Pikiran Lampung Grup terhadap kinerja serta berbagai prestasi beliau selama menjadi Gubernur Lampung, "jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili oleh kepala BPKAD saat menerima penghargaan ini mengucapkan terimakasih kepada pihak jajaran media Pikiran Lampung Group. 

" Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih atas penghargaan ini, salam hangat dari pak Gubernur Arinal Djunaidi, maaf beliau tidak bisa menerima penghargaan ini secara langsung karena sedang ada kegiatan yang tidak bisa beliau tinggalkan dan mendelegasikan kepada saya untuk menerima penghargaan ini. Namun, hal ini tidak mengurangi rasa hormat beliu kepada jajaran Pikiran Lampung group, "jelas Kepala BPKAD Lampung Marlindo Kurniawan didampingi oleh Kasubag Pengendalian Keuangan BPKAD Lampung, Ibrahim Tirtayasa.

Serahkan DBH 1,2 Triliun Ke Kabupaten-Kota

Kemudian catatan baik lainnya, Pemprov Lampung selama 2023 teah  menyalurkan sebesar Rp1,2 triliun dana bagi hasil (DBH) ke kabupaten/kota se-provinsi Lampung. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto diruang kerjanya, Rabu (3/1/2024) kepada sejumlah awak media. 

"Jadikan pada 2019 kita defisit Rp1,7 triliun, atas kerja keras kita semua sudah bisa kita selesaikan. Tunggakan-tunggakan masa lalu lah ya. Selanjutnya pada 2023 sudah tersalurkan 4 triwulan dan 3 triwulan pajak rokok total Rp1,2 triliun," ujar Fahrizal.

Dia menyebut dari total realisasi APBD Provinsi Lampung 2023 sebesar Rp6,4 triliun, Rp1,2 triliun diantaranya merupakan DBH yang sudah di transfer. Sekda menekankan pembayaran DBH memang terdampak persoalan masa lalu.

"APBD 2023 kita realisasinya Rp6,4 triliun dan Rp1,2 triliun sudah kita transfer. Jadi 2023 sudah transfer 4 triwulan, karena ini dampak dari masa lalu, karena kita tidak bisa sekaligus, kalau sekaligus macetlah. Dan kami konsisten tiap tahun 4 triwulan kita bayar," jelasnya. 

Pembayaran tersebut terdiri dari DBH Pajak Daerah TW II 2022, Pajak Daerah TW III 2022, Pajak Daerah TW IV 2022, dan Pajak Daerah TW I 2023 serta Pajak Rokok TW IV 2022, Pajak Rokok TW I 2023, Pajak Rokok TW II 2023, dan Pajak Rokok TW III 2023.

Fahrizal melanjutkan, pemerintah kabupaten/kota juga harus segera menggunakan dana transfer ini sesuai dengan peruntukannya. "Seperti pajak rokok untuk bidang kesehatan, DBH pajak daerah itukan sumbernya PKB dan BBN-KB, berarti fokusnya pada infrastruktur," katanya. (red







Bandarlampung (Pikiran Lampung
)- Pemprov Lampung dengan komando Gubernur Arinal Djunadi semakin giat unttuk memajukan dunia pariwisata. Salah satunya dengan membangun dan memperbaiki akses transportasi jalan, terutama yang menuju ke lokasi destinasi wisata. 

Dimana, melalui Dinas BMBK, pemprov Lampung telah merampungkan 14 ruas jalan di berbagai lokasi selama kurun wkatu 2023 lalu. Hal ini juga sinergi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif Lampung yang terus menggalakan berbagai promosi dan mengembangkan lokasi wisata baru. Dengan akses jalan semakin baik dan didukung oleh situasi yang aman serta banyaknya destinasi yang wah, maka tak pelak wisata Lampung semakin 'Mencorong' atau terkenal ke seluruh penjuru Indonesia dan Dunia. 

Hal ini dibuktikan dengan ramainya kunjungan pelancong baik lokal maupun internasional pada libur akhir tahun 2023 lalu. Dimana, dari laporan pandangan mata tim Pikiran Lampung, mobil dengan plat luar Lampung, baik dari Sumatera maupun Jawa ramai menghiasi jalan di Lampung. Begitu juga dengan hunian hotel yang full untuk semua tipe kamar di hampir semua hotel di Lampung.


Terbaru, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung penuh dibukanya rute penerbangan Lampung - Bali yang telah berlangsung sejak November 2023 dan Lampung-Yogyakarta yang akan dimulai 21 Januari 2024 melalui Bandara Radin Inten II.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima Audiensi Manajemen PT Angkasa Pura Bandara Raden Intan II Lampung, di Ruang Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu, (03/01/2024). 

