Articles by "- Lampung Selatan"
Tampilkan postingan dengan label - Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) -
Hadir pertama di Lampung "Asqur Edufarm Ponpes" yang merupakan tempat wisata berbasis religi memadukan pemahaman Al Qur’an dengan tadabbur alam resmi dibuka beralamat di Jalan  Setiabudi, Jengkolan Srirejo, Branti Raya Kecamatan Natar (Belakang Bandara Raden Inten II) Lampung Selatan, Sabtu (17/02/24). 

Acara dibuka dengan Tabligh Akbar yang diisi Ulama Hadramaut Tarim Yaman Habib Hasan Bin Ahmad As Seggaf dengan Penerjemah Habib Umar Assegaf.

Ini Menjadi satu-satunya wisata religi yang baru ada di Lampung. Menurut Harsono selaku Pimpinan Yayasan menjelaskan bahwa  Ashabul Qur’an Edufarm fun mengkombinasikan pendidikan dan pertanian juga olahraga yang disunahkan seperti Memanah, Berkuda dan termasuk Out Bond, Flying Fox. 


“Disini  juga menyediakan berbagai fasilitas bagi anak-anak, mulai dari tingkat Taman Kanak – Kanak hingga SMA dan juga utk acara keluarga seperti berkemah dan berolahraga.

Kegiatan di kemas juga dengan diajarkan belajar membaca Al-Qur’an selama 1 jam, sekaligus tadabbur alam yang dibimbing oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya. Tidak hanya belajar, tetapi anak-anak juga diberikan games edukatif.

Tujuan nya disediakan Edufarm Fun, “Agar anak-anak ini mengenal dan belajar Al-Quran jadi tidak menakutkan dan membosankan, belajar mengaji sekaligus bermain, berolahraga. 

Ashabul Qur’an Edufarm Fun ini dibuka khusus untuk hari Sabtu dan Minggu mulai Pukul 08.00-17.00 Wib,” ungkap Abi Harsono.


Selama Grand Opening ada discount sebesar 50% di 3 bulan pertama bagi sekolah yang hadir sembari menikmati berbagai Fasilitas yang ada di Ashabul Qur’an Edufarm Fun. Dengan rincian biaya kunjungan yang cukup bervariasi, Dengan pilihan paket sebagai berikut :

1. Biaya masuk tanpa paket Rp 10.000

2. Biaya masuk + Paket Silver Rp 35.000

Fasilitas :

 Belajar Baca Al-Qur’an (BBQ)

 Fun Games Edukasi

 Belajar menanam / memanen sayur*)

3. Biaya masuk + Paket Gold IDR 50.000

Fasilitas :

 Belajar Baca Al-Qur’an (BBQ)

 Fun Games Edukasi

 Belajar menanam / memanen sayur*)

 Belajar Memanah

4. Biaya masuk + Paket Platinum IDR 75.000

Fasilitas :

 Belajar Baca Al-Qur’an (BBQ)

 Fun Games Edukasi

 Belajar menanam / memanen sayur*)

 Belajar Memanah

 Flying fox/berkuda

Abi Harsono berharap “Agar masyarakat bisa menikmati Al- Quran dan bisa Tadabbur Alam sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sehingga bisa saling bersinergi menikmati Al- Quran dengan menyenangkan dan nikmat,” terang Harsono. (Ida)




Lamsel (Pikiran Lampung) -
Polres Lampung Selatan kawal pendistribusian logistik pemilu ke Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan dari dermaga Canti, Senin (12/1/2024) pukul 15.00 WIB.

Pendistribusian kotak suara pemilu 2024 ini dilakukan menggunakan kapal motor (KM) Doa Ibu melalui pelabuhan Dermaga Canti Kecamatan Rajabasa dengan dikawal 8 personil dari Sat Polairud, 1 personil Bhabinkamtibmas Polres Lamsel dan 1 personil TNI Kodim 0421/Ls. Selanjutnya sembilan personil tersebut juga akan mengamankan  8  TPS yang ada di Desa Tejang Pulau Sebesi dengan perincian satu orang satu TPS. 

Ketua PPK Kecamatan Rajabasa Sofyansyah menjelaskan logistik yang dikirim ke Desa Tejang Pulau Sebesi sebanyak 40 Kotak yang berisikan surat suara untuk 8 TPS.

