Articles by "Jawa Tengah"
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan


 Jawa Tengah (Pikiran Lampung) - Pejabat (PJ) Bupati Pringsewu melakukan kunjungan kerja ke Rumah Atsiri di Tawangmangu, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah (Jatemg). Dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pringsewu. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi inovasi serta strategi pengembangan produk berbasis tanaman atsiri yang telah berhasil diterapkan di Rumah Atsiri.

Dalam kunjungan tersebut, PJ Bupati Pringsewu disambut oleh pengelola Rumah Atsiri yang memaparkan berbagai program dan produk unggulan mereka. Rumah Atsiri terkenal dengan produk-produk berkualitas tinggi yang berasal dari minyak atsiri, termasuk minyak esensial, kosmetik, dan produk kesehatan. 


PJ Bupati Pringsewu menyampaikan bahwa Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memproduksi minyak atsiri. "Kami melihat banyak peluang bagi UMKM di Pringsewu untuk berkembang dengan mengadopsi teknologi dan metode produksi yang telah diterapkan di sini. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk-produk UMKM di Pringsewu," ujarnya.


Kunjungan ini juga membuka peluang untuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Rumah Atsiri dalam hal pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas para pelaku UMKM. Dengan demikian, para pelaku UMKM di Pringsewu diharapkan dapat meningkatkan daya saing produknya baik di pasar lokal maupun internasional.

Selain itu, PJ Bupati Pringsewu menekankan pentingnya inovasi dan diversifikasi produk untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui berbagai program dan kebijakan yang proaktif, termasuk dalam hal akses pembiayaan, pemasaran, dan peningkatan keterampilan," tambahnya.(wiwid) 


Jawa Tengah (Pikiran Lampung)
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut terdapat tiga hal utama yang menjadi prioritas dalam rangka persiapan mudik Lebaran 2024 di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sigit usai meninjau kesiapan mudik di Gerbang Tol Kalikangkung KM 414, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (3/4/24) sore.

Sigit mengatakan dari data milik Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada peningkatan jumlah pemudik hingga 56 persen pada lebaran tahun ini.

Oleh karenanya, ia menyebut diperkirakan jumlah pemudik yang melalui Gerbang Tol Kalikangkung juga bakal meningkat sebesar 4 persen. Sementara pada arus balik, Sigit mengatakan diprediksi bakal terjadi peningkatan hingga 1,5 persen.

“Sehingga ini membutuhkan perhatian khusus, ada tiga hal yang menjadi perhatian kita. Pertama bagaimana agar kemacetan bisa diurai dengan baik,” kata Sigit.

Sigit menuturkan salah satu langkah yang telah disiapkan pihak kepolisian untuk mengurai kemacetan tersebut ialah dengan menambah beberapa pintu exit tol.

Selain itu, ia mengatakan pada titik-titik exit tol tersebut nantinya juga akan disiapkan petugas tambahan dengan mesin card reader untuk mempercepat arus lalu lintas.

Selanjutnya, Sigit juga turut memerintahkan jajarannya untuk memberikan informasi kepada masyarakat apabila kembali terjadi banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah.

“Kalau tidak salah ada 11 titik yang sempat terlanda banjir dan sudah disiapkan jalur alternatif. Nanti mohon ini juga diinformasikan ke masyarakat sehingga jalur alternatif tersebut bisa jadi pilihan pada saat hujan tergenang,” ujar Sigit.

Prioritas kedua, kata dia, ialah untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2024. Sigit menilai hal itu penting dilakukan agar seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

Di sisi lain, Sigit turut mengimbau kepada para pemudik agar tidak memaksakan diri selama berkendara ke kampung halaman. Ia meminta masyarakat yang sudah lelah dapat memanfaatkan rest area hingga posko-posko yang sudah disediakan.

Sigit juga meminta agar masyarakat tidak beristirahat di bahu jalan karena dapat membahayakan pengendara lain dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Ada rest area yang bisa digunakan untuk istirahat sebentar namun juga disiapkan jalur exit mengarah ke jalur arteri yang tentunya banyak tempat bisa digunakan untuk istirahat,” ucap Sigit.

Terakhir, Sigit mengimbau agar bagi masyarakat yang sudah bisa melaksanakan mudik untuk langsung memulai perjalanan. Dengan melaksanakan mudik lebih awal, diharapkan akan dapat mengurangi beban arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran.

“Walaupun kita menggunakan rekayasa one way, tentunya apabila semuanya memilih itu akan sangat padat dan terjadi kemacetan,” tutur Sigit.

“Karena itu disiapkan mudik gratis di tanggal 6 dan 7 silahkan menghubungi Korlantas atau Polda setempat. Dari Kemenhub ada, Kementerian BUMN juga ada,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri. (zai)