“Rute penerbangan dari Lampung-Bali maupun sebaliknya akan memberikan efek yang baik bagi pariwasata di Provinsi Lampung, potensi turis asing maupun dalam negeri yang datang dari Bali akan meningkat, Selain itu, rute baru ini akan membantu memulihkan pariwisata di Provinsi Lampung setelah pandemic Covid-19," ungkap Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal berharap dengan dibukanya dua rute baru yaitu Denpasar, dan Yogyakarta akan dapat terus menaikan minat Masyarakat untuk datang ke Provinsi Lampung ataupun mempermudah Masyarakat Lampung yang hendak mudik ke Yogyakarta ataupun Bali.

Executive General Manager Bandara Radin Intan II Untung Basuki menjelaskan bahwa kedatangan Manajamen PT Angkasa Pura II Bandara Raden Intan II ini terkait melaporkan data traffic Bandara Raden Intan II. 

"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas ketersediaan bapak Gubernur dapat menerima kehadiran kami," ujar Untung. 

Untung menjelaskan bahwa pada November 2023, Bandara Raden Intan II melalui maskapai Air Aisa membuka rute penerbangan Lampung (TKG) - Denpasar (DPS).

Hal tersebut berdasarkan surat keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara nomor AU.012/74/20/DRJU-DAU-2023 tentang Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan Dalam Negeri PT. Indonesia AirAsia Rute Denpasar (DPS) - Tanjung Karang (TKG) pulang pergi Periode Winter 2023.

Hal tersebut diikuti pula oleh maskapai Lion Air dengan berdasarkan surat keputusan nomor AU.012/77/17/DRJU-DAU-2023 tentwng Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan Dalam Negeri PT. Lion Mentari Airlines Rute Tanjung Karang (TKG) - Kulon Progo Yogyakarta (YIA) PP Periode Winter 2023.(Tiwi


Bandarlampung (Pikiran Lampung)-
Walaupun turun sedikit dari tahun sebelumnya, namun nilai ekspor produk dari Provinsi Lampung tetap tinggi dengan tujuan yang berbeda pada tahun 2023 lalu. 

Dimana, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor Lampung pada periode Januari-November 2023 mencapai 4,27 miliar dolar Amerika Serikat.

"Nilai ekspor Provinsi Lampung di periode Januari-November 2023 lalu mencapai 4,27 miliar dolar Amerika Serikat, sedangkan di periode yang sama di 2022 nilai ekspor berjumlah 5,18 miliar dolar Amerika Serikat. Dalam ekspor ini ada sepuluh golongan barang utama yang menyumbang ekspor di Lampung," ujar Kepala BPS Lampung Atas Parlindungan Lubis, dalam keterangannya secara daring di Bandarlampung, Rabu.
 
Ia merincikan untuk sepuluh golongan barang utama ekspor Lampung meliputi bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, kopi, teh, rempah-rempah, olahan dari sayur, buah, dan kacang, ampas, sisa industri makanan, gula dan kembang gula, ikan, krustasea dan moluska, produk kimia, olahan dari daging ikan, karet dan barang dari karet.
 
"Untuk negara tujuan utama ekspor di Provinsi Lampung meliputi Malaysia dengan nilai ekspor 205,71 juta dolar Amerika Serikat, Amerika Serikat sebanyak 630,32 juta dolar Amerika Serikat, Tiongkok 565,12 juta dolar Amerika Serikat, India 549,49 juta dolar Amerika Serikat," katanya.
 
Kemudian Kenya dengan jumlah nilai ekspor sebesar 43,31 juta dolar Amerika Serikat, Pakistan 350,74 juta dolar Amerika Serikat, Spanyol 122,56 juta dolar Amerika Serikat, Korea Selatan 201,36 juta dolar Amerika Serikat, Filipina 103,31 juta Amerika Serikat, dan Italia sebesar 218,74 juta Amerika Serikat.

Sehingga total nilai dari 10 negara tersebut sebesar 2,99 miliar dolar Amerika Serikat, dan 1,28 miliar dolar Amerika Serikat berasal dari negara tujuan ekspor lainnya.
 
"Dan kontribusi ekspor berdasarkan sektor untuk pertambangan sebesar 868,99 juta dolar Amerika Serikat, pertanian 438,48 juta dolar Amerika Serikat, dan industri pengolahan sebesar 2,97 miliar dolar Amerika Serikat," tambahnya.
 
Sedangkan bila dilihat per bulan yakni di November 2023 dengan nilai ekspor sebesar 429,64 juta dolar Amerika Serikat, bila dibandingkan bulan yang sama di 2022 dengan jumlah 441,19 juta dolar Amerika Serikat. Maka nilai ekspor Lampung mengalami penurunan sebesar 11,55 juta dolar Amerika Serikat atau turun 2,62 persen. (ant/P1) 


Bandarlampung (Pikiran Lampung)-— Hiruk pikuk hembusan angin dana bagi hasil (DBH) langsung dijelaskan dengan tuntas oleh pihak Pemprov Lampung. Hal ini agar tidak. menimbulkan salah persepsi dan multi tafsir di masyarakat. 