" Kita kirim hari ini lebih cepat dengan pengawalan dari TNI/POLRI dan PKD sampai ke TPS" Kata Ketua PPK.

Untuk menjagakan keamanan dan ketertiban pelaksanan pemungutan suara, setiap TPS di Pulau Sebesi tersebut dijaga oleh 1 personil polri untuk pengamanannya bersama – bersama dengan petugas linmas.

Menimbang jalur laut yang digunakan memiliki potensi untuk berhadapan dengan cuaca dan kondisi alam yang sewaktu waktu dapat berubah, maka dalam proses distribusi ini dilakukan dengan mencermati beberapa SOP tentunya.  

Kasat Polairud Polres Lamsel Iptu Fathul Arif menjelaskan, kotak kotak suara yang berisikan surat suara tersebut, dalam mendsitribuasikannya sudah dibungkus khusus dengan menggunakan plastik agar tidak terkena air, selanjutnya diikat menggunakan tali yang dikaitkan dengan pelampung sehingga apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan kotak suara tersebut dalam keadaan aman.(edi) 


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) -
Unit Reskrim Polsek Kalianda bersama Tekab 308 Polres Lampung Selatan ringkus 2 (dua) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) Jum'at (9/2/2024) sekira pukul 16.00 wib di Desa Bulok Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Keduanya yakni HS (20) dan AS (20) yang merupakan warga Dusun Damar Berak, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Yushriandi Yusrin, Kapolsek Kalianda AKP Sugianto mengatakan bahwa penangkapan kedua pelaku HS (20) dan AS (20) dilakukan pada hari Jumat (9/2/2024) sekira pukul 16.00 wib dikediamannya di Desa Bulok Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Setelah sebelumnya mendapatkan laporan dari korban H (51), Kemudian Tim melakukan serangkaian penyelidikan guna ungkap kasus Tindak Pidana tersebut.

Penangkapan berawal dari aksi keduanya pada hari Minggu (28/1/2024) sekira pukul 00.30 wib yang saat itu pelaku menggasak motor korban yang sedang menonton hiburan orgen tunggal di Desa Agom, Kecamatan Kalianda.

Keduanya menggasak sepeda motor jenis Honda Beat dengan nopol BE 2588 DBA milik korban H (51) Warga Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda yang saat itu dibawa oleh anaknya.

Pelaku yang akan di jerat pasal 363 KUHPidana di bawa ke Mapolsek Kalianda guna dilakukan penyelidikan lebih dalam.

"Adapun barang bukti yang ikut diamankan yakni satu lembar Fotocopy STNK, satu lembar Fotocopy BPKB, satu set kunci letter T dan satu buah magnet pembuka kunci". Tutup Kapolsek.(edi) 


Lamsel (Pikiran Lampung
) - Indikasi adanya korupsi di Dinas Perhubungan Lampung Selatan semakin mencuat dan menarik. perhatian masyarakat luas. 

Hal ini membuat berbagai kalangan langsung bereaksi. Warga meminta agar kasus dugaan korupsi di dishub Lampung Selatan ini bisa diusut tuntas dan diproses para oknum yang diduga terlibat dalam lingkaran tersebut. " Kalau memang benar adanya dugaan seperti itu, maka pihak polda Lampung dan Kejati Lampung harus mengusut ini hingga tuntas, sebab ini uang rakyat, "ujar Riza salah satu warga Lampung Selatan, Selasa (6/2/2024). 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Aris salah satu warga di Bandarlampung yang juga anggota dari jaringan Tunas Lampung. 

" Kami minta agar persoalan korupsi di dinas Perhubungan Lampung Selatan ini diproses oleh pihak betwajib, karena ini persoalannya sangat serius, apa. lagi pihak polri saat ini lagi sangat serius untuk memberantas setiap kasus korupsi,"tegasnya.

Sementara itu, informasi terbaru yang diperoleh Pikiran Lampung menyebutkan jika pihak LSM Lapak kembali berkirim surat klarifikasi ke dinas perhubungan Lampung Selatan, Senin  kemarin. 

Hingga saat ini pihak Dinas Perhubungan belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi terkait hal ini 

Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya indikasi korupsi di lingkungan Pemkab Lampung Selatan semakin mencuat.  Terutama dari Dinas Perhubungan setempat. Dimana, terindikasi Kadis Perhubungan Lamsel diduga telah mainkan alias diduga menyelewengkan anggaran di dinas itu. 
Oleh karenanya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantauan Kebijakan Publik (L@PAKK), mendesak Kejati Lampung  agar periksa Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, terkait proyek tahun anggaran 2023 lalu. 

