Articles by "Ojk"
Tampilkan postingan dengan label Ojk. Tampilkan semua postingan


Jakarta (Pikiran Lampung) -
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Mei 2024 menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga stabil dengan kinerja intermediasi yang kontributif. 

Kondisi tersebut didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan trajectory penurunan inflasi yang berada di bawah ekspektasi pasar sehingga menimbulkan tekanan di pasar keuangan.

Di Amerika Serikat (AS), Gross Domestic Product (GDP) AS melambat sebesar 1,6 persen qtq (sebelumnya: 3,4 persen), yang merupakan penurunan terendah dalam dua tahun terakhir, disebabkan oleh peningkatan impor yang signifikan. 

Meskipun demikian, kinerja ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda penguatan yang lebih tinggi dari ekspektasi. Hal ini mendorong kembalinya ekspektasi suku bunga high/er for longer sehingga pasar memprediksi probabilitas pemotongan Fed Funds Rate (FFR) semakin menurun. 

Berbeda dengan The Fed, Europan Central Bank (ECB) dan Bank of England (BOE) dihadapkan dilema antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang masih tinggi di Kawasan Eropa, namun pasar mengekspektasikan BOE dan ECB akan memilih menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. 

Di Tiongkok, rilis beberapa kinerja ekonomi di atas ekspektasi pasar meskipun masih terjadi pelemahan permintaan domestik sehingga pemerintah masih cenderung menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Di perekonomian domestik, inflasi inti mengalami peningkatan yang mengindikasikan pemulihan permintaan dalam periode Pemilu dan bulan Ramadhan. Sektor manufaktur juga mengalami peningkatan kinerja, didorong oleh naiknya volume pesanan dan produksi baru. 

Penguatan tersebut terefleksi dari peningkatan pertumbuhan ekonomi Q1 2024 menjadi 5,11 persen yoy (Q4 2023: 5,04 persen yoy), terutama didorong oleh peningkatan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT)  yang tumbuh 24,3 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 19,9 persen. 

Kedepan, perlu dicermati potensi normalisasi pertumbuhan ekonomi seiring telah berakhirnya periode pemilu dan Ramadan di tengah berlanjutnya normalisasi harga komoditas yang menekan pertumbuhan ekspor.

Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon (PMDK)  


Tekanan di pasar saham global turut berdampak pada pasar saham domestik di bulan April 2024, dengan IHSG terkoreksi 0,53 persen ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75 persen mtd), nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp12.077 triliun atau naik 3,45 persen ytd, serta membukukan net buy sebesar Rp7,95 triliun ytd. Pelemahan terjadi diantaranya di sektor teknologi serta transportasi dan logistik (secara ytd). Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp11,63 triliun ytd. 

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI melemah 0,33 persen ytd ke level 373,40. Secara ytd, yield SBN secara umum naik rata-rata sebesar 41,77 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp52,19 triliun. Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident juga mencatatkan net sell sebesar Rp1,41 triliun ytd. 

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) pengelolaan investasi tercatat sebesar Rp810,28 triliun (turun 1,75 persen ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp479,74 triliun atau turun 4,33 persen ytd dan tercatat net redemption sebesar Rp56,18 triliun pada April 2024. 

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp77,64 triliun dengan 17 emiten baru.  Sementara itu, masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,33 triliun. 

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga April 2024 telah terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 529 Penerbit, 172.431 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,11 triliun. 

Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga April 2024, tercatat 57 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 572.064 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp35,31 miliar, dengan rincian nilai transaksi 27,90 persen di Pasar Reguler, 19,76 persen di Pasar Negosiasi dan 52,34 persen di Pasar Lelang. 

Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.708 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan.

Dalam rangka penegakan hukum di bidang Pasar Modal:

Pada bulan April 2024, OJK telah mengenakan Sanksi Administratif berupa denda sebesar Rp3.600.000.000 dan/atau Perintah Tertulis kepada 3 Manajer Investasi dan 1 Emiten atas kasus pelanggaran di bidang Pasar Modal.

Selama tahun 2024, OJK telah mengenakan Sanksi Administratif atas pemeriksaan kasus di Pasar Modal kepada 55 Pihak yang terdiri dari Sanksi administratif berupa denda sebesar Rp22.375.000.000, 14 Perintah Tertulis, 1 Pencabutan Izin Orang Perseorangan, dan 2 Peringatan Tertulis serta mengenakan Sanksi Administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp33.829.160.000 kepada 328 pelaku jasa keuangan di Pasar Modal dan 56 Peringatan Tertulis atas keterlambatan penyampaian laporan, serta mengenakan 2 Sanksi Administratif berupa Peringatan Tertulis atas Selain Keterlambatan.

