Articles by "Ekobis"
Tampilkan postingan dengan label Ekobis. Tampilkan semua postingan


Jakarta (Pikiran Lampung) - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Mei 2024 menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil yang didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global akibat masih tingginya tensi geopolitik, potensi meluasnya perang dagang, serta kinerja perekonomian global yang masih di bawah ekspektasi.

Tensi perang dagang kembali meningkat akibat kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Amerika Latin terhadap produk Tiongkok, baik produk green technology maupun besi-baja. Pengenaan tarif ini berisiko memperluas perang dagang mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama dan salah satu investor terbesar di Kawasan Amerika Latin.

Di AS, tekanan inflasi kembali mereda di tengah moderasi pasar tenaga kerja dan kinerja sektor riil. Hal ini mendorong meredanya tekanan di pasar keuangan global setelah pasar kembali berekspektasi penurunan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak dua kali di akhir tahun 2024. 

Sementara itu, otoritas moneter di Eropa diekspektasikan akan lebih akomodatif untuk mendorong perekonomian yang lemah di tengah tingkat inflasi yang terus mereda. Pasar mengekspektasikan penurunan suku bunga pada Juni dan tiga kali  pemotongan di 2024. 

Di Tiongkok, menyikapi indikasi masih lemahnya kinerja perekonomian, Pemerintah menerbitkan insentif fiskal yang cukup agresif yang dibiayai oleh penerbitan special long-term bond sebesar CNY 1 triliun (sekitar USD138 miliar), penerbitan ke-4 sepanjang sejarah setelah diterbitkan pada 1998 (Asian Financial Crisis), 2008 (Global Financial Crisis), dan 2020 (pandemi). 

Bank sentral juga akomodatif dengan menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan dan peluncuran beberapa kebijakan untuk mendorong pembiayaan di sektor properti. Sejalan dengan Tiongkok, Pemerintah dan Bank Sentral India juga melakukan buyback surat utang jangka panjang dan pendek untuk meningkatkan likuiditas di pasar dan menurunkan yield.

Di perekonomian domestik, pertumbuhan ekonomi di Q1 2024 lebih tinggi dari ekspektasi pasar didorong oleh pengeluaran pemerintah dan Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sejalan dengan periode Pemilu, kebijakan kenaikan gaji dan pembayaran THR PNS/Pensiunan, serta periode Ramadhan/lebaran. Namun demikian, indikator perekonomian di awal Q2 2024 menunjukkan moderasi pertumbuhan khususnya data-data terkait permintaan masyarakat dan kinerja sektor yang terkait komoditas.

Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon (PMDK)  

Di pasar saham, IHSG terkoreksi 4,15 persen ytd ke level 6.970,74 (melemah 3,64 persen mtd), dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp11,825 triliun atau naik 1,29 persen ytd, serta membukukan net sell sebesar Rp6,25 triliun ytd. Pelemahan terjadi di antaranya di sektor teknologi serta transportasi dan logistik (secara ytd). Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp12,17 triliun ytd.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,53 persen ytd ke level 380,33, dengan yield SBN pada 30 Mei rata-rata naik sebesar 22,40 bps (secara ytd) dan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp35,08 triliun. Untuk pasar obligasi korporasi per akhir Mei 2024, investor non-resident juga mencatatkan net sell sebesar Rp1,57 triliun ytd. 

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp822,48 triliun (turun 0,27 persen ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp482,23 triliun atau turun 3,83 persen ytd dan tercatat net redemption sebesar Rp75,94 triliun ytd pada 31 Mei 2024. 

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp86,92 triliun dengan 18 emiten baru.  Sementara itu, masih terdapat 141 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp56,92 triliun. 

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga Mei 2024 telah terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 546 Penerbit, 174.873 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,13 triliun. 

Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Mei 2024, tercatat 62 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 608.427 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp36,77 miliar, dengan rincian nilai transaksi 26,86 persen di Pasar Reguler, 22,88 persen di Pasar Negosiasi dan 50,26 persen di Pasar Lelang. Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.765 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan.

Dalam rangka penegakan ketentuan di bidang Pasar Modal:

OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi Syariah atas nama PT Paytren Aset Manajemen.

OJK juga telah mengenakan Sanksi Administratif atas dua pelanggaran di bidang Pasar Modal, dengan rincian sebagai berikut:

Sanksi administratif berupa denda sebesar Rp26.500.000.000,00 kepada 15 pihak terkait pelanggaran Pasal 91 dan Pasal 92 Undang-undang Pasar Modal (UU PM) atas kasus Perdagangan Saham PT Danasupra Erapacific Tbk Periode Mei s.d. Oktober 2016; dan

Sanksi administratif Berupa Peringatan Tertulis kepada tiga pihak terkait pelanggaran Pasal 107 UU PM atas kasus pemalsuan meterai dalam Permohonan Perpanjangan Izin Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

Selanjutnya selama 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus di Pasar Modal kepada 75 Pihak yang terdiri dari sanksi administratif berupa denda sebesar Rp49.375.000.000,00, 14 Perintah Tertulis, 1 Pencabutan Izin Usaha Manajer Investasi, 1 Percabutan Izin Orang Perseorangan, dan 5 Peringatan Tertulis serta mengenakan sanksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp36.416.260.000,00 kepada 380 pelaku jasa keuangan di Pasar Modal dan 58 Peringatan Tertulis atas keterlambatan penyampaian laporan, serta mengenakan 2 sanksi administratif berupa Peringatan Tertulis atas selain keterlambatan (Non Kasus).

Perkembangan  Sektor Perbankan (PBKN) 

Kinerja industri perbankan per April 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas (ROA) sebesar 2,51 persen (Maret 2024: 2,62 persen) dan NIM sebesar 4,56 persen (Maret 2024: 4,59 persen). Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 25,99 persen (Maret 2024: 25,96 persen), menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global. 