Dimana, Pemprov Lampung selama 2023 teah  menyalurkan sebesar Rp1,2 triliun dana bagi hasil (DBH) ke kabupaten/kota se-provinsi Lampung. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto diruang kerjanya, Rabu (3/1/2024) kepada sejumlah awak media. 

"Jadikan pada 2019 kita defisit Rp1,7 triliun, atas kerja keras kita semua sudah bisa kita selesaikan. Tunggakan-tunggakan masa lalu lah ya. Selanjutnya pada 2023 sudah tersalurkan 4 triwulan dan 3 triwulan pajak rokok total Rp1,2 triliun," ujar Fahrizal.

Dia menyebut dari total realisasi APBD Provinsi Lampung 2023 sebesar Rp6,4 triliun, Rp1,2 triliun diantaranya merupakan DBH yang sudah di transfer. Sekda menekankan pembayaran DBH memang terdampak persoalan masa lalu.

"APBD 2023 kita realisasinya Rp6,4 triliun dan Rp1,2 triliun sudah kita transfer. Jadi 2023 sudah transfer 4 triwulan, karena ini dampak dari masa lalu, karena kita tidak bisa sekaligus, kalau sekaligus macetlah. Dan kami konsisten tiap tahun 4 triwulan kita bayar," jelasnya. 

Pembayaran tersebut terdiri dari DBH Pajak Daerah TW II 2022, Pajak Daerah TW III 2022, Pajak Daerah TW IV 2022, dan Pajak Daerah TW I 2023 serta Pajak Rokok TW IV 2022, Pajak Rokok TW I 2023, Pajak Rokok TW II 2023, dan Pajak Rokok TW III 2023.

Fahrizal melanjutkan, pemerintah kabupaten/kota juga harus segera menggunakan dana transfer ini sesuai dengan peruntukannya. "Seperti pajak rokok untuk bidang kesehatan, DBH pajak daerah itukan sumbernya PKB dan BBN-KB, berarti fokusnya pada infrastruktur," katanya.

Saat ditanya mengapa tidak langsung dianggarkan seluruhnya, Fahrizal mengatakan tidak bisa dilakukan. Karena jika dilakukan maka akan menganggu penganggaran lainnya.

"Kalau dianggarkan sekaligus lunas tidak cukup, karena berapa 20 persen kita anggarkan untuk pendidikan, 10 persen kesehatan, 40 persen infrastruktur, 10 persen pembayaran gaji guru dan pegawai, kalau dibayarkan semua akan macet. Prinsipnya keseimbangan," jelasnya.

"Lagi pula DAU juga sudah punya tema untuk peruntukannya kan. Nah ini bagaimana TAPD menata sehingga semua bisa jalan semuanya. Jangan sampai ada yang mogok, ada gaji tidak terbayar, atau sertifikasi guru, tidak pernah kita tunda. Mudah-mudahan kedepan pendapatan lebih bagus dan realisasinya lebih lancar," tutup Fahrizal. (***)


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) ----- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung penuh dibukanya rute penerbangan Lampung - Bali yang telah berlangsung sejak November 2023 dan Lampung-Yogyakarta yang akan dimulai 21 Januari 2024 melalui Bandara Radin Inten II.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima Audiensi Manajemen PT Angkasa Pura Bandara Raden Intan II Lampung, di Ruang Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu, (03/01/2024). 

“Rute penerbangan dari Lampung-Bali maupun sebaliknya akan memberikan efek yang baik bagi pariwasata di Provinsi Lampung, potensi turis asing maupun dalam negeri yang datang dari Bali akan meningkat, Selain itu, rute baru ini akan membantu memulihkan pariwisata di Provinsi Lampung setelah pandemic Covid-19," ungkap Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal berharap dengan dibukanya dua rute baru yaitu Denpasar, dan Yogyakarta akan dapat terus menaikan minat Masyarakat untuk datang ke Provinsi Lampung ataupun mempermudah Masyarakat Lampung yang hendak mudik ke Yogyakarta ataupun Bali.


Executive General Manager Bandara Radin Intan II Untung Basuki menjelaskan bahwa kedatangan Manajamen PT Angkasa Pura II Bandara Raden Intan II ini terkait melaporkan data traffic Bandara Raden Intan II. 

"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas ketersediaan bapak Gubernur dapat menerima kehadiran kami," ujar Untung. 

Untung menjelaskan bahwa pada November 2023, Bandara Raden Intan II melalui maskapai Air Aisa membuka rute penerbangan Lampung (TKG) - Denpasar (DPS).