Hal ini ditegaskan oleh Nova, Ketua LSM Lapak, Jum'at (2/2/2024) kepada Pikiran Lampung, ' Kita minta agar persoalan ini bisa ditangani serius oleh pihak kejati Lampung, dengan menurunkan tim periksa dan tangkap kadis Perhubungan Lamsel,"tegasnya.

Nova merinci dugaan penyelewengan anggaran yang telah dilakukan yang telah  dilakukan sang kadis. 

Meliputi, belanja pemeliharaan alat angkut apung bermotor untuk penumpang dengan nilai anggaran Rp.170.714.000

-Belanja pemeliharaan alat angkut bermotor darat dengan nilai anggaran Rp. 141.560.000. untuk pemeliharaan kendaraan operasional roda 4 dan roda 6

-Belanja pemeliharaan alat angkutan darat kendaraan bermotor kendaraan Dinas dengan nilai anggaran Rp. 171.790.000, untuk kendaraan bermotor roda  4 dan roda 6.

-Belanja pemeliharaan alat angkutan darat bermotor dengan nilai anggaran Rp. 109.990.000. untuk pemeliharaan kendaraan double gardan.

-Belanja pemeliharaan kendaraan alat angkutan darat bermotor kendaraan Dinas dengan nilai anggaran Rp. 38.670.000 untuk pemeliharaan kendaraan Dinas Pejabat Eselon II

- Belanja pemeliharaan alat angkutan darat bermotor Rp. 40.700.000. pemeliharaan kendaraan bermotor roda 2.

"Yang menjadi pertanyaan kami adalah? Anggaran tersebut apakah benar, digunakan ujar,"Ketua Umum LSM L@PAKK Provinsi Lampung, Nova Handra di kantor Kejaksaan Tinggi Lampung. 

Karena hasil temuan investigasi Lapak, tidak masuk akal, lanjutnya, anggaran di atas itu sangat besar. "Apakah kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4, berganti spearpart hampir setiap minggu sekali, kan tidak juga. anggaran di atas sangatlah tidak masuk logika akal kita sehat,"ujar Ketua LSM L@PAKK Lampung,

LSM L@PAKK Provinsi Lampung meminta agar Kejati Lampung periksa dan Tangkap Kadis Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan,

"Kami pastikan sangatlah mudah team Kejati Lampung untuk menurunkan dan memeriksa Kadis Perhubungan Kabupaten Lampung.

Kami juga tidaklah akan bosan turun ke Kejaksaan Tinggi Lampung ini, untuk menayangkan proyek yang ada di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan,"uar Ketua Umum LSM L@PAKK.

Sementara itu, pihak dinas Perhubungan Lampung Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait hal ini. (zainiri)


Lampung (Pikiran Lampung) -
Kerja keras  tim gabungan Jajaran Polresta Bandar Lampung bersama Polres Lampung Selatan berhasil membekuk pelaku tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)  lintas Bandar Lampung dan Lampung Selatan di tempat persembunyiannya. Selasa (30/1/3024) sekira pukul 22.00 WIB. 

Kapolsek Kalianda AKP Sugiyanto mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin, membenarkan penangkapan tersangka berikut dengan barang bukti hasil kejahatannya.

Tersangka sebelumnya melakukan aksi pencurian di parkiran sebuah kontrakan yang berada di Perum Bumi Way Urang Kecamatan Kalianda, Jum'at (26/1/2024) sekira pukul 01.00 WIB. 

Tersangka  masuk ke dalam rumah kontrakan melalui pintu gerbang dan menggondol sepeda motor unit sepeda motor honda beat warna biru dengan No.Pol : BE 2126 EH, korban S (44) warga Sukaraja, Kecamatan Palas Lamsel.

"berdasarkan dari laporan korban, anggota reskrim melakukan penyelidikan," ujar Kapolsek.

Bersama Unit Reskrim Polsek Kalianda, Sukarame, dan tekab 308 presisi Polres Lampung Selatan, akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya telah beraksi di wilayah hukum Polsek Sukarame Bandar Lampung sebanyak 12 kali. 

Dari badan tersangka, setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu set kunci T dan satu unit unit sepeda motor honda beat warna biru dengan No.Pol : BE 2126 EH. 