Dari sisi kinerja intermediasi, pada April 2024, secara mtm kredit mengalami peningkatan sebesar Rp66,05 triliun, atau tumbuh sebesar 0,91 persen mtm. Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 13,09 persen (yoy) menjadi Rp7.310,7 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,69 persen yoy. Sementara itu, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja yang mencapai sebesar Rp3.319,15 triliun. 

Ditinjau dari kepemilikan bank, Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu tumbuh sebesar 15,42 persen yoy. Penyaluran kredit yang cukup signifikan tersebut melanjutkan tren pertumbuhan kredit sejak periode sebelumnya dan searah dengan target pertumbuhan tahun 2024. Tren pertumbuhan kredit yang baik ini menunjukkan dukungan dan komitmen perbankan yang tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif.  Pada  April 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 0,60 persen mtm atau meningkat sebesar 8,21 persen yoy (Maret 2024: 7,44 persen yoy) menjadi Rp8.653 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 11,81 persen yoy. 

Likuiditas industri perbankan pada April 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 113,9 persen (Maret 2024: 121,05 persen) dan 25,6 persen (Maret 2024: 27,18 persen), atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Kondisi tersebut searah dengan likuiditas global yang cukup ketat di tengah kebijakan bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga tinggi (high for longer).

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross perbankan sebesar 2,33 persen (Maret 2024: 2,25 persen) dan NPL net sebesar 0,81 persen (Maret 2024: 0,77 persen). Adapun NPL gross UMKM di April 2024 tercatat 4,26 persen (Maret 2024: 3,98 persen) dan NPL net 1,54 persen (Maret 2024: 1,45 persen). 

Peningkatan NPL gross UMKM utamanya pada segmen kredit kecil dan mikro yang naik menjadi 3,89 persen di April 2024 (Maret 2024: 3,65 persen). Walaupun demikian, perbankan telah mengantisipasi kenaikan NPL UMKM tersebut dengan membentuk CKPN kredit UMKM sebesar Rp85,5 triliun dan perbandingan antara total CKPN UMKM terhadap total NPL UMKM mencapai sebesar 137,37 persen.

Dalam rangka penegakan hukum dan pelindungan konsumen di sektor Perbankan, serta sebagai bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan, OJK telah mencabut izin usaha PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda)  pada 21 Mei 2024.

Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) 

Pada sektor PPDP, aset industri asuransi di April 2024 mencapai Rp1.121,69 triliun atau naik 1,44 persen yoy dari posisi yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp1.105,75 triliun. Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp903,18 triliun atau naik 2,10 persen yoy. Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi mencapai Rp112,75 triliun, atau naik 11,25 persen yoy, yang terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 3,98 persen yoy dengan nilai sebesar Rp59,97 triliun, dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 16,99 persen yoy dengan nilai sebesar Rp52,78 triliun. 

Secara umum permodalan di industri asuransi komersil tetap solid, dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 429,76 persen dan 325,62 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen.

Untuk asuransi non komersil yang terdiri dari aset BPJS Kesehatan (badan dan program jaminan kesehatan nasional) dan BPJS Ketenagakerjaan (badan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, atau jaminan kehilangan pekerjaan) serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp218,51 triliun atau terkontraksi 1,18 persen yoy. 

Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per April 2024 tumbuh sebesar 8,74 persen yoy dengan nilai sebesar Rp1.432,73 triliun, meningkat dari posisi April 2023 sebesar Rp1.317,57 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,35 persen yoy dengan nilai mencapai Rp371,74 triliun. Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp1.060,98 triliun atau tumbuh sebesar 9,98 persen yoy.

Pada perusahaan penjaminan, nilai aset tumbuh 12,58 persen yoy dengan nilai mencapai Rp47,61 triliun pada April 2024, dengan posisi aset pada April 2023 sebesar Rp42,29 triliun.

Dalam rangka penegakan ketentuan dan pelindungan konsumen di sektor PPDP, pada Mei 2024 telah dilakukan langkah-langkah:

Terkait kewajiban seluruh perusahaan asuransi atau reasuransi untuk memiliki tenaga aktuaris dan mempertimbangkan pula adanya perubahan aktuaris perusahaan (adanya pemberhentian/pengunduran diri) pada perusahaan asuransi atau reasuransi, masih terdapat 10 perusahaan yang belum memiliki aktuaris perusahaan atau mengajukan calon untuk dilakukan penilaian kemampuan dan kepatutan. 

OJK telah dan memonitor pelaksanaan supervisory action sesuai ketentuan bagi perusahaan yang belum memenuhi ketentuan tersebut, seperti peningkatan sanksi peringatan yang sebelumnya telah diberikan serta permintaan rencana tindak atas pemenuhan aktuaris perusahaan. Selain itu, OJK juga terus melakukan koordinasi secara berkelanjutan dengan Persatuan Aktuaris Indonesia sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi aktuaris dalam perspektif supply dari tenaga ahli aktuaris. 

Pengenaan sanksi administratif kepada lembaga jasa keuangan di sektor PPDP sebanyak 215 sanksi, yang terdiri dari 162 sanksi peringatan/teguran dan 53 sanksi denda yang dapat diikuti dengan sanksi peringatan/teguran.

OJK juga terus melakukan berbagai upaya mendorong penyelesaian permasalahan pada Lembaga Jasa Keuangan melalui pengawasan khusus terhadap 8 perusahaan asuransi dengan tujuan perusahaan dapat memperbaiki kondisi keuangannya. OJK juga melakukan pengawasan khusus terhadap beberapa dana pensiun.