Hal tersebut berdasarkan surat keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara nomor AU.012/74/20/DRJU-DAU-2023 tentang Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan Dalam Negeri PT. Indonesia AirAsia Rute Denpasar (DPS) - Tanjung Karang (TKG) pulang pergi Periode Winter 2023.

Hal tersebut diikuti pula oleh maskapai Lion Air dengan berdasarkan surat keputusan nomor AU.012/77/17/DRJU-DAU-2023 tentwng Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan Dalam Negeri PT. Lion Mentari Airlines Rute Tanjung Karang (TKG) - Kulon Progo Yogyakarta (YIA) PP Periode Winter 2023.

Menurut Untung Basuki, penerbangan Lampung - Bali akan berlangsung sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu pada Hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Pesawat yang akan digunakan dalam penerbangan tersebut merupakan Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang. Untuk nomor penerbangan ialah QZ182 untuk tujuan DPS-TKG dengan jadwal keberangkatan pukul 10.50 WIB sampai 12.00 WIB. Sedangkan untuk tujuan sebaliknya TKG-DPS memiliki nomor penerbangan QZ183 dengan jadwal keberangkatan 12.25 WIB dan sampai 15.30 WIB. 

"Penerbangan perdana akan dilakukan pada tanggal 17 Januari 2024 menggunakan pesawat AirBus A320," ujar Untung.

Kepada Gubernur Lampung, Untung Basuki melaporkan data bahwa selama tahun 2023, PT Angkasa Pura telah melayani 920.295 penumpang. Jumlah tersebut mengalami kenailkan sebesar 33,5% dibandingkan dengan tahun 2022.

Dikutip dari portal berita Kompas, Direktur Utama Indoneisa AirAsia Veranita Yosephine menyampaikan bahwa rute Penerbangan Bali-Lampung merupakan rute domestik keenam yang dibuka pada tahun 2023.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung Bambang S. menyampaikan bahwa selain rute Lampung-Bali, terdapat rute penerbangan Lampung-Yogyakarta yang akan mulai beroperasi pada tanggal 21 Januari 2024.

Hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Fahrizal Darminto, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala Bapeda, Kepala BPKAD, Kadishub Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Lampung, serta Kepala Biro Perekonomian, dan Plt. Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan.

Sedangkan dari PT Angkasa pura, hadir pula Latif Nur Sasongko Ops & Service Bandara ,  Dedy Admaja Station Manager Air Asia, Widya Kurniawan Station Manager Garuda Indonesia, Tubagus Umar Station Manager Lion Group, Yan Ardianto General Manager Gapura,  Muchibullah Station Manager PTN.

(Tiwi)



Bandarlampung (Pikiran Lampung) - 
Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Lampung bulan Desember 2023 tercatat mengalami inflasi 0,01% (mtm), lebih rendah dibandingkan periode November 2023 yang mengalami inflasi 1,02% (mtm) dan rata-rata inflasi bulan Desember pada 3 (tiga) tahun terakhir yang tercatat mengalami inflasi 0,54% (mtm).

Tingkat inflasi IHK tersebut lebih rendah dari inflasi nasional dan inflasi gabungan 24 kota di wilayah Sumatera yang masing-masing mengalami inflasi 0,41% (mtm) dan 0,29% (mtm). Secara tahunan, inflasi gabungan dua kota di Provinsi Lampung bulan Desember 2023 tercatat sebesar 3,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional dan inflasi gabungan 24 kota di wilayah Sumatera yang masing-masing tercatat 2,61% (yoy) dan 2,72% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi pada bulan Desember 2023 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti: bawang merah, ikan kembung, minyak goreng, tomat dan gula pasir dengan andil masing-masing sebesar 0,064%; 0,043%; 0,042%; 0,030%; dan 0,027%. Kenaikan harga komoditas bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi pada Desember 2023.

Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh masuknya periode tanam di Jawa Tengah yang tercermin dari kenaikan harganya pada November (Rp27.250/kg) dan Desember 2023 (Rp32.410/kg). Inflasi bulanan ikan kembung yang meningkat pada Desember 2023 sejalan dengan tren historisnya, di mana terjadi penurunan produksi aneka komoditas perikanan seperti ikan tongkol, ikan kembung, udang laut, dan selar akibat meningkatnya curah hujan di tengah periode low season produksi. 

Adapun inflasi minyak goreng didorong oleh harga minyak goreng curah, yang meningkat menjadi Rp14.370/kg pada 25 Desember 2023 dibandingkan Rp14.000/kg pada 1 Desember 2023. Kenaikan harga minyak goreng curah lebih dipengaruhi dari sisi supply, di mana serapan DMO minyak goreng pada Desember 2023 hanya tercatat sebesar 63%, turun jika dibandingkan 85% pada November 2023.