Perkembangan  Sektor Perbankan (PBKN) 


Di tengah volatilitas pasar keuangan global, kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas ROA sebesar 2,62 persen (Februari 2024: 2,52 persen) dan NIM sebesar 4,59 persen (Februari 2024: 4,49 persen). Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 26,00 persen (Februari 2024: 27,73 persen), menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global. 

Dari sisi kinerja intermediasi, pada Maret 2024, secara mtm kredit mengalami peningkatan sebesar Rp150 triliun, atau tumbuh sebesar 2,12 persen mtm. 

Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,40 persen (yoy) menjadi Rp7.245 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,83 persen yoy. Sementara itu, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja yang mencapai sebesar Rp3.273,27 triliun. Di sisi lain, ditinjau dari kepemilikan bank, Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu tumbuh sebesar 13,72 persen yoy. 

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif.  Pada  Maret 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 1,90 persen mtm atau meningkat sebesar 7,44 persen yoy (Februari 2024: 5,66 persen yoy) menjadi Rp8.601 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 9,37 persen yoy. 

Likuiditas industri perbankan pada Maret 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 121,05 persen (Februari 2024: 121,98 persen) dan 27,18 persen (Februari 2024: 27,41 persen), atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. 

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,77 persen (Februari 2024: 0,82 persen) dan NPL gross sebesar 2,25 persen (Februari 2024: 2,35 persen). 

Di sisi lain, berdasarkan hasil stress test yang dilakukan OJK, kondisi volatilitas nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank, mengingat posisi devisa neto (PDN) perbankan Indonesia yang masih jauh di bawah threshold dan secara umum posisi PDN tercatat“long".

Dalam rangka penegakan hukum dan pelindungan konsumen di sektor Perbankan, serta sebagai bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan, OJK telah mencabut izin usaha PT BPR Sembilan Mutiara (2 April 2024), PT BPR Bali Artha Anugrah (4 April 2024), PT BPRS Saka Dana Mulia (19 April 2024) dan PT BPR Dananta (30 April 2024). 

Selain itu, OJK menindak tegas rekening-rekening perbankan yang digunakan untuk judi online. Sejak akhir tahun lalu hingga bulan Maret kemarin telah ditindak untuk 5.000 rekening perbankan yang terkait dengan judi online. Rekening-rekening tersebut didapatkan dari koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (*) 



Jakarta (Pikiran Lampung) – Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan l-2024 masih dalam kondisi terjaga, didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil.Menteri Keuangan, Gubenur Bank Indonesia (Bl),Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)dalam Rapat Berkala KSSK ll- 2024 pada hari Selasa, (30/04/2024).

Berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi,serta meningkatkan kewaspadaan ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global serta gejolak geopolitik yang eskalatif, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik.

Outlook pertumbuhan ekonomi global diprakirakan relatif stagnan dengan berbagai risiko dan tantangan.Dalam laporan terbaru World Economic Outlook April 2024,IMF memproyeksikan ekonomi global stagnan di level 3,2% yoy di tahun 2024.

Sementara itu, perekonomian Amerika Serikat(AS) tumbuh pada level 2,5% yoy di tahun 2023, dan diprakirakan kembali menguat ke 2,7% yoy di tahun 2024 seiring dengan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas manufaktur AS yang masih ekspansif.

Masih kuatnya kinerja ekonomi AS tersebut diikuti dengan kembali meningkatnya laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga mendorong potensi penundaan dimulainya pemangkasan suku bunga acuan The Fed (high for longer).Di sisi lain,Tiongkok diprakirakan tumbuh melambat dari 5,2%yoy ditahun 2023 ke level 4,6% yoy di tahun 2024.

Memasuki bulan April 2024, dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan kecenderungan kearah negatif akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang makin tinggi.

Kebijakan moneter AS yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama -dan penundaan pemangkasan suku bunga federal (Fed Fund Rate)-serta tingginya yield US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portfolio keluar dari negara-negara emerging dan pindah ke AS serta menyebabkan penguatan mata uang US Dollar dan melemahnya nilai tukar mata uang berbagai negara.Di tengah dinamika ketidakpastian global,kinerja ekonomi Indonesia masih cukup resilien.

Pertumbuhan ekonomi di triwulan 12024 diprakirakan tetap berada di atas 5,0%dan menguat dibandingkan triwulan IV tahun 2023 didukung permintaan domestik yang tetap kuat, baik di sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga,dan konsumsi LNPRT, seiring dengan penyelenggaraan Pemilu, kenaikan gaji ASN,dan pemberian THR dengan Tukin 100%.