"Berdasarkan alat bukti dan keterangan dari tersangka, kami melakukan penyidikan lebih lanjut," imbuh AKP Sugiyanto. 

Saat ini tersangka dibawa dan  diamankan di Polsek Sukarame untuk dilakukan pengembangan penyelidikan di wilayah Bandar Lampung.

Tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. (*) 


Lampung Selatan (Pikiran Lampung
)-  Pembangunan  Jalan di Kabupaten Lampung Selatan terindikasi belum merata. Sebab masih. banyak  jalan Kabupaten di Lampung Selatan ini  yang rusak berat  dan membahayakan pengendara, terutama pengguna motor atau roda dua.

Salah satunya  ruas Jalan  M Azizi Desa Sabah Balau, Tanjungbintang, Lampung Selatan ini  rusak dan  banyak lubang.. Yang   tergenang air bak kubangan. Kondsi ini jelas sangat berbahaya bagi pengguna jalan. 

Hal ini terlihat saat  Pikiran Lampung   melintasi jalan  tersebut,  Ahad  (28/ 1/ 2024).


Ruas jalan tersebut kira- kira 4 meter  sedangkan kiri  dan kanan sisi jalannya berlubang  dan digenangi air.

Ajis pedagang sayur yang sedang melintasi jalan tersebut  saat t  ditanya mengatakan, merasa  sangat kerepotan  dengan kondisi jalan seperti ini  apa lagi bila sedang. ber papasan dengan kendaraan roda    empat   terpaksa harus minggir dan berhenti dahulu. 


"Kami merasa  sangat  terganggu     dan kesulitan dengan kondisi jalan seperti ini.  Kami  Sangat Berharap sekali  Jalan  ini agar segera di perbaiki"ujarnya.(zainiri)



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) -
Tiga pelaku penggelapan motor ditangkap oleh unit reskrim Polsek Jati Agung, Polres Lampung Selatan  (Lamsel). Yakni, A(34), AS (23) dan R (38).

Kapolsek Jati Agung, Iptu Olivia Jeniar Chaniagung mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, kejadian ini bermula saat korban H (30) menitipkan sepeda motor Yamaha N-Max kepada saudara Suyanti karena akan bepergian keluar kota pada hari Kamis (28/12/2023), sekitar pukul 21.00 WIB.

"TKP di Perumahan Safira 1, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung," kata Iptu Olivia

Pelaku A(34) yang merupakan tetangga Suyanti meminjam sepeda motor titipan tersebut untuk bepergian ke daerah Kecamatan Natar dengan alasan untuk melihat pupuk kandang dan ia berjanji akan segera mengembalikan sepeda motor tersebut.

"Keesokan paginya, ternyata pelaku belum A(34)  mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya," ujarnya.

Merasa curiga dengan gelagat pelaku, saudara Suyanti  langsung mendatangi rumah kontrakan pelaku yang berada tidak jauh dari kontrakannya. Akan tetapi pelaku belum juga pulang, saat ,mencoba menghubungi melalui handphone, nomornya tidak aktif.

Akibatnya, pemilik motor harus kehilangan sepeda motor Yamaha N-Max tahun 2022 warna biru dan sehingga menanggung kerugian sekitar Rp33 juta  dan  Suyantipun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jati Agung.

Menerima laporan dari warga, Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku asal Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, berada di wilayah Kecamatan Natar. 

"Kami berhasil menangkap pelaku A(34). dari hasil interogasi, ia telah menjual sepeda motor korban kepada pelaku AS sebesar Rp8 juta menggunakan uang milik pelaku R," jelasnya.

Motor itu kembali dijual di market place dan dibeli oleh orang tak dikenal seharga Rp10,5jt, kemudian hasil penjualannya dibagi dua yakni untuk pelaku AS dan R, keduanya merupakan warga Kampung Kepayang Jaya, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, kota Bandar Lampung.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti di antaranya 1 lembar foto kopi BPKB motor Yamaha N-Max milik korban, 1 lembar surat keterangan dari leasing bahwa BPKB sepeda motor Yamaha N-Max berada di leasing PT Bussan Auto Finance, dijerat dengan Pasal 378 sub pasal 372 KUH Pidana. (edi) 


Lamsel (Pikiran Lampung) -
Polres Lampung Selatan Berhasil Menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus Tindak Pidana penganiayaan dan pengeroyokan Terhadap Anak Dibawah umur yang terjadi Di Jl. Ibnu Hasyim Pasar bawah Kel. Kalianda kec. Kalianda kab. Lampung Selatan, rabu (17/01) sekira pukul 23.00 WIB. 