Disisi lain, pada bulan Desember 2023 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami deflasi , antara lain cabai rawit, daging ayam ras, air kemasan, jeruk dan susu cair kemasan dengan andil masing-masing sebesar -0,102%; -0,051%; -0,038%; -0,022%; dan -0,022%. Laju inflasi Desember 2023 yang melambat didukung oleh penguatan upaya stabilisasi harga aneka cabai. Penurunan harga cabai rawit pada Desember 2023 dipengaruhi oleh masuknya periode panen di Mesuji pada lahan seluas 5 Ha.

Selain itu, sinergi stabilisasi harga TPID se-Provinsi Lampung pada Desember 2023 semakin intensif dengan pelaksanaan No. 26/1/Bdl/Srt/B sidak pasar, pengecekan pasokan pada gudang distributor, serta pelaksanaan operasi pasar aneka cabai yang disertai pemberian subsidi Rp10.000/kg melalui realisasi dana BTT sebesar Rp40 juta. Adapun penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi kondisi oversupply (surplus 8.841 ton) seiring dengan peningkatan produksi korporasi besar.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK gabungan dua kota di Provinsi Lampung akan terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024.

Namun demikian, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i) potensi kenaikan aggregate demand yang didorong oleh realisasi belanja Pemerintah dan Calon Legislatif/Eksekutif pada tahun politik, serta berlanjutnya penyaluran bansos; dan (ii) di sisi lain, jika daya beli masyarakat masih relatif rendah.

Hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan inflasi inti di kemudian hari akibat respon penurunan volume produksi pelaku usaha sebagai bentuk efisiensi. Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) Risiko meningkatnya harga komoditas hortikultura pada periode tanam, Cabai: Maret – Mei 2024, September – November 2024; Bawang: Mei – Juli 2024, November – Desember 2024; dan (ii) risiko inflasi beras pada 2024 perlu dimitigasi melalui penguatan tata niaga beras, termasuk pengaturan perdagangan gabah ke luar Lampung mengingat prognosa produksi padi Lampung pada 2024 diprakirakan akan terkontraksi sebesar 0,28%.

Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Prices (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah berisiko menyebabkan revisi ke atas harga minyak dan gas dunia tahun 2024; dan (ii) pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 meningkat 10%, sedangkan untuk rokok elektrik meningkat 15%.

inflasi ke depan, TPID terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K, yaitu:
1. Keterjangkauan Harga
a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.
b. Penggunaan dana BTT untuk Operasi Pasar pada triwulan IV 2023 yang difokuskan pada komoditas beras di 400 titik selama 50 hari pada (8 titik/hari). Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan PT. Wahana Raharja (BUMD) untuk pelaksanaannya dengan dukungan belanja subsidi Rp2.100/kg untuk menjaga harga beras, terutama medium, agar tetap di bawah HET yang berlaku.
c. Melakukan monitoring harga dan pasokan , khususnya pada komoditas-komoditas sbb:
· Komoditas yang perlu diwaspadai kenaikan harganya: beras, telur ayam, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir.
· Komoditas yang relatif terjaga, namun masih memiliki risiko kenaikan harga: bawang putih dan daging ayam

2.Ketersediaan Pasokan
a. Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung, utamanya untuk komoditas yang sering bergejolak di Kota IHK.
b. Perluasan Kerjasama Perdagangan antar Daerah dengan Kepulauan Riau dan Bali untuk memperkuat stabilitas harga pangan di masing-masing Provinsi
c. Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mempercepat penanaman padi, optimalisasi peran bendungan, pendistribusian bibit yang cukup resisten terhadap kekeringan, dan pendistribusian traktor/alsintan.

3.Kelancaran Distribusi
a. Memastikan kelancaran transportasi serta angkutan udara, darat, dan laut melalui koordinasi dan sinergi untuk memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga lalu lintas angkutan barang dan manusia.
b. Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung – Jakarta, perluasan rute penerbangan Lampung – Bali, serta operasionalisasi Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni.
c. Penyampaian substansi koordinasi kepada Pemerintah Daerah untuk memprioritaskan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan yang dilalui oleh angkutan barang bahan pangan.

4.Komunikasi Efektif
Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu, dan informal, melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung terkait dinamika harga dan pasokan terkini. (*)



Laporan Khusus Ad Irma

Editor   : Joe Gubaru


Tubaba (Pikiran Lampung) -

Berkenaan  libur sekolah dan akhir tahun, Tim redaksi Pikiran Lampung mengadakan liputan khusus ke berbagai daerah di Provinsi Lampung mempunyai potensi wisata. Kali ini tim. liputan khusus Pikiran Lampung berkunjung Ke bumi Ragem Sai Mangei Wawai, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (20/12/2023).

Dalam kunjungan ini, tim Pikiran Lampung menuliskan beberapa catatan tentang warisan keberhasilan pembanguan yang ditorehkan oleh Bupati semasa dijabat oleh Putra Daerah setempat Umar Ahmad. 