Sementara itu,investasi bangunan lebih tinggi dari prakiraan,ditopang oleh berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN)disejumlah daerah dan aktivitas konstruksi properti swasta sebagai dampak positif dari insentif Pemerintah. Adapun, kinerja ekspor diprakirakan masih belum cukup kuat sejalan dengan moderasi harga sejumlah komoditas dan lemahnya permintaan global.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diprakirakan tetap di atas 5,0%.

Ketahanan eksternal ekonomi nasional cukup stabil dengan kebijakan nilai tukar Bank Indonesia(Bl)terus diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah.Pada akhir triwulan l 2024, nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi sebesar 2,89%ytd (per tanggal 28 Maret 2024), lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lainnya seperti Baht Thailand (6,41%ytd)dan Ringgit Malaysia (2,97%ytd).Kinerja Rupiah yang terjaga tersebut ditopang oleh kebijakan stabilisasi Bl dan surplus neraca perdagangan barang.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2024 tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tanggal 16 April 2024 atau mengalami apresiasi 4,86% dibandingkan dengan level akhir tahun 2023.Perkembangan ini memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar Rupiah.

Pada penutupan pasar tanggal 26 Apri 2024, Yen Jepang dan Won Korea masing-masing melemah 10,92%dan 6,34%ytd, sedangkan mata uang kawasan seperti Baht Thailand melemah 7,63%ytd.

Sementara itu, pelemahan Rupiah Sampai dengan 26 April 2024 tercatat lebih rendah yakni 5,02%ytd.Perkembangan ini didukung respons Bl yang terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah antara lain dengan mengoptimalkan instrumen moneter yang tersedia, memperkuat strategi operasi moneter pro- market guna menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri,dan terus memperkuat koordinasi untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam(DHE SDA)sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Inflasi terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)Maret 2024 tercatat sebesar 3,05%yoy,ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,77%yoydan inflasi administered prices(AP)yang menurun menjadi 1,39%yoy.Adapun inflasi volatile food (VF)meningkat menjadi 10,33%yoy dari 8,47%yoy pada bulan sebelumnya,yang dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)dan pergeseran musim tanam akibat dampak El-Nino.

Sementara itu,inflasi IHK April 2024 menurun menjadi 3,00% yoy,ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,82%yoy,serta inflasi VF dan AP yang menurun menjadi 9,63%yoy dan 1,54%yoy.Ke depan,Pemerintah dan BI meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya.

Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.Inflasi VF juga akan kembali menurun seiring peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui berbagai kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta GNPIP di berbagai daerah.Untuk itu, bauran kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat guna memitigasi risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, termasuk dari kenaikan imported inflation serta kenaikan harga energi dan pangan global.Kinerja APBN sampai dengan triwulan I tahun 2024 masih surplus,di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih eskalatif.

Pendapatan negara terkontraksi 4,1%yoy sedangkan belanja negara tumbuh tinggi 18,0%yoy untuk menopang berbagai agenda pembangunan.

Realisasi APBN sampai dengan triwulan I tahun 2024 masih surplus sebesar Rp8,1 triliun atau 0,04%PDB,keseimbangan primer positif sebesar Rp122,1 triliun, serta rasio utang yang terjaga dikisaran 38,79%dari PDB.

a. Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp620,0 triliun atau 22,1%dari target APBN 2024,kontraksi 4,1%yoy yang meliputi realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp462,9 triliun, atau terkontraksi 8,2%yoy, terutama dipengaruhi termoderasinya harga komoditas,pelemahan kinerja ekspor serta penurunan produksi hasil tembakau.

Sementara itu, realisasi PNBP mencapai Rp156,7 triliun atau tumbuh 10%yoy terutama dipengaruhi pembayaran dividen yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi Belanja Negara mencapai Rp611,9 triliun atau tumbuh tinggi 18,0%yoy terutama dipengaruhi upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menopang berbagai agenda pembangunan,namun demikian pada sisi lain juga dipengaruhi oleh relatif rendahnya penyerapan anggaran tahun lalu yang hanya tumbuh 5,7%yoy.

Realisasi belanja negara meliputi realisasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp427,6 triliun atau tumbuh 23,1%yoy dan realisasi transfer ke daerah yang mencapai Rp184,3 triliun atau tumbuh 7,6%yoy.