Perkembangan Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML)  

Di sektor PVML, piutang pembiayaan kembali tumbuh sebesar 10,82 persen yoy pada April 2024 (Maret 2024: 12,17 persen yoy) menjadi sebesar Rp486,35 triliun, pertumbuhan didukung pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 10,72 persen yoy (Maret 2024 : 13,05 persen yoy). 

Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,82 persen (Maret 2024: 2,45 persen) dan NPF net sebesar 0,89 persen (Maret 2024: 0,70 persen). Gearing ratio PP naik menjadi sebesar 2,32 kali (Maret 2024: 2,30 kali), jauh di bawah batas maksimum 10 kali. 

Pertumbuhan pembiayaan modal ventura di April 2024 terkontraksi sebesar 12,61 persen yoy (Maret 2024: -10,18 persen yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,32 triliun (Maret 2024: Rp16,79 triliun).

Pada industri fintech peer to peer (P2P) lending, pertumbuhan outstanding pembiayaan di April 2024 terus melanjutkan peningkatan menjadi 24,16 persen yoy (Maret 2024: 21,85 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp62,74 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,79 persen (Maret 2024: 2,94 persen).

Dalam rangka penegakan ketentuan di sektor PVML: 

Kewajiban pemenuhan ekuitas minimum:

Pada posisi bulan April 2024, terdapat 5 PP dari 147 PP yang belum memenuhi ketentuan kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp100 miliar.

Sementara itu, saat ini terdapat 3 dari 100 Penyelenggara P2P Lending yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimal Rp2,5 miliar.

OJK terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan terkait progress action plan upaya pemenuhan kewajiban ekuitas minimum dimaksud berupa injeksi modal dari pemegang saham, maupun dari strategic investor lokal/asing yang kredibel, termasuk pengembalian izin usaha.

Pada Mei 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif kepada 10 Perusahaan Pembiayaan, 10 Perusahaan Modal Ventura, dan 13 Penyelenggara P2P Lending atas pelanggaran yang dilakukan terhadap Peraturan OJK (POJK) yang berlaku, maupun hasil pengawasan dan/atau tindak lanjut pemeriksaan. 

Pengenaan sanksi administratif terdiri dari 3 sanksi denda dan 48 sanksi peringatan tertulis. OJK berharap, upaya penegakkan kepatuhan dan pengenaan sanksi tersebut dapat mendorong pelaku industri sektor PVML untuk meningkatkan aspek tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian dan pemenuhan terhadap ketentuan yang berlaku, sehingga pada akhirnya dapat berkinerja lebih baik dan berkontribusi secara optimal.

Perkembangan Sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) 

Dalam rangka penyelenggaraan Regulatory Sandbox OJK, dapat disampaikan bahwa OJK telah menyelesaikan evaluasi dan penetapan hasil terhadap seluruh peserta Regulatory Sandbox OJK. Sejak diterbitkannya POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, OJK telah memfasilitasi konsultasi dari 9 calon Peserta Sandbox dengan model bisnis Agregator, E-KYC, Fraud Scoring, Wealth-Tech, Digital Identity, dan Tokenisasi Real World Asset. Selanjutnya, OJK sedang membantu percepatan proses pendaftaran calon Peserta Regulatory Sandbox untuk model bisnis Digital Identity dan Tokenisasi Real World Asset. 

Sebagai implementasi dari POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK, OJK telah menerbitkan SEOJK No 5 tahun 2024 tentang Mekanisme Ruang Uji Coba dan Pengembangan Inovasi yang menjadi panduan teknis bagi Peserta Regulatory Sandbox di OJK. Untuk lebih menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara terkait. OJK juga telah menerbitkan SEOJK No 6 tahun 2024 tentang Pendaftaran Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), yang menjadi panduan teknis bagi calon Penyelenggara ITSK untuk melakukan pendaftaran di OJK.

OJK terus mendorong pendalaman pasar keuangan (financial deepening) dan inklusi keuangan melalui inovasi produk dan layanan dari Penyelenggara ITSK, antara lain yang menjalankan model bisnis pemeringkat kredit alternatif serta model bisnis agregasi informasi produk dan layanan jasa keuangan. Penyelenggara ITSK dimaksud berperan sebagai pendukung pasar dan telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan maupun dengan pihak penyedia jasa teknologi informasi (PJTI) hingga penyedia sumber data.

Berdasarkan data laporan TW1 2024 yang kami peroleh dari 36 Penyelenggara ITSK yang direkomendasikan untuk melakukan pendaftaran ke OJK, tercatat Penyelenggara ITSK tersebut telah berhasil menjalin 909 kemitraan dengan perbankan, perusahaan pembiayaan, perasuransian, perusahaan sekuritas, P2P lending, lembaga keuangan mikro, pegadaian, penyedia jasa teknologi informasi, hingga penyedia sumber data. 

Dari data tersebut, terdapat kondisi satu Penyelenggara ITSK yang telah bermitra dengan 350 LJK yang tersebar pada 22 provinsi di Indonesia, dengan total akumulasi transaksi keuangan yang mencapai Rp9,2 triliun. Fakta ini semakin mengonfirmasi bahwa kehadiran Penyelenggara ITSK dapat menjadi katalis yang mampu meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional sebagaimana amanat dalam pasal 214 UU P2SK.

Terkait perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia, pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi aset kripto domestik mengalami dinamika tersendiri. Per April 2024, jumlah total investor aset kripto meningkat 410 ribu investor menjadi 20,16 juta investor (Maret 2024: 19,75 juta investor) yang menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh sebagai negara dengan jumlah investor aset kripto terbesar di dunia. 