Para pelaku diantaranya M (19), SA (16), AR (16), TH (16), BA (17) dan AM (16) Warga Kalianda Lampung Selatan diamankan pada senin (22/1/2024) sekira pukul 03.00 WIB.l

Kegiatan konferensi persnya yang dilaksanakan kali ini dihadiri oleh Kacabdin Wilayah I Provinsi Lampung, Kadis Pendidikan Lampung Selatan, Kadi PPA Lamsel, Bapas Provinsi Lampung, MKKS SMA/SMK Lamsel, Kepala Sekolah, Guru BK, guru kelas dan orang tua siswa. 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin menjelaskan bahwa kali ini sengaja mengundang dari berbagai instansi dan masyarakat menyikapi terkait terjadinya peristiwa pidana pengeroyokan yang menjadi atensi dari Polres lampung selatan. 


“Di Lampung Selatan kadang terjadi gesekan antara pelajar, antara pemuda yang dimulai dari saling posting, saling tantang di media sosial. Ini terjadi dan korban mengalami fatalitas yang cukup berat” lanjutnya. 

“Korban yang masih di bawah umur saat ini tidak bisa berkativitas normal seperti biasa dan sekolahnya terganggu, ” tegas nya

Penangkapan keenam pelaku pengeroyokan ini berawal dari kejadian dimana korban NS (14) dikeroyok oleh orang tak dikenal, pada saat itu korban yang sedang mengendarai sepeda motor berboncengan, tiba-tiba ada sekelompok orang yang melempar batu mengenai wajah korban, sehingga korban terjatuh lalu dikeroyok, dipukul dan dibacok dengan senjata tajam yang diduga celurit dan golok.

Kejadian tersebut menyebabkan korban NS (14) mengalami luka bacok di bagian kepala, luka sabetan di bagian leher, dan luka dib bagian lutut akibat senjata tajam. 

Mendapat Laporan dari korban dan pelapor, Polres lampung Selatan bersama Polsek Kalianda melakukan serangkaian penyelidikan. Team berhasil mengendus dan mengamankan para tersangka, lalu dibawa ke Mako polres Lampung Selatan guna penyidikan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut, para tersangka terjerat Pasal 80 Ayat UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak  dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 Tahun. (edi) 

 


Lamsel (Pikiran Lampung) - Proyek Tanggap Darurat dan Proyek Pekerjaan Embung Lampung Selatan terindikasi Acak Kadut alias kicut.  LSM KAKI LAMPUNG, siap akan melaporkan ke Kantor Aparat Penegak Hukum (APH). 

Sangat disayangkan, proyek yang sangat dirasa  aneh dan sangat janggal di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lampung Selatan. Contoh seperti proyek yang ada di desa Sumber Jaya Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Pembangunan Box Culvert dengan nilai anggaran Rp. 1.400.000.000. Itu seperti jembatan yang asal jadi Ujar Ketua Umum LSM KAKI LAMPUNG, Lucky Nurhidayah. 

" Proyek di dinas PU dan Tata Ruang ini terindikasi ada kebocoran, atau kicut lah kalau bahasa kita Lampung, "jelasnya, Ahad (21/1/2024) kemarin. 


Data lainnya kata dia, Pembangunan dan Embung penampung air lainya di Desa Mulyo Sari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai Anggaran Rp. 445.000.000. "Sangat lebih lucu dan anehnya lagi Embung Tersebut dibangun di belakang Kantor Kepala Desa Mulyo Sari terus dijadikan tempat Pembesaran Ikan nila oleh Kepala Desa Mulyo Sari " jelasnya. 

"Yang jadi pertanyaan kami selaku Lembaga Sosial Control LSM KAKI LAMPUNG, sangat janggal kok ada proyek Embung penampung air lainya di jadikan kolam pembesaran ikan nila., " kata dua. 

Apakah pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lampung Selatan, lanjutnya, bagi hasil atas pembesaran ikan nila tersebut. 