Realisasi belanja pemerintah pusat,meliputi realisasi belanja K/L yang mencapai Rp222,2 triliun atau tumbuh 33,1%yoy dan realisasi belanja non-K/L yang mencapai Rp205,4 tillun atau tumbuh 13,9%yoy. Tingginya realisasi belanja negara utamanya untuk penyaluran bansos seperti program sembako,PKH,PIP,stabilisasi harga pangan,subsidi energi,pelaksanaan Pemilu,pembayaran THR,serta dukungan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Breaking News Panen Raya Dorong Deflasi IHK Provinsi Lampung Pada April 2024 Rapat Berkala KSSK II 2024: Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga Ditengah Meningkatnya Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global Dan Gejolak Geopolitik Pemkab Lampung Selatan 8 Tahun Berturut-turut Raih Opini WTP dari BPK Nikmati Korupsi Mantu Mantan Bupati Lampung Utara Dijebloskan Penjara Yayasan Dwi Bakti Fransiskus Peringati Hardiknas 2024 Dengan Berbagai Macam Pertunjukan Gubernur Beri Apresiasi

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan l-2024 masih dalam kondisi terjaga, didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil.

Namun, terdapat peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik global yang mendorong peningkatan tekanan di pasar keuangan global dan domestik.
KSSK akan terus melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat serta gejolak geopolitik dunia yang eskalatif.

Menteri Keuangan, Gubenur Bank Indonesia (Bl),Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)dalam Rapat Berkala KSSK ll- 2024 pada hari Selasa, 30 April 2024 berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi,serta meningkatkan kewaspadaan ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global serta gejolak geopolitik yang eskalatif, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik.

Outlook pertumbuhan ekonomi global diprakirakan relatif stagnan dengan berbagai risiko dan tantangan.Dalam laporan terbaru World Economic Outlook April 2024,IMF memproyeksikan ekonomi global stagnan di level 3,2% yoy di tahun 2024.

Sementara itu, perekonomian Amerika Serikat(AS) tumbuh pada level 2,5% yoy di tahun 2023, dan diprakirakan kembali menguat ke 2,7% yoy di tahun 2024 seiring dengan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas manufaktur AS yang masih ekspansif.

Masih kuatnya kinerja ekonomi AS tersebut diikuti dengan kembali meningkatnya laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga mendorong potensi penundaan dimulainya pemangkasan suku bunga acuan The Fed (high for longer).Di sisi lain,Tiongkok diprakirakan tumbuh melambat dari 5,2%yoy ditahun 2023 ke level 4,6% yoy di tahun 2024.

Memasuki bulan April 2024, dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan kecenderungan kearah negatif akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang makin tinggi.

Kebijakan moneter AS yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama -dan penundaan pemangkasan suku bunga federal (Fed Fund Rate)-serta tingginya yield US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portfolio keluar dari negara-negara emerging dan pindah ke AS serta menyebabkan penguatan mata uang US Dollar dan melemahnya nilai tukar mata uang berbagai negara.

ke depan, risiko terkait potensi penundaan pemangkasan FFR,tingginya yield US Treasury, penguatan US Dollar dan eskalasi ketegangan geo politik global akan terus dicermati.KSSK terus siaga mengantisipasi dengan respons kebijakan yang sinergis dan efektif untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan tekanan dan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik dan stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Di tengah dinamika ketidakpastian global,kinerja ekonomi Indonesia masih cukup resilien.Pertumbuhan ekonomi di triwulan 12024 diprakirakan tetap berada di atas 5,0%dan menguat dibandingkan triwulan IV tahun 2023 didukung permintaan domestik yang tetap kuat, baik di sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga,dan konsumsi LNPRT, seiring dengan penyelenggaraan Pemilu, kenaikan gaji ASN,dan pemberian THR dengan Tukin 100%.

Sementara itu,investasi bangunan lebih tinggi dari prakiraan,ditopang oleh berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN)disejumlah daerah dan aktivitas konstruksi properti swasta sebagai dampak positif dari insentif Pemerintah. Adapun, kinerja ekspor diprakirakan masih belum cukup kuat sejalan dengan moderasi harga sejumlah komoditas dan lemahnya permintaan global.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diprakirakan tetap di atas 5,0%.

Ketahanan eksternal ekonomi nasional cukup stabil dengan kebijakan nilai tukar Bank Indonesia(Bl)terus diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah.Pada akhir triwulan l 2024, nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi sebesar 2,89%ytd (per tanggal 28 Maret 2024), lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lainnya seperti Baht Thailand (6,41%ytd)dan Ringgit Malaysia (2,97%ytd).Kinerja Rupiah yang terjaga tersebut ditopang oleh kebijakan stabilisasi Bl dan surplus neraca perdagangan barang.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2024 tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Pada April 2024, tekanan terhadap mata uang global berlanjut sejalan makin meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global yang mendorong terus menguatnya dolar AS.
Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) menguat tajam mencapai level tertinggi 106,25 pada tanggal 16 April 2024 atau mengalami apresiasi 4,86% dibandingkan dengan level akhir tahun 2023.Perkembangan ini memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar Rupiah. Pada penutupan pasar tanggal 26 Apri 2024, Yen Jepang dan Won Korea masing-masing melemah 10,92%dan 6,34%ytd, sedangkan mata uang kawasan seperti Baht Thailand melemah 7,63%ytd.