Dari sudut pandang umum, harus diakui dam diapresiasi bahwa saat menjabat bupati hampir dua Priode, Umar Ahmad banyak menorehkan prestasi dan melakukan berbagai trobosan penting. Di antaranya keberhasilan pembangunan Umar Ahmad dalam bidang sarana dan prasarana jalan. 


Dan saat ini dari kacamata berbagai elemen warga, Tubaba maju pesat dalam bidang ekonomi dan wisata. 

Dalam kesempatan tersebut, Tim Pikiran Pikiran Lampung kunjungi beberapa icon wisata yang ada di Tubaba seperti Islamic Center dan Uluan Hughik serta Tugu Ratho yang menjadi pusat perhatian para pengunjung. 

Salah seorang pengunjung yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah berprofesi sebagai guru yang kebetulan dalam kesempatan tersebut mereka mengadakan acara perpisahan dengan Kepala sekolah dari Kabupaten Lampung tengah mengagumi keindahan wisata islamic center tersebut.


" Lumayan bagus sih tempatnya ini , pemandangan di sekelilingnya dipenuhi dengan kolam ikan, memang cocok untuk acara dan rekreasi keluarga," ujarnya kepada Pikiran Lampung.

Di tempat yang sama , Asrap salah seorang juru kebersihan mengatakan bahwa sejak didirikannya Islamic center tersebut pada tahun 2016 silam , memang sudah menjadi pusat perhatian dan digemari masyarakat dari berbagai daerah sebagai tempat untuk berlibur .

" Sejak mulai berdirinya islamic center ini , sudah banyak pengunjung yang berdatangan kemari , kadang-kadang sampai jam sepuluh malam,"jelasnya.

Terpisah, Ulun ughik yang merupakan alternatif wisata lainnya yang ada di Tubaba juga menjadi pusat perhatian para pengunjung.

Panorama bebatuannya yang terpasang indah dengan rumah - rumah Baduy serta dilengkapi dengan rumah baca yang juga digemari para pengunjung saat ke Tubaba.

" Meskipun tak seramai di islamic center, tapi tempat ini juga bagus dan lebih sejuk," Ujar Dandi yang mengaku warga setempat.

"Ada makna tersendiri sebenarnya dari pasangan batu batu tersebut yang di konsep oleh Umar Ahmad saat menjabat sebagai Bupati Tubaba waktu itu," pungkasnya.(***) 


Jakarta (Pikiran Lampung) -
Dalam penyelenggaraan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) Tahun 2023 yang dilaksanakan tanggal 15 Desember 2023 bertempat di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Provinsi Lampung berhasil meraih predikat Provinsi Terbaik Ketiga BBWI Tingkat Kawasan Sumatra, dimana selama ini telah menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mulai dari strategi promosi digital, pelaksanaan event hingga pengembangan destinasi.

Penghargaan ABBWI untuk Pemerintah Provinsi Lampung tersebut diterima oleh Bapak Bobby Irawan selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mewakili Gubernur Lampung. Untuk Provinsi Terbaik BBWI Tingkat Kawasan Sumatra Pertama dan Kedua diraih oleh Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Kepulauan Riau.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan inisiasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bank Indonesia (BI) serta Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Penyelenggaran Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) merupakan bentuk apresiasi terhadap seluruh pemerintah daerah dan stakeholders yang mendukung implementasi program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang merupakan program turunan dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
Upaya pemerintah dalam mendukung mengembangkan destinasi wisata di Indonesia, tidak hanya di lima destinasi super prioritas namun mencakup sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif secara keseluruhan agar sektor pariwisata dan ekonomi Indonesia dapat terus maju dan berkembang.

Tanggung jawab membangun ekonomi nasional berada di pundak banyak pihak, dimana hal ini memerlukan kerja sama lintas sektor baik pusat maupun daerah serta keterlibatan aktif dari para stakeholder kepariwisataan.
Proses penganugrahan BBWI Tahun 2023 ini melalui beberapa tahapan.


Tahapan pertama dengan poin penilaian meliputi hal-hal antara lain : Pertumbuhan Pergerakan Wisatawan Nusantara, Viewers Digital Promosi sebagai pangsa dari jumlah penduduk, Tagline/Slogan Kampanye BBWI, Anggaran Pariwisata, Jumlah Event Skala Regional/Nasional/Internasional, Strategi Peningkatan Pariwisata Domestik Daerah, Destinasi Terkurasi dan Travel Pattern.

Tahapan kedua Provinsi Lampung mendapat Undangan Pemaparan Program Pariwisata oleh Pemerintah Daerah kepada Tim Reviewers BBWI untuk memaparkan Strategi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Nusantara dan Pelaksanaan Event dengan Substansi Materi Paparan terdiri dari 4 hal meliputi: Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah Mendorong Aktivitas Wisatawan Nusantara, Pemilihan Destinasi Terkurasi Unggulan Daerah, Peran Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Event dan Travel Pattern (Pola Perjalanan Wisata).