"Kami juga LSM KAKI Lampung sudah menyurati Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lampung Selatan, tetapi belum ada  jawaban. Kami besok akan Melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), Apakah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lampung Selatan kebal hukum, "pungkasnya.(edi) 


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) -
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial, menyerahkan bantuan sosial berupa alat bantu disabilitas, pengobatan, Paket Usaha Ekonomi Produktif (UEP), santunan kepada LKS, dan Sembako sebanyak 200 paket, serta bantuan lainnya, kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyerahan dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) tahun 2023, dibarengi dengan Peresmian Sekretariat Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Jumat (22/12/2023), yang ditandai dengan pengguntingan pita, serta dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua Umum PKDL Lampung Riana Sari Arinal, didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PKDL Riana Sari Arinal mengucapkan selamat atas diresmikannya Gedung Sekretariat PKDL.

"Semoga dengan diresmikannya kantor ini, dapat meningkatkan kinerja PKDL dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di Provinsi Lampung," ujar Riana. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si dalam kesempatan itu juga menyampaikan, pada puncak peringatan HDI, HKSN tingkat Provinsi Lampung, yang dibarengi dengan Peresmian Sekretariat PKDL ini akan diserahkan juga bantuan secara simbolis antara lain: 

Bantuan untuk 3 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), yaitu Sinar Jati Kota Bandar Lampung, LKS Sabilun Najah dan LKS Srikandi Kabupaten Lampung Tengah masing-masing berupa :

- Hibah uang masing-masing senilai Rp 75.000.000,- untuk rehab gedung

- 1 unit sepeda motor

- Paket UEP steam motor

- Bantuan kaki palsu (2 orang) atas nama

Fitria Afriyadi dari Jati Agung Lampung Selatan, dan Kamaludin dari Bandar Lampung.

- Bantuan kursi roda (2 unit) atas nama

Mardani (Kab. Lampung Selatan)

Nasiah (Kab. Lampung Selatan)


Bantuan biaya pendampingan pengobatan  kepada masyarakat masing-masing senilai Rp6.500.000,- a.n. :

Diaz Maulana (Kabupaten Lampung Selatan)

Nawaitu Aditia Suhada (Kabupaten Tulang Bawang)

Ade Putri Liani (Bandar Lampung)

Bantuan paket sembako sebanyak 200 paket.


Piagam penghargaan bagi masyarakat yang peduli disabilitas atas nama

-  Susanto/ pak koko, atas dedikasi, loyalitas dalam melatih anak-anak penyandang disabilitas.

- Indrayati, atas dedikasi, loyalitas sebagai guru melukis dan mendongeng anak-anak penyandang disabilitas.


Perlu disampaikan, Sekretariat PKDL berlokasi di Jalan Prof. Dr. Hamka, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan (sebelah SMA Negeri 12), terdiri dari dua gedung utama, yaitu gedung pertama seluas 429,18 m2, dipergunakan sebagai kantor sekretariat PKDL sekaligus galeri pameran hasil karya penyandang disabilitas, gedung kedua seluas 294,15 m2,  digunakan sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran penyandang disabilitas khususnya netra dan tuna rungu. 

Peringatan ini bertujuan untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di segala bidang, sedangkan hari kesetiakawanan nasional diperingati setiap tanggal 20 Desember, sebagai ungkapan rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain, yang ingin menjajah kembali bangsa kita.

Pemerintah provinsi Lampung, telah memiliki regulasi tentang pemenuhan hak-hak disabilitas dalam bentuk Perda maupun peraturan Gubernur, sebagai bentuk kepedulian pemerintah provinsi Lampung terhadap masyarakat di Provinsi Lampung yang menyandang disabilitas.

Sebagai bentuk komitmen konkret yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Lampung, sesuai dengan misi pemerintah yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas.

Peringatan tahun ini disertai dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dengan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), mengajak masyarakat untuk menegaskan kepedulian dan memperkuat solidaritas dalam meletakkan dasar yang kuat bagi perlindungan penyandang disabilitas, berperan dan berkontribusi aktif di tengah masyarakat serta diharapkan mampu memberikan ruang kreativitas bagi penyandang disabilitas.

"Saya juga mengajak seluruh pemerintah juga masyarakat di Provinsi Lampung untuk menjadi pahlawan kemanusiaan melalui berbagai upaya yang bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan serta memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas, dan mempunyai rasa empati serta memiliki jiwa kerelawanan sejati untuk membantu sesama," tutupnya. 