Sementara itu, pelemahan Rupiah Sampai dengan 26 April 2024 tercatat lebih rendah yakni 5,02%ytd.Perkembangan ini didukung respons Bl yang terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah antara lain dengan mengoptimalkan instrumen moneter yang tersedia, memperkuat strategi operasi moneter pro- market guna menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri,dan terus memperkuat koordinasi untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam(DHE SDA)sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Inflasi terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)Maret 2024 tercatat sebesar 3,05%yoy,ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,77%yoydan inflasi administered prices(AP)yang menurun menjadi 1,39%yoy.Adapun inflasi volatile food (VF)meningkat menjadi 10,33%yoy dari 8,47%yoy pada bulan sebelumnya,yang dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)dan pergeseran musim tanam akibat dampak El-Nino. (*)


Jakarta (Pikiran Lampung)
- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha Bartle Bogle Hegarty (BBH) Indonesia dan Smart Wallet yang terindikasi melakukan aktivitas penipuan dan tidak memiliki izin otoritas terkait.

Entitas/aplikasi BBH Indonesia yang telah beredar di Indonesia mencatut nama Bartle Bogle Hegarty (BBH) yang merupakan agensi periklanan di Inggris. BBH Indonesia menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan cara pengunduhan aplikasi yang telah disediakan.

BBH Indonesia menjanjikan pendapatan secara harian dan kemudian meminta deposit bagi anggotanya. BBH Indonesia menerapkan sistem member-get-member dan menjanjikan bonus secara berjenjang. BBH Indonesia juga menggunakan figur warga negara asing dalam rapat-rapat yang diadakan untuk dapat meyakinkan para anggotanya.

Setelah dilakukan verifikasi, melakukan rapat koordinasi dengan anggota Satgas, dan melakukan pemanggilan beberapa pimpinan cabang BBH Indonesia, Satgas PASTI menyimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan BBH Indonesia merupakan aktivitas penipuan dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin yang dimilikinya sebagaimana yang dikeluarkan oleh Kementerian Investasi/BKPM.

Satgas PASTI telah melakukan tindakan antara lain pemblokiran akses dan link/URL,  pemblokiran terhadap nomor rekening terkait, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Satgas PASTI juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penipuan dengan modus lowongan kerja paruh waktu yang sangat marak akhir-akhir ini. Sebagaimana Siaran Pers Satgas PASTI Nomor SP 11/STPASTI/XII/2023 tanggal 30 Desember 2023, Satgas PASTI telah menemukan sedikitnya 12 entitas yang melakukan penawaran kerja paruh waktu dengan sistem deposit.

Smart Wallet
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Smart Wallet dinilai melakukan kegiatan penghimpunan dana berkedok robot trading/expert advisor dengan sistem multi-level marketing dan tidak memiliki perizinan beroperasi di Indonesia.

Terhadap hal tersebut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI telah melakukan pemblokiran akses dan link/URL dari Smart Wallet bekerjasama Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.
Satgas PASTI akan melakukan tindakan antara lain pemblokiran terhadap nomor rekening terkait dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Pemberantasan terhadap aktivitas keuangan ilegal sangat membutuhkan dukungan dan peran serta dari masyarakat, berupa sikap kewaspadaan dalam menerima tawaran dari pihak yang tidak bertanggung-jawab.

Pastikan selalu memperhatikan dua aspek penting yaitu Legal dan Logis (2L). Legal artinya memastikan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan tersebut sudah memiliki izin yang tepat dari otoritas/lembaga terkait yang mengawasi. Logis artinya selalu memperhatikan hasil atau keuntungan yang ditawarkan, apakah logis atau tidak.

Masyarakat yang menemukan informasi atau tawaran investasi dan pinjaman online yang mencurigakan atau diduga ilegal atau memberikan iming-iming imbal hasil/bunga yang tinggi (tidak logis) untuk melaporkannya kepada Kontak OJK dengan nomor telepon 157, WA (081157157157), email: konsumen@ojk.go.id atau email: satgaspasti@ojk.go.id. (*)