Keberhasilan Provinsi Lampung ini tentunya bukan merupakan hal yang instan, namun merupakan proses dan hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan seluruh stakeholder kepariwisataan Lampung.

Harapannya di tahun depan seluruh elemen kepariwisataan Lampung akan lebih solid dalam berkolaborasi dan berkontribusi aktif untuk membangun seluruh aspek kepariwisataan daerah. (Zai)


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) --- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan berbagai capaian Pembangunan Provinsi Lampung dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2023, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Senin (18/12/2023).

Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2023 sebagai penjelasan resmi atas kerja-kerja yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung, guna mewujudkan target-target kinerja dan janji kerja dalam bingkai pilar pembangunan selama tahun 2019 hingga tahun 2023. 

Gubernur Arinal dalam paparannya menyampaikan Pembangunan Provinsi Lampung selama kurun waktu empat tahun lebih, sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini, telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, walaupun dihadapkan pada pandemi Covid-19 di tahun 2020 yang sangat mengkhawatirkan. Sehingga kebijakan pembatasan sosial masyarakat telah berdampak pada melambatnya pergerakan ekonomi di seluruh dunia, sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami  konstraksi.  


"Namun demikian pada akhir tahun 2021, perekonomian daerah dengan upaya kita bersama mampu bangkit perlahan, menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang positif, terutama karena kontribusi sektor pertanian yang tidak banyak terdampak pandemi dan perkembangan sektor teknologi informasi yang sangat cepat," ujarnya.

Selanjutnya, lanjut Arinal, pada tahun 2022 dan 2023, kinerja pembangunan ekonomi, sosial, infrastruktur, dan lingkungan terus membaik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada Pilar Ekonomi, Gubernur Arinal menerangkan bahwa Perekonomian Provinsi Lampung tidak hanya tumbuh dengan baik setelah pandemi Covid-19, tetapi pertumbuhan tersebut memberikan dampak pada pengurangan kemiskinan, penurunan indeks gini (ketimpangan pendapatan), pengurangan pengangguran, dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

"Hal tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung merupakan pertumbuhan yang inklusif atau menciptakan pemerataan bagi sebagian besar masyarakat," jelasnya. 

Adapun pertumbuhan ekonomi Tahun 2023 pada triwulan III mencapai 4,27 persen (C to C) dan diproyeksikan pada akhir tahun 2023 mencapai 4,50 persen.

Kemudian, sektor pertanian masih menjadi sektor basis dalam struktur perekonomian Provinsi Lampung dan masih terus tumbuh, dibuktikan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada setiap Triwulan Kedua yaitu pada saat terjadi panen raya padi.  Tercatat pada Triwulan II Tahun 2022 perekonomian Lampung tumbuh sebesar 9,12 persen yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.  

Nilai tukar petani (NTP) November 2023 sebesar 115,4 atau naik sebesar 11,1 poin dari Tahun 2022 telah membuktikan membaiknya pendapatan petani dari sektor pertanian. 

Dalam meningkatkan Sektor Pertanian Lampung, Gubernur Arinal juga telah menginisiasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB). KPB sebagai program unggulan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui aplikasi digital yang memuat kebutuhan petani dan dukungan yang dapat diberikan kepada petani terkait kebutuhan sarana dan prasarana pertanian seperti benih, pupuk, pembiayaan dan kelembagaan.

Dari sisi Lampung Sebagai Tujuan Wisata dan Lampung Kaya Festival, kunjungan wisatawan hingga September 2023 mencapai 10,26 Juta wisatawan, yaitu meningkat 123% dibandingkan tahun 2022 dan Provinsi Lampung menjadi daerah kunjungan wisata terbesar ke-3 se-Sumatera. 

Pengembangan Industri Pengolahan, Ekonomi Kreatif, UMKM, dan Koperasi, Sinergi program menghasilkan jumlah UMKM yang terus meningkat mencapai 27,30% pada tahun 2022 dengan jenis produk yang semakin beragam dan indeks produksi juga meningkat.

Pada Pilar Sosial, Kinerja Pembangunan Pilar Sosial telah menunjukkan peningkatan, utamanya Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan hasil yang sangat baik yakni sebesar 2,91 poin dari 69,57 pada tahun 2019 menjadi 72,48 pada tahun 2023 dan saat ini IPM Provinsi Lampung telah mencapai kategori Tinggi. 

Kemudian, Angka Kemiskinan membaik dengan penurunan 1,51 persen, dari 12,62 persen pada tahun 2019 menjadi 11,11 persen pada tahun 2023 atau menurun sebanyak 92,99 ribu jiwa. Keberhasilan ini menempatkan Lampung menjadi 3 besar Provinsi dengan penurunan kemiskinan terbanyak tahun 2022.