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan dari Rp103,58 triliun pada Maret 2024 menjadi Rp52,3 triliun pada akhir April 2024. Namun demikian, secara akumulatif nilai transaksi asset kripto sepanjang tahun 2024 telah mencapai nilai Rp211,10 triliun, atau mencatat peningkatan hingga 328,63 persen dibandingkan tahun 2023 lalu.

Perkembangan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) 

Sampai 31 Mei 2024, OJK telah melaksanakan 1.104 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 2.551.236 orang peserta secara nasional. Sikapi Uangmu, sebagai saluran media komunikasi khusus konten terkait edukasi keuangan kepada masyarakat secara digital berupa minisite dan aplikasi, telah mempublikasikan sebanyak 203 konten edukasi keuangan, dengan jumlah pengunjung sebanyak 798.068 viewers. Selain itu, terdapat 50.253 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) OJK, dengan total sebanyak 57.896 kali akses terhadap modul dan penerbitan 44.848 sertifikat kelulusan modul.

Upaya literasi keuangan tersebut disertai dengan penguatan program inklusi keuangan yang didukung oleh berbagai pihak, diantaranya melalui sinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholders lainnya. 

Selama Mei 2024, terdapat pembentukan dua TPAKD yaitu di Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Wakatobi, sehingga total tercatat sebanyak 518 TPAKD (34 provinsi dan 484 kabupaten/kota) atau 93,84 persen TPAKD telah terbentuk baik di tingkat provinsi/kabupaten/kota. 

Selain itu, sampaiMei 2024 telah dilaksanakan 6 sesi kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM yang diikuti oleh 1.373 UMKM dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan, dan 2 sesi kegiatan pelatihan, pendampingan serta mentoring kepada 50 besar UMKM Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI-BBWI) Sumatera Selatan. 

Dari hasil kurasi UMKM tersebut telah terpilih 5 UMKM Champions Gernas BBI-BBWI Sumatera Selatan tahun 2024 yang selanjutnya akan mewakili Provinsi Sumatera Selatan untuk mengikuti Anugerah Bangga Buatan Indonesia tingkat Nasional. Secara nasional 157.918 UMKM telah melakukan onboarding ke platform e-commerce, sedangkan di Sumsel telah mencapai 2.916 UMKM. Dalam acara puncak Gernas BBI-BBWI Sumatera Selatan (Harvesting) bersinergi dengan perayaan HUT Sumatera Selatan/Sriwijaya Expo, ±140 booth mengikuti pameran berbagai produk khas dan unggulan. 

Dari sisi layanan konsumen, sampai dengan 31 Mei 2024, OJK telah menerima 158.483 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), termasuk 11.701 pengaduan. Dari pengaduan tersebut, sebanyak 4.193 berasal dari sektor perbankan, 4.275 berasal dari industri financial technology, 2.529 berasal dari industri perusahaan pembiayaan, 547 berasal dari industri perusahaan asuransi serta sisanya merupakan layanan sektor pasar modal dan industri keuangan non-bank (IKNB) lainnya. Pada periode tersebut, OJK menyelesaikan 77,83 persen pengaduan yang diterima.

Dari sisi pemberantasan kegiatan keuangan ilegal, sejak 1 Januari sampai dengan 31 Mei 2024, Satgas PASTI telah menghentikan 915 entitas keuangan ilegal yang diantaranya terdiri dari 19 investasi ilegal, dan 896 pinjaman online ilegal. 

Selain itu, pengaduan entitas ilegal yang diterima sebanyak 7.560 pengaduan, meliputi pengaduan pinjol ilegal sebanyak 7.194 pengaduan, dan pengaduan investasi ilegal sebanyak 366 pengaduan.  (*)



*Pastikan Keandalan Pasokan Listrik di Lampung*

Lampung Selatan (Pikiran Lampung)  – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus fokus menjaga keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Lampung dengan melakukan kunjungan ke sejumlah pembangkit listrik pasca terjadinya gangguan pada jaringan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Lubuk Linggau – Lahat pada Selasa (04/06) lalu.

Kunjungan dilakukan secara langsung oleh General Manager PT PLN (Persero) UID Lampung, Sugeng beserta jajaran manajemen ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang dan Tarahan pada Jumat (07/06).

Sugeng menjelaskan, meskipun sistem kelistrikan di Lampung telah pulih 100 persen pada Kamis (06/06) dini hari kemarin, namun pihaknya saat ini masih tetap fokus memastikan pasokan listrik tetap aman pasca terjadinya gangguan.   

“Sebelumnya sebagaimana sudah kami sampaikan bahwa kelistrikan Lampung telah pulih seluruhnya, untuk 2,6 juta pelanggan pada tanggal 06 Juni 2024 pukul 00.59 dini hari, namun demikian, kami terus bergerak memastikan sistem kelistrikan aman sepenuhnya sampai ke sisi pembangkitan,” ungkap Sugeng Widodo.

Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Sebalang, Otniel Marrung menerima kunjungan Sugeng yang hadir bersama Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Wira Bakti Dharma. Otniel menyampaikan kondisi terkini dari ketersediaan pasokan bahan baku di sisi pembangkit.

“Kami tadi telah berkoordinasi dan bersinergi untuk memastikan pasokan serta keandalan listrik yang di-supply dari PLTU Sebalang termasuk recovery pembangkit pasca Gangguan SUTET 275kV Lubuk Linggau – Lahat yang berdampak pada sistem kelistrikan di Provinsi Lampung,” jelas Otniel Marrung.