Perlu diketahui, pada gelaran acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan karya seni, stand kuliner serta pameran hasil karya kerajinan tangan dari para penyandang Disabilitas. (Zai) 


Lampung Selatan (Pikiran Lampung)
- Klinik Pratama Kenanga yang terletak  di Dusun IV Sarirejo Natar menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Penyelenggara Akreditasi Komite Akreditasi Kesehatan Pertama (LPA-KAKP).

Pada kegiatan tersebut hadir ketua tim surveyor dipimpin oleh dr. Rachmad Wahyu Hidayat dan Penunjang (TKPP) oleh Ns. Seno. Mariadi, S.Kep beserta pemilik klinik dan seluruh dokter, staf yang ada di Klinik Pratama Kenanga 

Kegiatan survei akreditasi diselenggarakan selama 2 hari. Kegiatan dimulai dengan telusur dokumen, wawancara, dan terakhir telusur fasilitas.

Selama survei akreditasi berlangsung, Klinik Pratama Kenanga mendapatkan masukan serta respons positif dari para surveior.

Hal ini disampaikan oleh ketua tim surveyor, dr. Rachmad Wahyu Hidaat, Sabtu (02/12/2023). 

Ia juga mengatakan bahwa, survei akreditasi yang dilaksanakan di Klinik Pratama Kenanga merupakan rangkaian kegiatan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, sesuai dengan 6 pilar transformasi kesehatan, yaitu Transformasi Layanan Primer. 

Kegiatan survei yg berlangsung selama 2 hari bertujuan untuk menilai sejauh mana  pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar memenuhi standar akreditasi dan memperhatikan keselamatan pasien. Harapan kedepannya, Klinik Pratama Kenanga dapat secara konsisten memberikan pelayanan yang bermutu, aman, efektif, efisien, berkeadilan dan berperan aktif meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat sekitarnya.

dr. Sihol Erwin Nainggolan, selaku Pimpinan Klinik Pratama Kenanga mengatakan "Terimakasih kami ucapkan kepada team Surveyor  dan team penunjang  (TKPP) atas kehadirannya saya berharap bisa terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah Natar.

Ns. Eka Apriyanti, S.Kep sebagai owner Klinik Pratama Kenanga mejelaskan dengan adanya akreditasi ini kami akan lebih mengerti bagaimana menjadikan Klinik Pratama Kenanga ini sebagai sarana pusat layananan kesehatan yang memiliki mutu dan pelayanan yang lebih baik Serta dapa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Natar. (yoga) 


Lamsel (Pikiran Lampung
) - Sekretaris DPRD Lampung Selatan, Thomas Amirico, S.STP, tegaskan jabatan hanya lah amanah dan garisan dari yang maha kuasa. Namun, hal yang terpenting dari jabatan itu adalah bagaimana bisa menjalankannya dengan ikhlas tanpa batas ke semua kalangan. 

Hal ini diungkapkan pria ramah namun tegas alumnus IPDN Jatinangor, Jumat (1/12/2023) saat menerima Pimpinan Redaksi Pikiran Lampung group di ruang kerjanya. " Semua ini hanya titipan dari. yang maha kuasa, tapi bagaimana dengan jabatan ini saya bisa memberikan manfaat dan membantu sesama, terutama untuk warga di Lampung Selatan ini, "jelas Thomas yang juga mantan Kadisdik Lamsel ini. 


Dengan begitu, kata dia, tugas selaku abdi negara dan abdi masyarakat bisa dijalankan tanpa beban apapun. " Semuanya ngalir saja, saya pasrahkan semua kepada Alloh, yang penting saya menjalankan semua sesuai aturan dan tidak merugikan siapapun, apa lagi sampai merugikan rakyat,"jelas pria yang dekat dengan semua kalangan ini. 

Dirinya juga merasa bersyukur bisa diterima oleh semua kalangan di Lampung Selatan. " Saya ini kan gak ada beking siapa siapa, jadi jadi saya sangat merasa bersyukur sekali sama yang maha kuasa karena bisa diterima semua kalangan warga di Lampung Selatan ini,"jelasnya.

Sebagai sekwan DPRD Lampung Selatan, kata Thomas, dirinya senantiasa membuka diri dengan siapapun. " Ini kan Rumah rakyat, siapapun yang datang ke sini saya terima dengan tangan terbuka, dan apapun itu selagi saya mampu akan saya bantu," pungkasnya. ( wawan)