Pembangunan ekonomi dan sosial tentunya tidak dapat dilepaskan dari dukungan infrastruktur dengan Agenda Kerja Infrastruktur Lampung Berjaya. Pada tahun 2023 telah dilaksanakan Inpres Jalan Daerah untuk menangani 17 ruas jalan Provinsi dan Kabupaten/Kota sepanjang 104 KM, dimana 5 ruas diantaranya merupakan jalan provinsi sepanjang 51,34 KM.  Penanganan tersebut menyumbang peningkatan Kemantapan Jalan Provinsi sebesar 1,48%, sehingga mencapai 79,29% pada Tahun 2023.  

Performa pembangunan Hukum dan Pemerintahan juga  menjadi bagian penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung. Keberhasilan agenda kerja Reformasi Birokrasi terlihat dari capaian Pemerintah Provinsi Lampung atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP); capaian Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang meningkat dari 3,02 pada tahun 2018 menjadi 3,199 pada tahun 2023 serta capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) berada pada level 93,53 persen. 

Bahkan Pemerintah Provinsi Lampung mendapat penghargaan oleh KPK-RI sebagai Pemerintah Daerah yang berdedikasi Tinggi dalam Pemberantasan Korupsi. 

Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Provinsi Lampung pada tahun 2023 mendapatkan peringkat ke-1 (satu) di Sumatera dan mendapatkan peringkat ke-4 (empat) di Indonesia, dengan predikat BAIK (3,37). 

Pada Pilar Lingkungan juga menunjukkan perkembangan yang sangat baik, Salah satunya yaitu Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca hingga mencapai 12,94% dan meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari tahun 2018 hingga 2023 sebesar 13,29 point. Indeks tahun 2023 sebesar 69,91 telah melebihi target yang ditetapkan oleh Kementerian LHK sebesar 69,09.

Sebagai  bukti  dari  keberhasilan  pembangunan tersebut, sejak Juni  2019  hingga saat ini, kinerja Gubernur Lampung telah memperoleh apresiasi dan meraih 140 penghargaan, baik dari Pemerintah Pusat maupun masyarakat.

"Seluruh capaian penghargaan yang diperoleh merupakan hasil kerja keras penyelenggaraan Pemerintah Provinsi secara terencana dan terpadu melalui dukungan Pemerintah Pusat, dan kabupaten/kota serta seluruh stakeholders terkait, dan seluruh masyarakat Lampung," ujar Gubernur Arinal.

Di akhir paparannya, Gubernur Arinal menyinggung Lampung sebagai Provinsi mandiri, di antara 10 provinsi lain di Indonesia. Dia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh komponen masyarakat yang senantiasa mendukung  dan  terlibat aktif dalam pembangunan di Provinsi Lampung.

Pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan Outlook Perekonomian Provinsi Lampung. dan Kapolda Provinsi Lampung menyampaikan terkait persiapan pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

Kegiatan ini turut dihadiri Jajaran Forkopimda Provinsi Lampung,  Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan undangan lainnya. (sap)


Mesuji (Pikiran Lampung
)---- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Ketua LKKS Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal menyerahkan bantuan sosial di Desa Wiralagamulya Kabupaten Mesuji, Kamis (14/12/2023).

Kegiatan ini merupakan inisiasi Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung dalam rangka Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ke-65.

Pemberian bantuan sosial ini diharapkan dapat menggugah masyarakat golongan mampu untuk menumbuhkan kesadaran terhadap jiwa kesetiakawanan sosial kepada masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

Tidak terbatas dalam aspek ekonomi, jiwa kesetiakawanan sosial juga mampu menumbuhkan sikap menghargai kepada sesama yang memiliki perbedaan dalam sosial, budaya bahkan keyakinan dalam beragama.


Gubernur Lampung dan Ketua LKKS Provinsi Lampung disambut oleh ratusan warga masyarakat desa Wiralaga penerima bantuan yang telah menunggu sejak pagi.

Bantuan sosial diserahkan secara simbolis oleh Gubernur kepada perwakilan penerima berupa bantuan paket sembako yang berjumlah  kurang lebih 200 paket sembako dan sejumlah unit kursi roda bagi penyandang disabilitas.

"Bapak dan ibu sehat semuanya ya ?," sapa Gubernur saat menyerahkan bantuan sosial.


"Semuanya nanti akan mendapatkan sembakonya ya bapak ibu semua, semoga ini bermanfaat untuk membantu kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Mesuji, Gubernur Arinal Djunaidi didampingi Ketua LKKS Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dijadwalkan meresmikan Masjid Al-Karim yang terletak di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Mesuji. (fiter).