Pasca terjadinya gangguan hingga kondisi kelistrikan kembali aman 100%. PLN UID Lampung berkomitmen bergerak cepat melakukan pemulihan dari sisi pembangkit, transmisi dan distribusi, serta melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait keandalan pasokan listrik untuk seluruh pelanggan di Provinsi Lampung. (*)

Jakarta (Pikiran Lampung) - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan AirAsia rewards, program loyalitas pada platform OTA (Online Travel Agency) AirAsia MOVE. Kemitraan strategis ini akan memperluas akses lintas platform dengan mengintegrasikan AirAsia rewards untuk penukaran eSim dan paket data roaming IM3. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ritesh Kumar Singh, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, dan Country Head AirAsia rewards Indonesia, Arifin Prasetyo yang berlangsung di Kantor Pusat Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (05/06/2024).

Melalui program ini, pelanggan IM3 dapat menukarkan AirAsia points melalui aplikasi AirAsia MOVE untuk mendapatkan eSim dan paket data roaming ke sejumlah negara, termasuk, Australia, Malaysia, Singapura, Cina, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Filipina, India, Kamboja, Hongkong, Makau, dan Taiwan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada pelanggannya saat melakukan perjalanan internasional. Ritesh Kumar Singh, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan,

“Kami menyambut baik kerja sama dengan AirAsia rewards yang akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan IM3. Selain itu, kemitraan ini dapat membuka peluang baru bagi Indosat dan AirAsia rewards dalam menghadirkan konektivitas kelas dunia bagi mereka yang memiliki hobi travelling. Hal ini sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Secara berkesinambungan, kemitraan ini diharapkan dapat menambah pilihan manfaat AirAsia rewards ke lebih banyak aspek yang menguntungkan bagi anggota AirAsia. Arifin Prasetyo, Country Head AirAsia rewards Indonesia, memaparkan, 

“Sama seperti Indosat, AirAsia rewards yang merupakan bagian dari ekosistem AirAsia MOVE juga mengemban visi untuk menghubungkan setiap orang. Indosat melalui fungsi telekomunikasi, sedangkan AirAsia rewards sebagai benang merah dari AirAsia MOVE yang menjembatani segala kalangan menuju destinasi impian. Kami percaya bahwa kerjasama ini dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, praktis, dan terjangkau bagi setiap pengguna Indosat dan anggota AirAsia," ujarnya.

Berikut cara penukaran AirAsia points untuk eSim dan paket data roaming IM3:

- Langkah 1: Masuk ke aplikasi AirAsia MOVE

- Langkah 2: Klik 'Rewards' > 'Redeem' > 'Services' > 'eSIM + Data Roaming'

- Langkah 3: Pilih paket data roaming atau nomor eSim yang diinginkan, kemudian masukkan informasi pribadi

- Langkah 4: Lakukan pembayaran menggunakan AirAsia points

- Langkah 5: Email akan dikirimkan untuk mengaktivasi eSIM

Sebelumnya, AirAsia rewards telah bekerjasama dengan sejumlah bank ternama dan brand favorit di seluruh Asia Tenggara. Langkah ini memungkinkan anggota AirAsia untuk mengumpulkan serta menukarkan poin loyalitas dari lintas platform.

Kedepannya, AirAsia rewards dan Indosat akan menyelenggarakan sejumlah promo dan program menarik untuk para pelanggan IM3. Ikuti terus akun Instagram @airasiamove.id untuk informasi lebih lanjut terkait berita terbaru serta promo lainnya. (*)



 


Lampung (Pikiran Lampung) -Pengelolaan keuangan Di Provinsi Lampung melalui BPKAD yang baik dan transparan membuat Ekonomi Lampung melaju dan stabil di angka positif. 

Kinerja Gubernur Lampung Arinal Djunaedi melalui kepala BPKAD Lampung Dr. Marindo Kurniawan ST MT, dalam mengelola serta merealisasikan anggaran keuangan Lampung telah berjalan baik. Hal. ini berdampak sangat signifikan terhadap kondisi Ekonomi Lampung yang  berdampak baik dan terus melaju. 

 Dimana, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Mei 2024 relatif stabil dan tercatat mengalami inflasi 0,08% (mtm), lebih tinggi dibandingkan April 2024 yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01% (mtm). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat inflasi di Provinsi Lampung pada Mei dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,22% (mtm) namun lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang mencatat deflasi sebesar 0,03% (mtm). 

Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Mei 2024 mengalami inflasi 3,09% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,84% (yoy) namun lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada.bulan sebelumnya sebesar 3,29% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, pada Mei 2024 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, antara lain bawang merah, emas perhiasan, kopi bubuk, cabai merah, dan sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil masing-masing sebesar 0,21%; 0,06%; 0,04%; 0,03%; dan 0,03%.

Kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat banjir di daerah sentra produksi di Jawa Tengah yang merupakan pemasok bawang merah terbesar untuk Lampung.

Peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas dunia seiring dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lebih lanjut, peningkatan harga kopi bubuk disebabkan oleh terbatasnya bahan baku seiring penurunan produksi kopi robusta asal Lampung menjelang panen raya yang akan berlangsung pada Juni 2024. Selanjutnya peningkatan harga SKM sejalan dengan penerapan tarif cukai hasil tembakau pada awal tahun 2024.

Di sisi lain, inflasi lebih tinggi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti: beras, daging ayam ras, angkutan antar kota, cabai rawit, dan bawang putih dengan andil masing-masing sebesar -0,44%; -0,32%; -0,06%; -0,02%; dan -0,02%. 

Penurunan harga beras sejalan dengan terjaganya pasokan pasca periode panen raya serta relaksasi harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras medium dan premium hingga 31 Mei 2024. Lebih lanjut, penurunan harga daging ayam ras disebabkan oleh relaksasi harga acuan pembelian (HAP) untuk komoditas jagung pipilan kering serta telur dan ayam ras. 

Adapun penurunan tarif angkutan antar kota terjadi seiring dengan normalisasi permintaan pasca high demand periode HBKN Idulfitri. Penurunan harga cabai rawit dan bawang putih disebabkan oleh pasokan dan permintaan yang terjaga.  

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024.

Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i) Potensi kenaikan permintaan agregat yang didorong oleh kenaikan UMP tahun 2024; (ii) Berlanjutnya kenaikan harga emas dunia sejalan dengan belum meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah; (iii) melemahnya nilai tukar berpotensi menghambat komoditas yang bertumpu pada impor.

Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) Peningkatan harga komoditas hortikultura, terutama bawang merah akibat banjir di daerah sentra produksi dan kenaikan harga bawang putih sejalan dengan masih tingginya harga di negara asal impor; (ii) Kenaikan harga referensi minyak kelapa sawit pada awal tahun; (iii) Meningkatnya harga daging dan telur ayam ras seiring dengan tingginya harga pakan ayam. 

Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga minyak dunia sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah (ii) Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokoktahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun strategi 4Kbyang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Keterjangkauan Harga

a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET. 

b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan gula pasir, telur ayam ras, minyak goreng, dan aneka cabai.

2. Ketersediaan Pasokan

a. Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung.

b. Implementasi percepatan penanaman padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, optimalisasi peran bendungan dan pompanisasi, pendistribusian varietas yang cukup resisten terhadap genangan, dan pendistribusian traktor/alsintan.

3. Kelancaran Distribusi

a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.

b. Melanjutkan upaya percepatan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan.

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu, dan informal, melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menghindari perilaku panic buying. (*)



*Launching Program Budaya STARS*


Bandarlampung (Pikiran Lampung) - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung me _launching_ program budaya STARS pada hari Jumat, 17 Mei 2024. Kegiatan diikuti seluruh insan PLN  yang dilaksanakan serentak secara hybrid (luring dan daring) mulai dari Unit Induk hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP).

General Manager PLN UID Lampung Sugeng Widodo mengatakan, program budaya STARS merupakan bagian dari implementasi program Corporate Culture Program (CCP) tahun 2024. Menurut Sugeng, Launching program budaya di PLN UID Lampung tahun 2024 kali ini dikemas dalam kegiatan olahraga bersama yang bertajuk Stars Fun Walk 4.0.

"Pogram budaya STARS kali ini dibuka secara simbolis dengan melaksanakan jalan sehat sejauh 3-4 km selama 40 menit dengan target minimal 5000 langkah per pegawai," ujar Sugeng.

Sugeng menjelaskan, STARS merupakan singkatan dari _Safety for All_, _Total Services_, _Acquiring Maximum Revenue_, _Reducing Cost_ dan _Strengthening Life_. 

"Ini bukan sekedar jalan sehat, namun ini bentuk kesungguh-sungguhan seluruh pegawai dalam membudayakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) disetiap pekerjaan, pelayanan pelanggan yang prima terutama dalam pencapaian target pelayanan _sameday service_ atau layanan di hari yang sama. Selanjutnya, Peningkatan penjualan dan beyond kWh, efisiensi biaya serta penguatan gaya hidup sehat untuk para Pegawai. Semua komponen itu disinergikan dalam upaya pencapaian sasaran kinerja perusahaan," papar Sugeng Widodo.

GM PLN UID Lampung, Sugeng Widodo mengharapkan budaya wellness menjadi upaya kita dalam meningkatkan budaya gaya hidup sehat yang nantinya akan meningkatkan _work-life balance_ yang berujung pada produktifitas pegawai PLN dalam mencapai segala tantangan di depan.

"Tentunya, kita berupaya agar pegawai atau insan PLN dalam mencapai kinerja terbaiknya selalu dalam kondisi hati yang bahagia dan fisik yang selalu prima sehingga pelayanan untuk masyarakat berjalan dengan baik," tutup Sugeng. (*)


Bandarlampung (Pikiran Lampung)
- Forum Investasi Lampung (FOILA) perkuat sinergi dalam mengakselerasi investasi melalui penyajian daftar proyek investasi yang siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer atau I-PRO). 

Dalam mempersiapkan I-PRO, pemahaman dan kapabilitas anggota FOILA hingga ke level kabupaten/kota perlu diperkuat mengingat besarnya potensi daerah untuk dieksplorasi. 

“Dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga energi baru-terbarukan Lampung yang tersebar di kabupaten/kota, kita perlu pahami bersama dan siapkan I-PRO yang sesuai dengan preferensi pasar internasional” disampaikan oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, ketika membuka kegiatan Capacity Building FOILA (16/05/24) di Holiday Inn Bukit Randu Bandar Lampung.

Proyek investasi yang siap ditawarkan atau I-PRO harus memenuhi beberapa kriteria agar dapat diterima oleh calon investor pada skala internasional. Disampaikan oleh Ratih Purbasari Kania, Director of Natural Resource Planning BKPM, proyek I-PRO harus memenuhi aspek legal, teknis, bankable, atraktif, dan memiliki model bisnis yang jelas dan terukur. 

“Kami menghargai keseriusan Provinsi Lampung dalam mendorong investasi melalui FOILA. Langkah berikutnya adalah mengeksplorasi potensi daerah menjadi daftar proyek investasi berstatus I-PRO, artinya clear and clear, memiliki model bisnis berkelanjutan, serta tentunya menguntungkan bagi calon investor.” Ujar Ratih Purbasari.

Dalam perancangan proyek-proyek investasi berstatus I-PRO, Pemerintah perlu mendorong penerapan skema Creating Shared Value (CSV) untuk mendayagunakan masyarakat lokal. 

“Dengan prinsip CSV, investor tidak hanya memberikan bantuan sosial, namun mendukung transformasi petani atau masyarakat lokal menjadi small holder melalui sarpras produktif, pembiayaan, dan pembinaan.” Disampaikan oleh Welly Soegiono, Director of External Affairs PT. GGP. 

“Dalam bisnis PT. GGP, kami membina petani pisang di Tanggamus dan menjadi offtaker yang memasarkan pisang mereka ke pasar ekspor dengan harga yang mendukung kenaikan kesejahteraan petani.” Lanjutnya. 

Sebagai provinsi dengan keunggulan pada sektor pertanian dan perkebunan, Welly mengatakan bahwa kesejahteraan petani merupakan faktor penting yang mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. 

“Pemerintah melalui K/L dan OPD teknis yang membidangi juga harus bersinergi untuk menghadirkan kemudahan investasi dari sisi fiskal maupun nonfiskal pada proyek-proyek I-PRO.” tutupnya.

Pada sesi akhir Capacity Building ini, anggota FOILA dari kabupaten/kota juga memperoleh refreshment terkait penggunaan website FOILA. Refereshment ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif kabupaten/kota dengan pembaharuan berkala informasi dalam website FOILA untuk mendorong peningkatan investasi di Lampung. 

Saat ini, calon investor dapat dengan mudah mempelajari perkembangan perekonomian Lampung dan berbagai proyek investasi yang ditawarkan melalui https://investlampung.id/Sinergi antar anggota FOILA yang semakin kuat diharapkan dapat meningkatkan peran investasi agar pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dapat mencapai level sebelum pandemi Covid 19, atau tumbuh di atas 5% (yoy) per tahun. 

Capacity Building FOILA yang diinisasi oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung ini dihadiri oleh Bappeda, DPMPTSP, Disparekraf, dan Biro/Bagian Perekonomian Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. (*)


Bandarlampung (Pikiran Lampung)
- Satu lagi Hotel yang ikut berpartisipasi untuk kemajuan Wisata lampung, yakni eks Hotel Lusy yang pada tahun 2024 ini telah bertranformasi menjadi Hotel Grand Luxury Lampung . 

Hotel yang beralamat di Jalan Diponergoro, Teluk Betung kali ini sudah berwajah baru dengan seluruh gedung direnovasi menjadi Hotel yang lebih kekinian.

Pemilik Hotel Agus Sulityarini mengatakan, Hotel Grand Luxury yang akan memiliki total kamar 28, dengan berbagai fasilitas


"Hotel Grand Luxury sementara memiliki 22 kamar karena akan ada 6 kamar tambahan dan memiliki 1 Ballroom berkapasitas kurang lebih 150 pax. 

Serta fasilitas Gym dan Resto yang Terdiri dari Type kamar Superior , Deluxe dan Family dan masing2 ada yg Twin dan King," ujarnya.

Ia berharap, dengan  direnovasinya keseluruhan hotel tahun ini bisa menjadi salah satu pilihan hotel bintang 1, dengan pelayanan dan fasilitas di tak kalah dengan hotel bintang 3.


"Bahkan lebih karena semua perlengkapan dan elektronik hotel baru sampai ke bed juga baru jadi kita tidak akan menemukan Wajah Hotel Lusy yg terdahulu," katanya.

Agus melanjutkan, untuk harga promo kamar di angka 250 ribu per kamar, dengan harga normal 300 ribu.

"Semoga juga dengan adanya Hotel Grand Luxury ini bisa menambah tingkat hunian kamar yang dibutuhkan oleh pemerintah provinsi lampung, sehingga dapat mendorong pariwisata  di  Lampung," pungkasnya. (*)


Lampung Utara (Pikiran Lampung)
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (BPD Lampung) memberikan edukasi literasi keuangan kepada para pelajar dan guru di SMP Negeri 1 Abung Semuli, Lampung Utara. 

Kegiatan ini merupakan program OJK Provinsi Lampung dengan nama SiMolek Goes to School yang bertujuan untuk menghadirkan sosialisasi/edukasi yang bersifat Edutainment kepada kalangan pelajar, masyarakat umum, serta kelompok masyarakat lainnya, Jumat (03/05/2024).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 60 orang guru dan 800 pelajar.  OJK memberikan edukasi mengenai fungsi dan tugas OJK serta pengelolaan Keuangan (menabung dari uang saku), dari Bank Indonesia mengenai pengenalan mata uang rupiah dan QRIS, serta dari BPD Lampung materi mengenai pengenalan produk Simpanan Pelajar (SiMPEL) sekaligus diberikan pembukaan rekening SiMPEL untuk pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan SiMolek Goes to School ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, khususnya kepada pelajar di SMP Negeri 1 Abung Semuli” Ungkap Analis Senior PEPK dan LMS OJK Provinsi Lampung, Tri Reswanti dalam sambutannya.

OJK Provinsi Lampung mengenalkan Kelembagaan OJK kepada guru dan pelajar, serta bagaimana pelajar dapat menggunakan uang saku harian untuk hal-hal yang bermanfaat, salah satunya untuk disisihkan ke tabungan, untuk masa depan (persiapan masuk ke tingkat SLTA maupun perkuliahan). 

Bank Indonesia Perwakilan Lampung, menyampaikan pengetahuan mengenai bagaiamana menggunakan uang rupiah dengan baik (antara lain menjaga fisik uang supaya tetap dalam kondisi baik), termasuk mengenali keaslian uang rupiah.  

Selain itu, transaksi menggunakan QRIS juga diperkenalkan kepada pelajar dan khususnya kepada guru-guru.  Sedangkan dari BPD Lampung, produk tabungan SiMPEL (Sipanan Pelajar), menjadi prioritas yang dikenalkan kepada pelajar, bahkan dibagian akhir juga dilakukan pembukaan rekening tabungan SiMPEL untuk 100 pelajar yang hadir.

“Saya sebagai pelajar merasa senang, bisa dapat ilmu, bisa bernyanyi bersama. Kegiatan seperti ini belum pernah ada di sekolah” ungkap Yose Hariyanto, pelajar kelas VIII.

Mulyadi selaku Kepala SMP Negeri 1 Lampung mengucapkan rasa terima kasih kepada OJK, BI, dan BPD Lampung atas terselenggaranya kegiatan SiMolek Goes to School. Dirinya berharap para pelajar dapat menerapkan sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan para pelajar.

Kegiatan Edukasi ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi Keuangan di masa yang akan datang, khususnya untuk Provinsi Lampung. (*)


Bandarlampung (Pikiran Lampung)
- Komisaris Independen PT PLN (Persero) Arcandra Tahar berkunjung ke Lampung pada hari Sabtu, 11 Mei 2024. 

Terdapat beberapa lokasi agenda kunjungannya antara lain Universitas Lampung (Unila) dan beberapa unit dibawah PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung.

Di Unila, Arcandra Tahar didapuk menjadi pembicara seminar yang bertajuk Strategi dan Kebijakan Peningkatan Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari instansi pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa dan umum.

Arcandra Tahar mengatakan, energi listrik merupakan satu-satunya energi yang tidak impor hingga saat ini. Ia menambahkan, mengenai upaya-upaya yang dilakukan dalam transisi energi merupakan tanggung jawab kita semua untuk anak cucu bangsa kelak, sehingga perlu dilakukan tata kelola yang tepat mulai dari sekarang.

Dekan Fakultas Teknik Unila, Dr. Eng. Ir. Helmy Fitriawan, S.T., M.Sc. mengapresiasi atas kesediaan Komisaris PLN Arcandra Tahar untuk menjadi narasumber seminar terkait EBT di Unila. 

Menurutnya, transisi energi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para sarjana teknik dan insinyur dewasa ini. Apalagi energi baru dan terbarukan merupakan keniscayaan dimana siap atau tidak siap akan dikembangkan dan digunakan oleh semua warga dunia.

"Kami Fakultas Teknik Unila mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kehadiran Pak Arcandra Tahar sebagai narasumber seminar. Berbekal pengalaman panjang beliau di bidang pengelolaan energi dapat memberikan pencerahan kepada para dosen dan mahasiswa terkait energi baru dan terbarukan," ungkapnya. 

Seusai mengisi seminar, Arcandra melanjutkan kunjungannya ke gudang material PLN Unit Pelaksanan Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang serta Distribution Control Center (DCC) dan Lampung Command Center (LCC) yang ada di PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Lampung.


Ia mengapresiasi kondisi gudang material di PLN UP3 Tanjung Karang yang menurutnya bersih, rapi dan sudah lebih baik. Kendati demikian, Arcandra berpesan, konsistensi sangat diperlukan guna mendukung transformasi yang dilakukan PLN seperti halnya tata kelola gudang yang menurutnya sudah lebih baik.

Pengelolaan DCC dan LCC di PLN UP2D Lampung harus dapat menjadi role model transformasi digital. Sebab, menurutnya LCC dan DCC yang termonitor secara 24 jam dan terintegrasi dengan PLN Mobile merupakan langkah yang sangat mendukung upaya percepatan pelayanan PLN kepada pelanggan.

"Ciri-ciri negara maju diantaranya bersih, indah, masyarakatnya disiplin dan sungguh-sungguh, kita harus bisa menuju kesana jika ingin dijuluki kelas dunia," ujarnya.

Sementara, General Manager PLN UID Lampung, Sugeng Widodo mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisaris PLN ke Lampung. 

"Kedatangan Komisaris PLN sangat memberikan motivasi khususnya kepada insan PLN yang bertugas di daerah. Arahan Komisaris tentunya menjadi gelora semangat untuk bertranformasi terutama dalam upaya perbaikan pelayanan bagi masyarakat," tutup Sugeng. (*)


Bandarlampung (Pikiran Lampung)
- Bethara Hotel Syariah, Hotel Bintang 1 dengan berbagai fasilitas. Hotel yang terletak di Jalan Terusan Way Semangka, No. 47, Pahoman, Enggal, Bandar Lampung tersebut terdiri dari dua  type kamar, yakni Superior Room dan Deluxe Room, dengan fasilitas AC, TV, Wifi, Mineral Water, Water Heater, Aminities, Room Service, Sajadah.

Hotel Manager Bethara Syariah, Erwin Rico mengatakan bahwa Bethara Hotel Syariah terdiri dari tiga lantai.

"Di sini ada 3 lantai, di lantai tiga ada cafe yang buka dari jam10 pagi hingga jam 10 malam, ada meeting room, kita ada 33 kamar yang setiap kamar ada balkon," kata Rico, Jumat (10/05/2024).

Ia menjelaskan, hotel berdiri lebih 1 tahun dan kebanyakan dari  luar kota yang menginap, dan kurang dikenal masyarakat Lampung.

" Hotel di sini banyak dari travel agent, lahan parkir luas di bawah, dan kamar muat untuk 2 sampai 3 orang,"


"Maka dari itu, kami memgadakan promo pada bulan Mei hingga Juni diskon 10 persen khusus KTP Lampung untuk semua type kamar," jelasnya.

Rico melanjutkan, untuk parkir bisa muat 20 mobil, motor 25,  dan bus bisa dua bus.

"Intinya di Lampung memperkenalkan Bethara Hotel syariah dengan pengalaman kamar seperti level bintang 1, dengan fasilitas lengkap, seperti security 24 jam, house keeping stand bye, dan lain lain," tutupnya. (red)